Jepang memang bersih, tapi justru karena itulah buang sampah bisa jadi misi tersulit buat turis asing.


Jepang memang dikenal sebagai salah satu destinasi impian dunia. Bersih, tertib, makanannya enak, dan penuh pemandangan yang fotogenik. Tapi bukan berarti semuanya selalu berjalan mulus untuk para wisatawan asing.
Badan Pariwisata Jepang belum lama ini merilis hasil survei dari 4.189 turis asing yang diwawancarai sebelum pulang dari Jepang, antara bulan Juli hingga Desember 2024. Hasilnya? Ternyata ada beberapa hal yang membuat mereka bingung, geregetan, sampai frustrasi ringan selama jalan-jalan di Negeri Sakura. Yuk, simak 8 hal yang paling banyak dikeluhkan turis asing di Jepang!
BACA JUGA:
8 Keluhan Turis Asing Saat Liburan ke Jepang
8. Wi-Fi Publik Susah Dicari (6,1%)


Meski dikenal sebagai negara maju, Jepang ternyata belum sepenuhnya ramah soal akses Wi-Fi gratis. Banyak turis mengeluh kesulitan mencari koneksi internet saat berada di luar ruangan, padahal koneksi itu krusial buat membuka peta atau memesan transportasi secara online.
7. Proses Imigrasi yang Lama (8,6%)


Saat mendarat di Jepang, ada yang harus menunggu cukup lama di bagian imigrasi. Prosesnya memang ketat dan detail, tapi bagi turis yang baru menempuh belasan jam penerbangan, ini bisa terasa melelahkan.
6. Tanda Arah yang Kurang Jelas (10,8%)


Petunjuk arah dalam bahasa asing sering kali terlalu kecil, membingungkan, atau terjemahannya bikin garuk-garuk kepala. Nggak heran kalau tersesat menjadi makanan sehari-hari turis asing, bahkan cuma buat cari toilet atau peron kereta yang benar.
5. Bingung Naik Transportasi Umum (12,3%)


Transportasi di Jepang memang terkenal efisien, tapi buat turis yang baru pertama kali datang, membaca jalur kereta dan tahu di mana harus transit bisa jadi sebuah tantangan tersendiri. Bahkan urusan antre di halte bus pun bisa membuat bingung—harus berdiri di mana? Mana jalur yang benar?
4. Tempat Wisata Terlalu Ramai (13,1%)


Saking populernya Jepang, tempat-tempat wisata di Tokyo, Kyoto, dan Osaka sering dipenuhi lautan manusia. Banyak turis mengeluh harus antre lama, susah ambil foto tanpa orang ‘nebeng’ di frame, sampai merasa sesak waktu menggunakan fasilitas umum seperti stasiun kereta atau restoran.
3. Susah Ngobrol karena Kendala Bahasa (15,2%)


Banyak turis mengaku kesulitan berkomunikasi karena staf restoran, toko, atau hotel tidak bisa berbahasa asing. Walaupun bahasa tubuh bisa jadi solusi darurat, tetap saja rasanya canggung saat butuh bantuan tapi tidak tahu harus bilang apa.
2. Susahnya Cari Tempat Sampah di Negeri Super Bersih (21,9%)


Keluhan soal ketersediaan tempat sampah umum ini bukanlah hal yang baru, bahkan jadi yang paling sering disebut oleh turis asing. Sebanyak 21,9% responden bilang mereka merasa kerepotan karena sulit menemukan tempat sampah umum selama liburan di Jepang. Negara ini memang terkenal bersih, tapi membuang sampah di Jepang bisa jadi tantangan tersendiri.
Masalah ini bukan karena Jepang malas menyediakan tempat sampah, tapi lebih karena budaya. Orang Jepang umumnya tidak suka makan atau ngemil sambil jalan, jadi mereka juga tidak banyak menghasilkan sampah saat bepergian. Selain itu, mayoritas orang Jepang selalu membawa tas kecil atau ransel, jadi kalau mereka punya sampah, biasanya langsung disimpan dan dibuang di rumah atau hotel.
Jadi kalau Titipers jalan-jalan di Jepang, jangan heran kalau harus menyimpan bungkus roti atau botol minum seharian di tas terlebih dahulu sebelum menemukan tempat sampah yang tepat.
1. Banyak yang Berkata: Tidak Ada Masalah (51,1%)
Dan inilah yang paling mengejutkan, lebih dari separuh turis asing (tepatnya 51,1%) bilang mereka tidak memiliki keluhan sama sekali selama liburan di Jepang! Angka ini naik jauh dibanding tahun lalu yang hanya 29,7%, dan bahkan lebih tinggi dari survei pra-pandemi tahun 2019.
Artinya? Semakin banyak turis yang datang dengan ekspektasi realistis dan persiapan matang. Mereka tahu Jepang bukan negara serba-ajaib yang bisa menyesuaikan diri dengan semua budaya, tapi tetap bisa menikmati pengalaman yang menyenangkan. Jadi, kalaupun ada tantangan kecil seperti nyasar di stasiun atau susah mencari tempat sampah, semuanya menjadi kejutan kecil yang layak untuk pengalaman jalan-jalan di Negeri Sakura.
Delapan keluhan ini memang menunjukkan sisi lain dari traveling di Jepang, tapi bukan berarti liburan ke sana jadi kurang seru. Justru dari sinilah pengalaman tak terlupakan muncul, entah itu karena gara-gara nyasar, antre panjang, atau bingung cari tempat sampah. Yang penting, datanglah dengan pikiran terbuka, koneksi internet siap tempur, dan sedikit rasa humor. Jepang mungkin nggak sempurna, tapi keunikannya justru bikin kita ingin kembali lagi dan lagi.
sumber: soranews24
gambar sampul diambil dari japanguide
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

