Review “Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island” – Terlihat Lucu Tapi Sebenarnya Membuat Risih
Kelucuan di luar bukan berarti cerita didalamnya bakalan lucu juga, ini dia review “Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island”


Berawal sebagai manga media sosial karya ilustrator Nagano yang dinamai berdasarkan tokoh utamanya, Chiikawa kini telah menjadi salah satu karakter paling dicintai di Jepang. Chiikawa, bersama sahabat-sahabatnya Hachiware dan Usagi, telah menyentuh hati jutaan orang melalui kisah keseharian mereka yang mengharukan dan penuh emosi. Berlatar di dunia yang nyaman namun penuh fantasi, mereka bekerja keras dan terkadang menghadapi kesulitan, namun mereka saling menguatkan dan bersenang-senang bersama.
Karakter-karakter ini menjadi sangat ikonik di Jepang hingga ke mancanegara. Pada tahun ini kita diperkenalkan dengan film spesialnya yang berjudul Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island.
Film ini pertama kali ditayangkan secara umum di Indonesia tanggal 28 Agustus 2026. Memberikan nuansa baru dalam film animasi Jepang, kira-kira apa saja yang dibawakan Chiikawa dalam filmnya? Ini dia review Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island.
Pulau Putri Duyung Yang Membutuhkan Pertolongan


Suatu hari burung terbang di langit memberikan brosur yang berisikan undangan ke pulau duyung. Disana ada Usagi yang sedang berbaring dan tanpa disadari brosur tersebut jatuh dihadapannya. Mengetahui hal ini, Usagi datang menemui teman-temannya Hachiware dan Chiikawa. Dengan iming-iming memberikan festival makanan spesial pulau duyung serta hadiah eksklusif (tentunya terlihat sangat mencurigakan) mereka bertiga tetap akan datang ke pulau tersebut Berita ini tersebar ke seluruh pulau Chiikawa tingga; dan hampir satu pulau berangkat ke pulau Putri Duyung.
Setelah sampai di Pulau duyung, para pengunjung yang data ke Pulau disambut hangat oleh penduduk sekitar dan memberikan apapun untuk mereka termasuk semua makanan spesial yang ada di brosur. Bahkan menyediakan penginapan untuk mereka.
Keesekon harinya mereka di panggil di lapangan besar, ternyata semua itu dilakukan penduduk Duyung untuk meminta tolong kepada penduduk pulau lain untuk membasmi Putri Duyung yang selama ini menculik mereka. Kesulitan ini mereka alami beberapa saat. Setelah mendengar ini, para penduduk di pulau Chiikawa berada panik karena ukuran dari Duyung tersebut sangat besar. Hanya tersisa 8 orang yaitu Chiikawa, Hachiware, Usagi, Sensei, Momonga, Kurimanju, Shisa, dan Furuhonya, apakah mereka bisa mengatasi masalah di pulau Duyung ini?!
Kengerian Dibalik Kelucuan


Pertama plot berawal dari pengenalan wujud karakter-karakter lama yang menjadi inti dari cerita. Sangat disayangkan saja karakter utama lama kita tidak diperkenalkan dengan penyebutan nama sama sekali, mereka semua hanya mengatakan “kimi” atau kamu bahakn cuman berbicar random kayak “Prrrrrrrrrr”. Dalam dunia Chiikawa yang berbicara normal hanyalah Hachiware, Momonga, dan Sensei. Sedangkan karakter baru di pulau duyung hanya ada sekitar 2 orang saja, sisanya bergumam seperti orang menangis.
Tapi jujur, mimin sangat menikmati alur ceritanya. Cerita di bangun secara perlahan, dari kondisi pulau, dan dua sisi yang bisa mimin anggap menyeramkan. Pulau ini menyimpan kegelapan. Para penduduk Duyung yang terkena teror oleh Suiren sang Putri Duyung sampai muak melihatnya hingga ingin menghabisinya. Tapi disisi lain ada komplotan yang membuat Suiren marah sampai menyerang para penduduk, dan ini sangat membuat mimin penasaran dengan alurnya.
Kisah sederhana seperti ini dibalut dengan kelucuan dan keluguan para karakternya. Sederhana namun sangat menyenangkan untuk ditonton. Aksi penyelesaian mereka sangatlah lucu loh karena sikap mereka yang sangat polos untuk mengatasi situasi kayak tidak berprasangka buruk, sampai tidak mau sama sekali membunuh.
“Kengeriannya dari mana min?” ada di hal sederhana seperti kenapa semua masalah di cerita film Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island dimulai. Hal brutal yang tidak diperlihatkan sih… cuman kalau nggak ada bimbingan buat anak-anak bisa terbawa ke hal yang menyeramkan. Rating film inipas diterima untuk penonton usia 13 tahun keatas.
Buku Yang Membawa Malapetaka


Chiikawa hanya mengatakan kata yang jelas hanyalah “Eto” tapi disini dia melihat semuanya. Mimin kira diawal MC nya adalah Hachiware karena memiliki screen time yang lebih jelas, tapi ternyata di akhir Chiikawa mendominasi kebenaran dari pulau Duyung. Dirinya harus melewati berbagai rintangan sendirian setelah teman-temannya diculik, dan dia lebih bersinar ketika menemukan solusi untuk mengatasi Suiren di akhir cerita.
Semua ini bahkan diawali dengan sebuah kisah mengenai Duyung yang dapat membawakan keabadian bagi siapapun yang memakannya… Sederhana, tapi kebrutalan dimulai dari sini. Semua nya bahkan tertuntaskan hingga akhir cerita, jadi nggak ada cliffhanger yang bikin kalian penasaran banget.
Animasi aksi yang diberikan nggak kaleng-kaleng juga. Meskipun berasal dari animasi singkat mengenai kehidupan Chiikawa, di film ini, mereka beraksi kesana kemari untuk menangkis semua serangan dari Suiren. Mimin suka Sensei yang memakai pedang dalam bertarung, terlihat keren.


Sedikit spoiler lain adalah Momonga disini sangatlah menyebalkan. Kalau dia nggak ada bakalan lebih lancar semua rencana Chiikawa dan kawan-kawan. 7 Karakter lainnya malahan sangat membantu dan muncul karakter gag baru lainnya yang sangat membantu di pulau Putri Duyung.
Hal yang paling mimin nggak expect adalah inti masalahnya ada di penduduk Duyung itu sendiri. bisa dibilang antagonis nya disini sih… mereka benar-benar berbaur dengan penduduk duyung lainnya dengan tanpa wajah dan tidak berbicara. Suiren sebenarnya baik, hanya saja dikhianati dan melakukan hal ektrem yang tidak bisa dianggap wajar. Ini salah satu yang membuat mimin merasa risih.
Mimin rekomendasiin sih untuk menonton Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island dan nggak cuman sebagai mengisi waktu luang, melainkan sebagai tontonan seru di akhir minggu.
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini ^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang