TOKIO bubar setelah Taichi Kokobun melakukan beberapa pelanggaran di masa lalu.


Setelah hampir 30 tahun berkarya di industri musik dan hiburan Jepang, grup rock legendaris TOKIO resmi mengumumkan pembubarannya pada Rabu (25/6) lalu. Kabar ini datang tak lama setelah salah satu anggota mereka, Taichi Kokubun, diketahui melakukan beberapa pelanggaran kepatuhan di masa lalu.
Dalam pernyataan resminya, TOKIO menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas insiden ini dan menjelaskan bahwa setelah berdiskusi bersama, para anggota memutuskan untuk bubar. Mereka menilai akan sulit untuk melanjutkan aktivitas sebagai grup dan mendapatkan kembali kepercayaan publik.
Kokubun sendiri telah diskors tanpa batas waktu sejak 20 Juni, dan ia menyampaikan permintaan maaf mendalam atas tindakan masa lalunya yang ia sebut sebagai akibat dari ketidakdewasaan dan kurangnya kesadaran diri.
Ini bukan pertama kalinya TOKIO menghadapi guncangan. Pada tahun 2018, Tatsuya Yamaguchi juga hengkang dari grup usai kasus pelecehan terhadap seorang siswi SMA, yang membuat formasi grup menyusut menjadi empat orang.
Meski begitu, warisan TOKIO di dunia hiburan Jepang tak bisa dihapus begitu saja. Sejak debut CD mereka pada tahun 1994, TOKIO dikenal tak hanya lewat musik, tapi juga lewat penampilan mereka di TV, khususnya dalam program populer Tetsuwan Dash, yang tetap akan berlanjut meski grupnya telah bubar. Dua mantan anggota, Shigeru Joshima dan Masahiro Matsuoka, direncanakan tetap tampil di acara tersebut.
TOKIO juga punya tempat spesial di hati para penggemar anime. Mereka pernah membawakan lagu tema untuk serial klasik seperti Kochikame, Kodocha, The Skull Man, hingga Soar High! Isami.
Selamat jalan, TOKIO. Meskipun kalian bubar, karya dan kenangan yang ditinggalkan akan terus hidup di hati banyak orang.
Sumber: AnimeNewsNetwork
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang