Review Film Live Action Yu Yu Hakusho (2023) – Penuh Aksi

Manga populer, Yu Yu Hakusho, kini mendapatkan film live action pertamanya. Yoshihiro Togashi menerbitkan manga tersebut pada tahun 1990 dan berakhir pada tahun 1994. Adaptasi live action Yu Yu Hakusho saat ini sudah bisa Titipers saksikan di channel streaming Netflix sejak 14 Desember 2023 lalu, menjadi film akhir tahun yang menarik minat banyak orang.

BACA JUGA: Netflix Rilis Trailer Yu Yu Hakusho Live Action

BACA JUGA: Yu Yu Hakusho Live Action Ungkap Tanggal Tayang

Serial live action ini ditangani oleh Sho Tsukikawa (The 100th Love With You, Let Me Eat Your PancreasMy Little Monster) sebagai sutradara dengan naskah oleh Tatsuro Mishima (City Hunter, Zom 100: Bucket List of the Dead).

Sinopsis Yu Yu Hakusho

Yusuke Urameshi (Takumi Kitamura) merupakan siswa SMA yang dikenal sebagai berandalan. Meski demikian, ia sebenarnya merupakan remaja yang membela orang-orang yang menjadi korban perundungan. Hanya ada dua orang yang memahami sifat asli Yusuke, yaitu teman masa kecilnya, Keiko Yukimura (Sei Shirashi), dan ibunya sendiri.

Di sisi lain, Yusuke memiliki musuh bebuyutan bernama Kazuma Kuwabara (Shuhei  Uesugi) yang selalu mengajaknya bertarung. Namun, Kuwabara tidak pernah bisa mengalahkan Yusuke.

Suatu hari, Yusuke menyelamatkan nyawa seorang bocah dari tabrakan mobil. Aksinya ini mengorbankan nyawanya sendiri. Yusuke menjadi arwah dan melihat sendiri dirinya yang sedang sekarat. Hingga tiba-tiba , muncul Botan (Kotone Furukawa) yang memandunya ke Dunia Arwah dan bertemu dengan Koenma (Keita Machida).

Koenma menjelaskan perilaku Yusuke yang menyelamatkan seorang bocah itu tidak disangka-sangka. Sehingga, Yusuke tidak bisa pergi ke neraka atau pun surga. Yusuke kemudian diberikan kesempatan untuk dihidupkan kembali meski dengan satu syarat, ia harus mau menjadi Detektif Astral.

Setelah melalui beberapa pertimbangan, terutama setelah melihat Keiko dan ibu yang ditinggalkan, Yusuke pun menerima tawaran tersebut. Yusuke kembali ke Bumi dan memiliki misi uuntuk membasmi iblis yang mulai masuk ke dunia manusia. Selama perjalanannya, ia menemukan sahabat-sahabat baru.

Mereka adalah Kuwabara si musuh bebuyutannya, Kuruma (Jun Shison), dan Hiei (Kanata Hongo). Yusuke dan ketiga sahabatnya harus berhadapan dengan musuh utama, yaitu Toguro Tua (kenichi Takito) dan Toguro Muda (Go Ayano).

Ceritanya bagus tapi….

Secara keseluruhan saya menyukai film live action ini. Koreografi-nya oke, desain karakternya oke, dan pembangunan dunia-nya juga keren. Namun, sepertinya 5 episode itu berasa kurang. Mungkin jika episode nya lebih panjang, ceritanya akan lebih bisa terjalin dengan baik.

Bagi yang mengikuti manga dan anime-nya mungkin akan merasakan banyak hal yang berbeda dari adaptasi live action ini.

blog-review adaptasi live action yu yu hakusho-2
sumber gambar: netflix

Pertama, usia sang toko utama. Jika di dalam manga dan anime Yusuke berusia 14 tahun, sedangkan pada film ini Yusuke berusia 17 tahun. Karakternya pun dibuat agak berbeda, Yusuke yang jenaka terkesan lebih serius di live action-nya.

Kedua, perkembangan karakter yang terlalu cepat. Hal yang kerap terjadi pada pembuatan adaptasi live action. Evolusi perkembangan karakter tidak tereksekusi sebaik manga dan anime-nya. Bahkan bagi penonton yang tidak mengikuti manga-nya pun merasakan demikian.

Bagaimana perkembangan Yusuke yang berandalan menjadi sosok yang mau membantu orang lain, tidak diceritakan secara detail. Ia dipaksa menjadi baik dalam sekejap.

Ketiga, alur yang melompat-lompat sehingga melewatkan beberapa adegan penting seperti bagaimana persahaban Yusuke dengan Kuwabara, Kurama, dan Hiei bisa terbangun.

Alasan mereka bertarung bersama melawan Toguro bersaudara karena mereka memiliki musuh yang sama. Bukan dikarenakan persahabatan antara keempatnya seperti yang diceritakan di manga-nya. Permusuhan antara Hiei dan Yusuke yang digambarkan di adaptasi live action-nya belum terselesaikan dengan baik, namun mereka sudah bertarung bersama saja…

Sepertinya dikarenakan keterbatasan media film, cerita Yu Yu Hakusho yang kompeks dan luas diringkas menyesuaikan waktu tayang. Akibatnya kedalaman narasinya menjadi hilang dan berpengaruh ke seluruh ceritanya.

Secara garis besar, live action Yu Yu Hakusho merangkum cerita dua season (Spirit Detective Saga dan Dark Tournament Saga) yang terdiri dari 66 episode ke dalam 5 episode dan dibuat agar terlihat masuk akal. Sehingga banyak elemen yang dihilangkan, yang sangat disayangkan.

Adegan pertarungan menjadi daya tarik film ini

blog-review adaptasi live action yu yu hakusho-1
sumber gambar: yuyuhakusho.net

Walaupun episode nya terlalu pendek, namun kehadiran para pemain sangat mendukung jalannya cerita di film ini. Terutama mengenai adegan pertarungannya dari awal saat Yusuke hingga pertarungan terakhir melawan Toguro bersaudara. Koreografi yang sempurna dan pengambilan gambar adegan yang baik.

Untuk kalian yang menyukai adegan pertarungan, saya rasa kalian akan terpuaskan.

Efek khusus dan rangkaian aksi pada film ini adalah fitur yang paling menonjol. Banyak yang memberikan respon bagus mengenai VFX nya. Mengenai kostum yang digunakan, beberapa orang mungkin menganggap ini terlalu seperti cosplay, namun saya tidak terganggu oleh hal tersebut. Bukankah itu lebih membangun karakternya, jika digambarkan dengan kostum biasa malah akan terkesan aneh.

Overall, adaptasi ini tidak sempurna tapi juga tidak buruk. Untuk Titipers yang mengikuti anime/manga nya mungkin agak terkesan mengecewakan karena ceritanya yang terkesan terburu-buru dan tidak sesuai dengan sumbernya. Namun, meskipun menyimpang dari jalan ceritanya , adaptasi ini menawarkan pengalaman yang cukup menyenangkan. IMDb memberi skor 7,2/10.

Satu kalimat terakhir dari Genkai

“Mengorbankan sesuatu demi mendapatkan tenaga, itu bukanlah kekuatan. Itu adalah kelemahan hati.” – Tuan Genkai (YuYu Hakusho)

Ikuti terus berita-berita terbaru di kanal Titip Jepang. Yuk baca artikel lainnya lainnya di sini!

Jangan lupa ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *