Jepang Resmi Hapus Rok dari Seragam Polisi Wanita di Seluruh Negeri
Setelah hampir setengah abad, rok tidak lagi menjadi bagian dari seragam polisi wanita di Jepang.


Musim semi di Jepang selalu menjadi awal dari banyak perubahan. Tahun ajaran baru dimulai, perusahaan memulai tahun fiskal baru mereka, dan berbagai kebijakan baru mulai diberlakukan. Salah satu perubahan yang mencuri perhatian tahun ini datang dari kepolisian: mulai 1 April 2025, rok resmi dihapus dari seragam polisi wanita Jepang.
Seragam Polisi Wanita: Dulu vs. Sekarang
Sejak tahun 1976, seragam standar polisi wanita Jepang terdiri dari kemeja, jaket (di luar musim panas), serta pilihan antara rok atau celana panjang. Namun, dalam revisi terbaru, rok tidak lagi menjadi bagian dari seram mereka sepenuhnya.
Selama hampir 50 tahun, rok telah menjadi simbol seragam polisi wanita Jepang. Namun, apakah benar-benar tak tergantikan? Faktanya, sejak awal, polisi wanita selalu memiliki pilihan antara rok atau celana panjang. Keputusan ini diserahkan kepada masing-masing departemen kepolisian, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk preferensi petugas wanita itu sendiri.
Dalam praktiknya, hampir semua polisi wanita di Jepang sudah lama lebih memilih celana panjang. Dari 47 prefektur di Jepang, 26 di antaranya bahkan tidak lagi menyediakan rok dalam paket seragam polisi wanita. Jawabannya sederhana: celana memberikan kebebasan bergerak yang jauh lebih baik, sesuatu yang krusial dalam tugas-tugas di lapangan.
Rekaman arsip tahun 1994 yang menunjukkan rok sebagai bagian dari seragam polisi diikuti oleh seragam musim panas baru yang akan diperkenalkan tahun ini
Dalam beberapa dekade terakhir, peran polisi wanita di Jepang telah berkembang pesat. Mereka kini banyak terlibat dalam patroli, interogasi di tempat, dan tugas-tugas penegakan hukum yang sebelumnya lebih banyak dilakukan oleh polisi pria. Dengan cakupan tugas yang lebih luas, mobilitas menjadi faktor krusial. Rok yang membatasi gerak tentu bukan pilihan ideal bagi mereka yang harus sigap di lapangan.

Selain penghapusan rok, seragam musim panas baru juga akan diperkenalkan. Mulai Mei 2025, Prefektur Saitama akan menjadi yang pertama menggunakan kemeja berbahan poliester cepat kering, menggantikan kemeja resmi yang selama ini digunakan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kenyamanan petugas saat menghadapi musim panas Jepang yang terkenal panas dan lembap.
Tak hanya itu, ada perubahan lain yang turut diterapkan. Topi yang dikenakan sehari-hari oleh para petugas, yang disebut “topi aktivitas,” kini akan memiliki bahan jala di bagian atasnya agar panas dapat keluar dengan lebih mudah. Selain itu, petugas juga diizinkan untuk melepas topi tersebut saat berada di dalam kantor polisi atau kotak polisi.

Perubahan ini mengingatkan pada kebijakan inovatif Kepolisian Prefektur Shimane tahun lalu, yang untuk pertama kalinya mengizinkan petugas mengenakan kacamata hitam saat bertugas. Semua langkah ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja petugas di lapangan.
Dengan kebijakan ini, kepolisian Jepang menunjukkan adaptasi terhadap kebutuhan petugasnya. Seragam kini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga alat untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dalam menjaga keamanan masyarakat.
sumber: soranews24 ; nhk
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang