Sajak-Sajak di Akhir Episode Bleach TYBW Cour 1

Titip Jepang- Puisi-Puisi di Bleach
Cour pertama anime Bleach: Thousand-Year Blood War telah berakhir pada Desember 2022 lalu. Selama 12 pekan, kita disuguhi 13 episode yang menakjubkan. Di akhir tiap episode, menampilkan sajak yang dibacakan oleh seiyuu masing-masing karakter. Apa saja sajak-sajak di Akhir Episode Bleach?
.
Episode 1:
Selama kau maju satu langkah,
kau tidak akan bisa kembali lagi,
sampai kau mencapai lautan darah di dunia yang luas.
.
Episode 2:
Pasukan yang kuat meniup terompet,.
Dengungan di telinga tidak hanya sebanyak bintang-bintang.
Sepatu bot tentara mengeluarkan suara seperti guntur.
.
Episode 3:
Yang terbakar di atas es adalah bayangan yang menyedihkan.
Tidak peduli seberapa dekatnya, bayangan sayap akan pergi dari tangan kita.
.
Episode 4:
Di bawah pohon dedalu, sumpah tetap ada
meski petir dan guntur sudah tiada sejak lama.
.
Episode 5:
Arwah terus terbakar,
meski hujan terus menerus.
.
Episode 6:
Karena bunga tersebut sudah layu,
ia tidak akan bisa mekar lagi.
Ia yang membara sepeeti api selalu terlihat indah.
.
Episode 7:
Melihat langit dan mengejar bintang.
Cahaya matahari terbenam samar di bawah mata.
.
Episode 8:
Tidak ada benda yang tidak bisa dipatahkan selain dirimu.
.
Episode 9:
Pertarungan adalah segalanya.
.
Episode 10:
Dirimu yang tak bersalah sama seperti matahari
.
Episode 11:
Dirimu yang berdosa juga sama seperti matahari
.
Episode 12:
Aku percaya dunia ini penih dengan bahaya.
Alasan mengapa aku ingin melindungi dari bahaya,
karena di daam hatiku memiliki sifat kecerobohan yang sama bahayanya.
Ya, itulah dia daftar puisi di Bleach yang muncul di setiap akhir episode Bleach: Thousand-Year Blood War. Nantikan puisi berikutnya di cour kedua.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Sumber gambar: bstation

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan