Daemons of the Shadow Realm dari karya Hiromu Arakawa yang ditunggu akhirnya tayang tahun ini dengan mengungkapkan berbagai hal menarik
Ini dia salah satu karya Hiromu Arakawa yang siap tayang dalam bentuk anime tahun ini yaitu Daemons of the Shadow Realm atau Yomi no Tsugai. Pada tanggal 2 Februari 2026, kita diperlihatkan berbagai hal menarik dimulai dari tanggal penayangan yang akan dimulai pada 4 April 2026 di Jepang pada stasiun televisi Tokyo MX, BS11, Gunma TV, dan Tochigi TV.
Dilanjutkan dengan preview terbarunya yang kalian bisa lihat dibawah ini,
Lagu pembuka pertama akan memiliki judul lagu “Tobu Toki” (Time to Fly) dari Vaundy dan lagu penutup akan memiliki judul lagu “Tobō yo” (Let’s Fly) yang akan dinyanyikan oleh Yama.
Kita juga diperlihatkan seiyuu tambahan untuk karakter yang akan diperankan di Daemons of the Shadow Realm.
Takako Honda sebagai “Left”
Rikiya Koyama sebagai “Right”
Miyuri Shimabukuro sebagai Hana
Junichi Suwabe sebagai Jin
Di dunia tempat manusia tertentu memimpin duo supernatural perkasa yang disebut Daemon, merupakan hak asasi “anak-anak yang memisahkan siang dan malam”—si kembar Yuru dan Asa—untuk memerintah entitas yang kuat ini.
Terpisah sejak usia muda dan tidak menyadari kebenaran tentang kelahiran mereka, kakak beradik itu harus berjuang untuk kembali bertemu, mendapatkan hak kelahiran mereka, dan menyelamatkan dunia…
Sebentar lagi game smartphone GODDESS OF VICTORY: NIKKE akan berkolaborasi dengan salah satu anime terkenal “Lycoris Recoil” dan berikut info nya
Game berbasis tembak-tembakan Nikke akan berkolaborasi nih dengan anime tembak-tembakan juga yang berjudul Lycoris Recoil. Kolaborasi ini akan dimulai pada tanggal 12 Februari 2026 dan di kolaborasi ini bakalan ada karakter eksklusif dari Lycoris Recoil yang datang ke game Nikke.
Kalian bisa melihat video preview nya disini,
Pertama kita kedatangan salah satu main chara dari anime Lycoris Recoil, Chisato Nishikigi. Chisato akan hadir di gacha dengan rarity SSR secara terbatas pada tanggal 12 Februari hingga 12 Maret 2026.
Satu karakter terbatas juga akan muncul di gacha yaitu teman dari Chisato, Takina Inoue. Kehadiran Takina akan sedikit lebih terlambat dibandingkan Chisato yaitu pada tanggal 19 Februari dan akan berakhir di tanggal yang sama dengan Chisato.
Kurumi juga akan hadir sebagai character gratis dengan rarity SR. Kalian hanya perlu login selama 14 hari dan menyelesaikan story II dengan tingkat kesulitan normal dan hard.
Apakah kalian siap dengan kolaborasi antara Nikke x Lycoris Recoil?!
Aktris AV satu ini membagikan pendapatnya mengenai dirinya lebih memilih menjadi AV dibandingkan menjadi seorang koki
Salah satu aktris AV atau Adult Video dari Jepang membagikan pendapatnya mengenai karirnya saat ini di dunia tersebut. Karirnya dimulai dari dunia makanan sebagai seorang Chef hotel dan kemampuan memasak yang sangat baik, bahkan semua orang percaya karirnya akan melesat disana… namun, semua itu menurut orang lain saja, dan dirinya memilih membanting setir kedalam jalur dunia AV.
Aktris AV ini baru saja debut beberapa tahun lalu (2024), dan dia adalah Niko Kawagoe. Memiliki wajah cantik nan imut membuatnya sangat digemari di dunia AV saat ini dalam naungan maker S1 no. 1 Style.
Hal ini membuat orang Jepang terkejut karena perpindahan karir yang begitu drastis dan memberikan kritik yang sangat banyak mengenai hal ini. Bagaimana bisa Niko Kawagoe membanting setir ke dunia AV, berikut perkataannya dalam sebuah interview,
Awal Karir Sangat Menjanjikan
Pada awalnya Niko Kawagoe mendapatkan karir awal yang sangat menjanjikan, dimana dirinya bekerja sebagai chef di dapur utama pada tahun pertama dia masuk. Hal ini menandakan bahwa dirinya memilki skill yang sangat hebat di dunia tersebut.
Padahal mendapatkan karir baik ini, dirinya ditanya kenapa memilih membanting setir ke dunia AV padahal karirnya bisa melonjak di dunia kuliner. Berikut pernyataan Niko Kawagoe mengenai pertanyaan tersebut,
“Saat bekerja sebagai koki, saya merasa benar-benar kehilangan sisi feminin saya. Kuku dan rambut rusak, kulit penuh bekas luka bakar… lalu saya berpikir: ‘Saya ingin bekerja dengan cara yang memungkinkan saya tampil di depan umum.’ Itu mengingatkan saya pada apa yang sebenarnya saya inginkan.”
Perjalanan 2 Pekerjaan
Pada awalnya, dirinya debut sebagai aktris AV, Niko Kawagoe masih menjadi seorang chef di restoran tersebut. Mereka tidak mengetahui bahwa Niko Kawagoe telah debut sebagai aktris film dewasa, tetapi semua orang disitu menerimanya dengan sangat baik.
Saat ini dirinya bekerja 30% sebagai seorang Chef, dan 70% sebagai seorang aktris AV.
Pendapat Warga Jepang
Interview ini kemudian dipublikasikan secara online melalui Yahoo News, dan orang-orang Jepang mengatakan dirinya tidak pantas di dunia AV karena terlalu cantik, di sisi lain pun ada yang memberikan komentar-komentar pedas mengenai Niko Kawagoe.
Berikut berapa komentar-komentar tersebut,
“Saya rasa tidak ada pekerjaan yang lebih unggul atau lebih rendah, tetapi kombinasi ini tidak cocok bagi saya. Saya benar-benar kehilangan nafsu makan. Bahkan jika dia bukan seorang aktris, saya akan merasa aneh jika seseorang menjadi perawat hewan peliharaan sekaligus koki. Apakah dia tidak memikirkan citra itu? Jika dia seorang perawat dan aktris, atau petani dan koki, setidaknya salah satu profesi akan lebih berpengaruh.”
“Saya juga ingin menghormati pilihan karier anak-anak, tetapi saya ingin mereka menghindari pekerjaan yang melibatkan penjualan seksualitas. Itu akan terlalu menyedihkan untuk ditanggung. Industri ini memiliki hubungan dengan dunia bawah, dan saya tidak ingin siapa pun mengalami situasi yang menakutkan.”
“Bagaimana mungkin koki lain membiarkan seorang pemula tahun pertama melampauinya? Jika Anda bekerja dengan benar, Anda seharusnya tidak kalah dari seorang pemula biasa. Ini hanya menunjukkan bahwa level restoran tersebut biasa saja. Jika itu diibaratkan sebagai manusia yang memenangkan medali emas di Olimpiade Keterampilan atau mengikuti kompetisi dunia, maka itu akan masuk akal. Saya telah melihat orang-orang yang mewakili negara mereka di Olimpiade Keterampilan memasak dari dekat, dan tingkat eksekusinya benar-benar berbeda.”
“Seharusnya dia tidak pernah menjadi model gravure atau aktris film dewasa. Apakah daya tarik glamor yang memikatnya? Apakah dia ditemukan di kota besar? Siapa yang mengundangnya? Untuk orang-orang di Hachijōjima: Saya tahu kehidupan sangat bergantung pada pariwisata, tetapi kalian bekerja sangat keras. Menjadi koki juga merupakan pekerjaan yang indah yang dapat membawa kebahagiaan bagi orang-orang. Tidak pernah terlambat untuk meninggalkan sisi seksi.”
“Menjadi seorang koki juga melibatkan lingkungan yang keras dengan dalih ‘belajar’. Bekerja hingga pukul 11 malam dan mulai pukul 5 pagi adalah sesuatu yang bahkan bisa berujung ke pengadilan tenaga kerja. Bahkan saat belajar, dia menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk hari itu, bukan? Jika pekerjaan dan kehidupan pribadi dipisahkan dengan baik, talenta muda dapat berkembang tanpa harus menyerah. Ini sia-sia. Saya harap dia menemukan peluang yang lebih baik setelahnya.”
Sebuah komentar pedas dan harapan untuknya dilontarkan sisi komentar website tersebut, dan bagaimana menurut kalian mengenai Niko Kawagoe yang terjun ke dunia AV dari awal mula karir yang bagus di dunia kuliner?
Manga spin-off Iruma-kun akan diadaptasikan menjadi sebuah anime yang sudah dijadwalkan tayang tahun 2027
Pengumuman menyenangkan buat para penggemar anime Iruma-kun! Pada 04 Februari 2026, NHK mengumumkan spin-off atau bisa dibilang cerita lain dari Iruma-kun yang menjadi seorang mafia berjudul “Welcome to Demon School! Iruma-kun: IruMafia Edition.”
Welcome to Demon School! Iruma-kun: IruMafia Edition pertama kali muncul sebagai sebuah manga karya Hiroja yang mengadaptasikan karakter-karakter manga karya Osamu Nishi Welcome to Demon School! Iruma-kun.
Versi anime yang satu ini akan tayang Januari 2027 dan kalian bisa melihat visual pertama Welcome to Demon School! Iruma-kun: IruMafia Edition dari gambar diatas,
Dalam spin-off terbaru dari serial hit yang sukses ini, Iruma adalah seorang anak laki-laki miskin namun selalu ceria yang tumbuh di daerah kumuh kota yang kejam. Suatu hari, Iruma memberikan roti terakhirnya kepada seorang pria tua yang terluka dan merawatnya hingga sembuh—hanya untuk mengetahui bahwa pria tua itu tak lain adalah Don Sullivan, kepala Mafia Babyl! Tak lama kemudian, Don Sullivan kembali, membawa Iruma pergi, dan memohon agar anak laki-laki itu menjadi cucunya. Dan begitu saja, Iruma memulai kehidupan barunya sebagai penerus untuk memimpin geng besar—berani kita katakan—mafioso iblis!
Genre RPG telah lama menjadi salah satu pilar utama dalam industri game, namun JRPG memiliki daya tarik tersendiri yang sulit ditandingi. Sejak era SNES, game JRPG terbaik dikenal karena kekuatannya dalam menyajikan karakter yang terdefinisi dengan jelas serta alur cerita yang dirancang secara mendalam dan emosional. Pemain tidak hanya mengendalikan tokoh, tetapi juga ikut tumbuh bersama mereka melalui konflik, kehilangan, dan kemenangan yang terasa personal. Lebih dari sekadar hiburan, game JRPG terbaik turut mendorong evolusi medium game itu sendiri, terutama melalui penggunaan cutscene sinematik dan pengisi suara berkualitas tinggi yang membuat cerita terasa hidup layaknya film interaktif.
Dengan sejarah panjang yang membentang puluhan tahun, tidak mengherankan jika genre ini melahirkan begitu banyak judul legendaris. Seri besar seperti Final Fantasy, Persona, dan Dragon Quest saja sudah dipenuhi oleh deretan game JRPG terbaik yang membekas di ingatan para pemain lintas generasi. Meski begitu, hanya segelintir judul yang benar-benar mampu berada di puncak genre, mempertahankan kualitasnya seiring waktu, dan terus relevan hingga kini. Game JRPG terbaik inilah yang bukan hanya sukses secara teknis dan naratif, tetapi juga meninggalkan warisan kuat yang memengaruhi desain dan storytelling game modern.
10. Suikoden II
Meski Suikoden pertama sudah tergolong solid, justru upaya kedua Konami lewat Suikoden II yang melahirkan sebuah mahakarya klasik yang kerap diremehkan. Berlatar tiga tahun setelah kejadian di game pertama, Suikoden II mengikuti perjalanan Riou dalam usahanya menghentikan konflik dan membawa perdamaian bagi dua negara yang terjerumus ke dalam perang. Seiring perjalanannya, Riou tidak hanya berjuang sebagai individu, tetapi juga membangun pasukannya sendiri, sebuah perjalanan ambisius yang pada akhirnya mempertemukannya dengan salah satu antagonis paling ikonik dalam sejarah game JRPG terbaik.
Keistimewaan Suikoden II terletak pada kemampuannya menyempurnakan fondasi kuat dari pendahulunya tanpa kehilangan identitas. Cerita yang disajikan terasa jauh lebih emosional dan matang, dengan pengembangan karakter yang mendalam dan penuh nuansa. Di saat yang sama, game ini tetap mempertahankan elemen khas yang membuat seri ini unik, seperti jumlah karakter yang sangat besar serta variasi sistem pertempuran, mulai dari duel satu lawan satu hingga perang skala besar. Kombinasi inilah yang menjadikan Suikoden II sebagai pengalaman luar biasa dan pantas dikenang sebagai salah satu game JRPG terbaik dari waralaba yang benar-benar berbeda dibandingkan JRPG lainnya.
9. Legend of Heroes: Trails from Zero
Sebagai salah satu waralaba JRPG yang telah bertahan lebih dari dua dekade, The Legend of Heroes terus menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menghadirkan kualitas. Dari sekian banyak judul yang telah dirilis, The Legend of Heroes: Trails from Zero kerap dianggap sebagai salah satu puncaknya. Sebagai entri keempat dalam seri, game ini membawa pemain ke Crossbell, sebuah negara-kota dengan dinamika politik dan kriminalitas yang kompleks. Di sini, pemain mengikuti kisah Lloyd Bannings, seorang detektif pemula yang bergabung dengan tim kepolisian khusus bernama Special Support Section untuk memberantas kejahatan. Pendekatan cerita yang lebih membumi dan berfokus pada kehidupan sehari-hari menjadikan Trails from Zero sebagai game JRPG terbaik bagi mereka yang menginginkan narasi detail dan berlapis.
Trails from Zero mencerminkan semua keunggulan yang ditawarkan seri Trails dalam satu paket yang solid dan terfokus. Dunia yang saling terhubung terasa hidup, dengan karakter pendukung dan latar yang memiliki kesinambungan kuat, ciri khas yang membuat seri ini dicintai penggemar setianya. Meski demikian, durasinya relatif lebih ringkas untuk ukuran JRPG, yakni sedikit di atas 40 jam, sehingga alur ceritanya tetap padat dan tidak berlarut-larut. Jumlah karakter utama yang tidak terlalu banyak justru menjadi kelebihan, karena masing-masing mendapatkan porsi pengembangan yang signifikan. Semua elemen ini berpadu menjadikan Trails from Zero sebagai salah satu game JRPG terbaik yang pernah lahir dari franchise The Legend of Heroes.
8. Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age
Sebagai pelopor yang meletakkan fondasi genre, Dragon Quest kerap disebut sebagai kakek dari seluruh JRPG, dan hingga kini namanya masih identik dengan kualitas tinggi. Warisan panjang tersebut kembali terasa kuat lewat Dragon Quest XI, sebuah judul yang menempatkan pemain sebagai sang Luminary dalam perjalanan menyelamatkan dunia dengan mencapai pohon dunia legendaris, Yggdrasil. Namun, petualangan ini jauh lebih dari sekadar misi klasik menyelamatkan dunia. Dragon Quest XI menghadirkan kisah panjang yang epik, penuh kejutan emosional, dan mampu mempertahankan perhatian pemain dari awal hingga akhir, menjadikannya salah satu game JRPG terbaik yang pernah dirilis oleh Square Enix.
Menariknya, Dragon Quest XI tidak berusaha mengubah formula yang sudah terbukti berhasil. Sebaliknya, game ini mengeksekusi setiap elemen klasik dengan kualitas tertinggi. Dunia yang disajikan terasa hidup, indah, dan memiliki pesona khas yang bahkan sulit ditandingi oleh banyak game JRPG terbaik lainnya. Deretan karakternya ditulis dengan sangat baik, mudah disukai, dan berkembang secara alami sepanjang cerita, sementara kualitas penulisan dialog dan narasi berada di level yang nyaris sempurna. Sebagai penanda kembalinya Dragon Quest ke konsol modern, Dragon Quest XI sukses membuktikan bahwa seri legendaris ini masih menyimpan keajaiban yang sama seperti dulu, bahkan di era JRPG modern.
7. Chrono Trigger
Rasanya mustahil membicarakan daftar game JRPG terbaik sepanjang masa tanpa menyebut Chrono Trigger. Game legendaris ini lahir dari kolaborasi para maestro industri JRPG, mulai dari Akira Toriyama selaku desainer karakter Dragon Quest hingga Hironobu Sakaguchi, kreator Final Fantasy. Dengan jajaran kreator sebesar itu, Chrono Trigger memang sudah ditakdirkan menjadi sesuatu yang istimewa. Namun siapa sangka, game ini justru berkembang menjadi salah satu kejutan terbesar di era 16-bit, sebuah mahakarya kecil yang hingga kini masih sering disebut sebagai standar emas bagi game JRPG terbaik.
Keunggulan Chrono Trigger juga terletak pada desainnya yang ramah bagi pemain baru tanpa mengorbankan kedalaman. Sistem pertarungan dan kustomisasi dibuat lebih sederhana dan intuitif, sehingga mudah dipahami bahkan oleh mereka yang baru mengenal genre ini. Ditambah lagi, durasinya relatif singkat dibandingkan banyak game JRPG terbaik lainnya, memungkinkan pemain menamatkannya tanpa komitmen waktu berlebihan. Namun jangan tertipu oleh panjang ceritanya, karena dengan lebih dari selusin ending berbeda, Chrono Trigger justru mendorong pemain untuk kembali berkali-kali dan mengeksplorasi seluruh kemungkinan yang ditawarkan oleh salah satu JRPG paling ikonik sepanjang sejarah.
6. Pokémon HeartGold and SoulSilver
Sulit membicarakan JRPG tanpa menyebut Pokémon, waralaba yang bisa dibilang sebagai game JRPG terbaik paling sukses secara global. Dari sekian banyak serinya, Pokémon HeartGold dan SoulSilver kerap dianggap sebagai puncak kejayaan Pokémon, terutama karena keduanya merupakan remake dari Gold dan Silver yang legendaris. Sama seperti bagaimana Generasi 2 dulu menyempurnakan fondasi Generasi 1, versi remake ini menghadirkan lompatan kualitas yang terasa signifikan. Dengan visual yang lebih modern, mekanik yang diperhalus, serta sentuhan nostalgia yang kuat, HeartGold dan SoulSilver berhasil menunjukkan bagaimana sebuah game JRPG terbaik dapat menghormati versi orisinalnya sekaligus menawarkan pengalaman yang jauh lebih matang.
Keunggulan HeartGold dan SoulSilver tidak hanya terletak pada peningkatan teknis semata, tetapi juga pada berbagai fitur quality-of-life yang membuat pengalaman bermain terasa jauh lebih nyaman. Pemain diajak menjelajahi salah satu peta terbesar dalam sejarah Pokémon, lengkap dengan jumlah Pokémon yang melimpah bagi mereka yang benar-benar ingin “catch ’em all.” Skala petualangan yang luas ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak penggemar menempatkannya sebagai game JRPG terbaik di lini Pokémon. Meski demikian, posisinya berada di peringkat sepuluh karena aspek cerita yang masih tergolong sederhana jika dibandingkan dengan JRPG lain yang lebih menekankan narasi mendalam dan emosional.
5. Xenoblade Chronicles 3
Monolith Soft selama bertahun-tahun seolah bekerja dalam diam, namun konsistensinya justru melahirkan deretan game JRPG terbaik lewat seri Xenoblade Chronicles. Selama lebih dari 15 tahun, setiap judulnya selalu mengajak pemain menjelajahi dunia yang indah, luas, dan penuh imajinasi, dibalut dengan kisah epik yang sulit dilupakan. Di antara semuanya, Xenoblade Chronicles 3 sering disebut sebagai puncak pencapaian seri ini. Game ini menghadirkan cerita kelam tentang dua masyarakat yang terjebak dalam perang tanpa akhir, di mana para prajuritnya hanya memiliki usia sepuluh tahun, sebuah premis yang kuat dan emosional yang mempertegas statusnya sebagai game JRPG terbaik.
Sebagai penerus, Xenoblade Chronicles 3 tidak sekadar melanjutkan formula lama, tetapi menyempurnakan hampir setiap aspek dari pendahulunya. Sistem pertarungan terasa jauh lebih solid dan responsif, sembari menawarkan pilihan class dan teknik yang sangat beragam, memungkinkan pemain bereksperimen dan membangun gaya bermain sesuai preferensi masing-masing. Tingkat kustomisasi yang mendalam ini membuat pengalaman bermain terasa segar dan personal, ciri khas dari game JRPG terbaik modern. Di sisi lain, kualitas penulisan side quest juga meningkat drastis, membuat setiap cerita sampingan terasa berarti dan semakin menarik pemain untuk tenggelam dalam dunia Xenoblade 3 yang unik dan penuh misteri.
4. Yakuza: Like A Dragon
Melihat berbagai perubahan besar yang dibawa, Yakuza: Like A Dragon sebenarnya tampak seperti proyek yang berisiko tinggi dan berpotensi gagal. Seri ini mengganti protagonis ikoniknya dengan Ichiban Kasuga, sosok ceroboh namun penuh hati, sekaligus mengubah sistem pertarungan khas brawler menjadi turn-based ala JRPG. Secara teori, kombinasi ini seharusnya menjadi bencana. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Like A Dragon berhasil menjelma menjadi salah satu judul terbaik dalam sejarah waralaba Yakuza, bahkan layak disebut sebagai salah satu game JRPG terbaik sepanjang masa berkat keberaniannya berinovasi tanpa kehilangan identitas.
Kekuatan utama Yakuza: Like A Dragon terletak pada ceritanya yang membumi dan relevan, mengisahkan perjuangan memulai hidup dari nol di usia dewasa, dimana menjadi sebuah tema yang jarang dieksplorasi secara mendalam dalam game JRPG terbaik lainnya. Narasinya juga diperkaya dengan kritik sosial dan politik yang tajam terhadap isu marginalisasi, disampaikan secara berani namun tetap manusiawi. Di sisi lain, penghormatan yang ditunjukkan game ini terhadap Dragon Quest membuatnya terasa seperti surat cinta bagi para gamer yang tumbuh bersama JRPG klasik. Untuk percobaan pertama RGG Studio dalam mengubah Yakuza utama menjadi JRPG turn-based, hasil akhirnya terasa nyaris sempurna dan membuktikan bahwa inovasi besar bisa melahirkan game JRPG terbaik jika dieksekusi dengan visi yang jelas.
3. Final Fantasy VI
Reputasi luar biasa Square sebagai pengembang game sejatinya telah terbentuk jauh sebelum Final Fantasy VII mendunia. Salah satu bukti terkuatnya adalah Final Fantasy VI, judul terakhir Square untuk SNES yang pada masanya menjadi tonggak penting bagi perkembangan JRPG. Saat pertama kali dirilis, game ini langsung menuai pujian kritikus dan berbagai penghargaan, menandai puncak kualitas JRPG di era tersebut. Seiring berjalannya waktu, legenda Final Fantasy VI justru semakin menguat, hingga kerap disebut sebagai “hidden gem” yang oleh banyak penggemar garis keras dianggap sebagai game JRPG terbaik yang pernah ada.
Meski anggapan eksklusif semacam itu bisa terasa berlebihan, sulit untuk menyangkal kualitas luar biasa yang dimiliki Final Fantasy VI. Bahkan setelah puluhan tahun, game ini masih dikenang berkat kehadiran salah satu antagonis paling mengerikan dan ikonik dalam sejarah JRPG, serta plot twist besar yang terus dibicarakan hingga kini. Dari sisi visual, gaya pixel art yang diusungnya tetap terlihat memukau dan berkarakter, membuktikan bahwa estetika klasik bisa menua dengan sangat anggun. Semua elemen tersebut menjadikan Final Fantasy VI bukan hanya bagian penting dari sejarah, tetapi juga contoh abadi tentang bagaimana sebuah game JRPG terbaik mampu melampaui batas waktu.
2. Persona 5 Royal
Atlus tampaknya tak pernah kehabisan cara untuk melampaui pencapaiannya sendiri lewat seri Persona. Jika Persona 4 Golden sempat dianggap sebagai titik tertinggi waralaba ini, maka Persona 5 Royal berhasil mengambil alih posisi tersebut dan mengukuhkan diri sebagai salah satu game JRPG terbaik sepanjang masa. Kelompok Phantom Thieves of Hearts hadir sebagai salah satu jajaran karakter paling karismatik dan berdimensi dalam sejarah JRPG, dengan dinamika yang terasa hidup dan penuh emosi. Bahkan Joker, sang protagonis bisu, sukses diangkat menjadi ikon populer berkat penulisan karakter dan presentasi cerita yang kuat, sebuah pencapaian langka bagi game JRPG terbaik.
Seperti seri sebelumnya, Persona 5 Royal membuktikan bahwa menjelajahi Jepang modern bisa sama menariknya dengan dunia fantasi penuh naga dan sihir. Kehidupan sekolah, hubungan sosial, hingga sisi gelap masyarakat dikemas secara seimbang dan memikat. Gaya visual antarmuka yang penuh gaya dipadukan dengan soundtrack jazzy yang ikonik, menciptakan pengalaman bermain yang sulit dilupakan bahkan lama setelah kredit penutup bergulir. Pada titik ini, tantangan terbesar bagi seri Persona justru terletak pada Atlus sendiri: bagaimana mereka bisa kembali melampaui standar setinggi ini dan menciptakan game JRPG terbaik berikutnya di masa depan.
1. Final Fantasy Tactics
Beruntungnya, Square Enix kembali menghidupkan mahakarya ini melalui versi remake, sehingga generasi pemain baru akhirnya dapat merasakan pengalaman yang seharusnya tidak boleh dilewatkan siapa pun. Final Fantasy Tactics kerap disebut, tanpa ragu, sebagai puncak tertinggi dalam seri Final Fantasy sekaligus salah satu game JRPG terbaik sepanjang masa. Game ini menghadirkan kisah tragis yang ditulis dengan sangat matang, penuh intrik politik dan konflik moral, sehingga mampu membuat pemain terus terpikat dari awal hingga akhir. Deretan karakternya pun termasuk yang terkuat dan paling berkesan dalam sejarah JRPG, menjadikan narasinya terasa mendalam dan emosional.
Memang, sistem pertarungan taktis berbasis grid dalam Final Fantasy Tactics membutuhkan waktu untuk benar-benar dikuasai, terutama bagi pemain yang belum terbiasa. Namun setelah ritmenya dipahami, banyak yang justru menganggapnya sebagai salah satu sistem terbaik yang pernah ada di game JRPG terbaik. Ragam class dan skill yang sangat luas membuka ruang kustomisasi nyaris tanpa batas, membuat setiap pertempuran terasa unik dan menantang. Bahkan puluhan tahun setelah rilis pertamanya, Final Fantasy Tactics tetap berdiri sebagai standar ideal yang terus menjadi acuan bagi pengembang dalam menciptakan game JRPG terbaik di masa depan.
Kalau ada Uma Musume yang selalu bikin suasana heboh dan penuh energi, itu adalah Daitaku Helios. Ia dikenal sebagai karakter yang selalu siap bersenang-senang, berbicara dengan gaya ceria dan penuh slang, serta membawa vibe yang bikin semua orang ingin ikut berpesta. Helios bukan sekadar Uma Musume biasa: dia adalah semangat yang dikodekan menjadi bentuk manusia berkuda, siap menerjang setiap balapan dengan sorak dan tawa. Energinya yang tak tertahankan membuat setiap momen bersamanya terasa seperti festival, bukan sekadar perlombaan.
Di dunia Uma Musume: Pretty Derby, Helios sering terlihat sebagai “party girl” yang tidak bisa diam. Cara dia memanggil dirinya dengan istilah gyaru dan memakai slang kekinian menjadikannya unik di antara teman-temannya yang lebih serius. Meskipun awalnya kepribadiannya terlihat lucu dan santai, Helios juga menunjukkan bahwa ia punya cara sendiri untuk menghadapi tantangan. Keberadaannya memberi warna pada cerita yang kadang terlalu serius, dan membuktikan bahwa menikmati hidup bisa menjadi kekuatan tersendiri jika dipadukan dengan kerja keras.
1. Daitaku Helios di Anime dan Game Uma Musume: Pretty Derby
Dalam anime Uma Musume, Daitaku Helios tampil sebagai sosok yang selalu ceria, bersemangat, dan penuh intrik sosial. Ia termasuk karakter pendukung yang sering muncul di Season 2 dan Season 3 yang terlihat sering bersama dengan Mejiro Palmer sebagai bestie gyaru-nya, dimana dengan kehadiran mereka yang selalu membuat momen ringan dan lucu di tengah kompetisi serius. Mereka berdua terkenal akan teriakan khasnya, yaitu “Weeeiii!!” yang sering terdengar diucapkan oleh Helios, membuat teriakan itu menjadi ikonik di kalangan para fans. Anime menampilkan Helios sebagai gadis yang tidak mudah bosan, sering tertawa keras, dan tidak takut menjadi pusat perhatian. Sosoknya yang ceria membuatnya jadi daya tarik tersendiri di antara Uma Musume lainnya yang lebih fokus pada target kemenangan.
Di versi game Uma Musume: Pretty Derby, karakter Helios memiliki trait yang mirip dengan bagaimana ia digambarkan di wiki karakter, yaitu sebagai partisipan yang suka “party” sekaligus runner yang energik. Dalam game, walaupun ia juga diperlihatkan sangat dekat dengan Mejiro Palmer, namun ada satu uma musume lain yang cukup dekat dengannya yang punya hubungan sedikit menarik. Uma musume itu adalah Daiichi Ruby, dimana Helios mengakui bahwa saat bertemu dengan Ruby untuk pertama kalinya, ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun sayangnya Ruby tidak pernah menganggap Helios secara serius dikarenakan sikapnya yang cukup cool dan elegan, layaknya bangsawan.
Daitaku Helios tersedia dalam dua bentuk trainee utama: Fun☆Fun☆ぱりない dan Joyful Jamboree!, masing-masing dengan skill unik dan statistik yang mencerminkan fokusnya pada kecepatan, tenaga, dan mental yang kuat saat berada di posisi depan perlombaan.
Gameplay Helios menunjukkan bahwa ia sangat cocok dengan strategi Front atau Escape, yang berarti ia suka memimpin dari depan sejak awal dan menjaga posisi itu semaksimal mungkin. Ini sesuai dengan tema dirinya yang tidak ragu untuk “menjadi sorotan” dan membuat balapan terasa seperti pesta besar. Untuk pemain yang menyukai karakter dengan kepribadian kuat dan gaya berlari agresif nan flamboyan, Helios menjadi pilihan yang unik karena ia mampu menonjol secara performa sekaligus membawa mood positif di timeline permainan.
2. Daitaku Helios di Dunia Nyata
Versi dunia nyata dari Daitaku Helios adalah seekor kuda pacu bernama sama, lahir pada 10 April 1987 di Biratori, Hokkaido, Jepang. Ia merupakan kuda berwarna gelap (dark bay) yang terkenal karena gaya balapnya yang tidak biasa dan kilat, terutama di jarak menengah seperti 1600 meter. Helios berkompetisi dalam 35 balapan dan mencatat 10 kemenangan, menunjukkan performa yang konsisten dan sering mengalahkan rival besar.
Yang membuat Helios sangat dikenang adalah gaya berlarinya yang unik: ia terkadang membawa kepala tinggi dan mulut terbuka seolah sedang tersenyum atau tertawa saat berlari, sehingga penggemar memanggilnya “Laughing Horse” atau kuda yang “tertawa”. Kebiasaan unik ini dipandang bukan hanya lucu, tetapi juga mencerminkan karakter agresifnya saat lomba. Kadang ia memimpin jauh di awal dan membuat ritme balapan berubah, yang membuat banyak pengamat dan fans tertarik dengan performanya.
Selain itu, Daitaku Helios dikenal sebagai kuda yang mampu mengejutkan lawan, terutama ketika peluangnya rendah. Ia beberapa kali menang ketika dianggap underdog, yang membuatnya mendapat julukan lucu seperti the horse who reads newspapers karena hasilnya sering bertolak belakang dengan prediksi. Setelah pensiun, Helios hidup damai sampai wafat pada 12 Desember 2008, meninggalkan reputasi sebagai karakter kuat namun tidak biasa di sejarah pacuan Jepang.
3. Penutup
Daitaku Helios adalah bukti bahwa dalam balap kuda maupun dalam cerita fiksi, karakter yang paling berkesan bukan selalu yang paling serius atau paling dominan, tetapi juga yang mampu menghidupkan suasana dan membuat orang lain tersenyum. Versinya di Uma Musume menangkap esensi tersebut dengan sempurna: seorang Uma Musume yang suka bersenang-senang, tetapi tetap serius saat balapan dimulai. Kepribadiannya yang ekspresif dan dialognya yang penuh gaya slang memberi warna berbeda yang menarik di antara banyak karakter lain.
Dalam dunia nyata, kuda Daitaku Helios menunjukkan bahwa keunikan dan karakter juga bisa menarik perhatian publik serta fans pacuan kuda. Gaya berlarinya yang tidak umum, kebiasaan yang disebut “tertawa di lintasan,” dan kemampuan menang saat peluang rendah membuatnya dikenang sebagai salah satu kuda paling menarik secara persona. Dari balapan sungguhan hingga adaptasi Uma Musume, Helios terus memancarkan energi yang sama: penuh semangat, tidak mudah ditiru, dan selalu siap membuat setiap balapan terasa seperti pesta yang tak terlupakan.
Film Jepang Kokuho akhirnya resmi tayang di Indonesia setelah mencatat kesuksesan luar biasa di negara asalnya. Film drama epik berlatar seni tradisional kabuki ini menjadi fenomena besar di Jepang, baik secara komersial maupun kritik, dan disebut sebagai salah satu film live action Jepang paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir.
Mengangkat kisah perjalanan hidup seorang aktor kabuki, Kokuho tidak hanya menyuguhkan drama manusia yang kuat, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali minat publik terhadap seni tradisional Jepang yang telah berusia ratusan tahun.
Sinopsis Film Kokuho
Kokuho mengisahkan Kikuo, seorang anak laki-laki yang lahir dari keluarga yakuza di Nagasaki. Hidupnya berubah drastis setelah sang ayah tewas dalam konflik antar geng. Kikuo kemudian diasuh oleh seorang aktor kabuki ternama, yang melihat bakat tersembunyi dalam diri bocah tersebut.
Di lingkungan baru itu, Kikuo mulai mempelajari dunia kabuki, yaitu seni teater tradisional Jepang yang menuntut disiplin tinggi, ketekunan ekstrem, dan pengorbanan besar. Ia tumbuh bersama anak kandung sang aktor, yang kelak menjadi sahabat sekaligus rival terbesarnya di atas panggung.
Perjalanan Kikuo tidak mudah. Ia harus menghadapi stigma karena bukan berasal dari keluarga kabuki murni, persaingan internal yang keras, serta pergulatan batin antara ambisi pribadi dan kesetiaan pada seni. Film ini mengikuti puluhan tahun perjalanan hidupnya hingga ia mencapai puncak karier sebagai aktor kabuki legendaris sekaligus mempertanyakan harga yang harus dibayar untuk sebuah pengabdian total.
Fenomena Film Kokuho di Jepang
Sejak penayangan perdananya di Jepang, Kokuho langsung mencuri perhatian publik. Film ini mencetak rekor box office, meraih pendapatan fantastis dan menempatkannya sebagai salah satu film live action Jepang terlaris sepanjang masa.
Jumlah penontonnya menembus belasan juta orang, angka yang jarang dicapai film drama berdurasi panjang dengan tema seni tradisional. Kesuksesan ini dianggap luar biasa karena Kokuho bukan film aksi atau adaptasi manga populer, melainkan drama budaya yang sarat dialog dan emosi.
Selain sukses secara komersial, Kokuho juga mendapat pujian kritikus atas:
Akting para pemain yang intens dan autentik
Penggambaran dunia kabuki yang detail dan realistis
Sinematografi panggung yang megah
Cerita tentang kelas sosial, warisan budaya, dan pengorbanan hidup
Film ini bahkan mendorong meningkatnya minat generasi muda Jepang terhadap pertunjukan kabuki, dengan beberapa teater melaporkan lonjakan penonton setelah film tersebut dirilis.
Menghidupkan Kembali Seni Kabuki
Salah satu kekuatan utama Kokuho adalah keberhasilannya memperkenalkan kabuki kepada penonton modern tanpa terasa kaku atau membosankan. Film ini menampilkan proses latihan yang keras, tata rias ikonik, kostum megah, serta filosofi hidup di balik seni panggung tradisional Jepang.
Bagi penonton internasional, termasuk Indonesia, Kokuho menjadi jendela untuk memahami bagaimana seni, identitas, dan harga diri saling terkait dalam budaya Jepang.
Kapan Tayang di Indonesia?
Dengan antusiasme tinggi dari penonton Asia, kehadiran Kokuho di bioskop Indonesia menjadi kabar baik bagi pecinta film drama dan budaya. Film ini menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda, emosional, mendalam, dan sarat nilai budaya.
Kokuho bukan sekadar film tentang kabuki, melainkan kisah tentang manusia, ambisi, dan pengabdian total pada sebuah jalan hidup. Nantikan film ini yang akan tayang pada 18 Februari 2026 di bioskop terdekatmu.
Jangan lupa ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^ Sumber: cgv Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang: Instagram: @titipjepang Twitter: @titipjepang Facebook: Titip Jepang
Super Sentai telah mendapatkan penghargaan dari organisasi rekor Jepang di penghujung penayangannya
Pada tanggal 5 Februari 2026, waralaba Super Sentai mendapatkan penghargaan dari Japanese Records di penghujung karir penayangannya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai “Most Henshin Heroes in a Japanese Tokusatsu TV Series” dengan jumlah total lebih dari 300 karakter dalam 50 tahun!
Dalam jumlah henshin tentunya Super Sentai lah yang paling banyak, karena disetiap serialnya ada setidaknya 3 hingga 7 karakter Sentai yang muncul selama 5 dekade ini. Membuktikan bahwa Super Sentai telah mencatat sejarah panjang di stasiun televisi Jepang.
Kalian bisa melihat penghargaan “Most Henshin Heroes in a Japanese Tokusatsu TV Series” pada gambar utama artikel ini.
Mengakhiri 50 karir Super Sentai dengan mendapatkan sebuah penghormatan besar dari seluruh Jepang merupakan akhir yang pantas dan akan mengukir kenangan bagi orang Jepang maupun luar Jepang untuk tiga generasi mendatang.
Drama Korea Can This Love Be Translated? menarik perhatian penonton bukan hanya karena kisah romansa lintas budaya yang diangkat, tetapi juga karena kehadiran elemen Jepang yang terasa menyatu dengan cerita. Jepang dalam drama ini tidak sekadar menjadi latar lokasi, melainkan hadir melalui nilai budaya, cara berkomunikasi, hingga pendekatan visual yang membentuk suasana dan konflik emosional para tokohnya.
Berbeda dari kebanyakan drama Korea romance yang mengandalkan dialog emosional dan konflik besar, Can This Love Be Translated? menghadirkan cerita yang memberi ruang pada detail-detail kecil yang terasa autentik. Di sinilah elemen Jepang berperan, terlihat dari latar cerita di Jepang, cara tokoh menyampaikan perasaan secara tidak langsung, serta nilai budaya yang menekankan ketenangan dan keharmonisan.
Jepang Bukan Sekadar Latar Cerita
Elemen Jepang paling mudah dikenali tentu hadir melalui latar cerita. Beberapa bagian penting dalam drama ini mengambil setting di Jepang dengan suasana yang cenderung tenang dan sederhana. Lingkungan yang ditampilkan tidak digambarkan sebagai kota yang ramai dan penuh distraksi, melainkan sebagai ruang yang memberi kesempatan bagi karakter untuk berefleksi.
Penggunaan latar Jepang tersebut bukan sekadar pemanis visual. Suasana yang hening dan tertata rapi membantu membangun emosi cerita, terutama pada fase awal hubungan antar tokoh. Jepang digambarkan sebagai ruang pertemuan, tempat munculnya ketertarikan awal, sekaligus titik di mana perasaan mulai berkembang secara perlahan.
Perasaan yang Tak Selalu Diucapkan
Selain latar tempat, elemen Jepang juga terlihat pada cara para tokohnya berkomunikasi. Dialog dalam drama ini cenderung singkat, penuh jeda, dan minim pernyataan perasaan secara eksplisit. Emosi tidak selalu diungkapkan lewat kata-kata, melainkan melalui gestur kecil, ekspresi wajah, serta respons yang terlihat sederhana.
Gaya komunikasi semacam ini lekat dengan budaya Jepang yang mengutamakan kesantunan dan kehati-hatian dalam menyampaikan perasaan. Banyak hal justru disampaikan secara implisit. Penonton pun diajak untuk lebih peka membaca situasi dan memahami makna di balik keheningan atau kalimat yang terdengar biasa.
Konflik yang Datang dari Dalam Diri Tokoh
Elemen Jepang juga hadir melalui nilai budaya yang membentuk konflik cerita. Salah satu nilai yang cukup menonjol adalah upaya menjaga keharmonisan dan menekan kepentingan pribadi demi mempertimbangkan perasaan orang lain. Tokoh-tokohnya kerap berada dalam dilema antara mengikuti keinginan hati atau memenuhi tanggung jawab sosial.
Konflik yang muncul jarang digambarkan dalam bentuk pertentangan terbuka. Sebaliknya, drama ini lebih banyak mengeksplorasi konflik batin yang berlangsung secara sunyi. Pergulatan emosional tersebut terasa realistis dan dekat dengan keseharian, terutama bagi penonton yang akrab dengan budaya Asia Timur.
Bukan Sekadar Bahasa, tapi Cara Memahami Perasaan
Sesuai dengan judulnya, bahasa menjadi elemen penting dalam cerita. Namun, proses menerjemahkan dalam drama ini tidak semata soal bahasa secara harfiah. Yang lebih ditekankan adalah upaya memahami maksud, emosi, dan perasaan yang tersembunyi di balik kata-kata.
Dalam konteks budaya Jepang, satu kalimat sederhana bisa memiliki makna emosional yang lebih dalam tergantung situasi dan relasi antar tokoh. Perbedaan cara mengekspresikan perasaan inilah yang memperkaya dinamika hubungan para karakter dan menjadi sumber konflik yang halus namun bermakna.
Visual Sederhana yang Menguatkan Emosi Cerita
Dari sisi visual, pengaruh Jepang terlihat melalui pendekatan estetika yang minimalis dan bersih. Penggunaan warna yang lembut, pencahayaan yang tidak berlebihan, serta komposisi adegan yang sederhana membuat drama ini terasa tenang dan intim. Kamera sering dibiarkan diam lebih lama, memberi ruang bagi emosi karakter untuk berkembang tanpa gangguan.
Pendekatan visual ini sejalan dengan gaya penceritaan yang tidak tergesa-gesa. Alih-alih mengandalkan musik dramatis atau dialog panjang, emosi dibangun melalui suasana, ritme, dan detail kecil yang perlahan mengendap di benak penonton.
Elemen Jepang yang Menyatu dengan Cerita
Secara keseluruhan, elemen Jepang dalam Can This Love Be Translated? tidak hadir sebagai tempelan semata. Budaya, nilai, bahasa, dan estetika Jepang menyatu dengan alur cerita serta perkembangan karakter. Elemen-elemen tersebut justru menjadi fondasi yang menguatkan tema besar drama ini, yakni tentang cinta, perbedaan, dan upaya saling memahami.
Lewat elemen Jepang yang disisipkan secara halus, Can This Love Be Translated? tidak hanya bercerita tentang romansa lintas budaya, tetapi juga tentang cara memahami perasaan yang sering kali tak terucap. Alih-alih menonjolkan konflik besar, drama ini justru membiarkan detail kecil, gestur sederhana, dan keheningan menyampaikan maknanya sendiri.
Itu dia elemen Jepang yang disisipkan secara halus dalam drama Can This Love Be Translated?. Tidak hanya bercerita tentang romansa lintas budaya, tetapi juga tentang cara memahami perasaan yang sering kali tak terucap. Alih-alih menonjolkan konflik besar, drama ini justru membiarkan detail kecil, gestur sederhana, dan keheningan menyampaikan maknanya sendiri.
Jangan lupa ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^ Sumber: imdb Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang: Instagram: @titipjepang Twitter: @titipjepang Facebook: Titip Jepang
Cerita tentang yokai sudah lama menjadi bagian dari budaya Jepang. Yokai adalah makhluk supranatural yang dalam cerita lama sering digunakan untuk menjelaskan hal-hal aneh yang tidak bisa dipahami manusia. Seiring waktu, yokai juga menjadi bagian dari hiburan, seni, hingga budaya populer seperti anime dan manga.
Di antara ratusan yokai yang ada, beberapa dikenal karena kisahnya yang sangat menyeramkan. Berikut 10 yokai Jepang yang paling terkenal dalam cerita rakyat.
1. Jorogumo, Laba-Laba yang Berubah Menjadi Wanita Cantik
Jorogumo dipercaya sebagai laba-laba yang hidup sangat lama hingga akhirnya memiliki kemampuan berubah menjadi manusia. Biasanya, ia digambarkan berubah menjadi wanita cantik untuk menarik perhatian pria. Setelah korban terpikat dan lengah, Jorogumo akan menjebak dan membunuh mereka.
Dalam beberapa cerita, Jorogumo juga digambarkan menggunakan musik atau suara lembut untuk menenangkan korban sebelum menyerang. Kisah ini sering dianggap sebagai peringatan agar manusia tidak mudah tertipu oleh penampilan luar.
2. Gashadokuro, Tengkorak Raksasa dari Korban Perang
Gashadokuro merupakan salah satu yokai paling menyeramkan karena ukurannya yang sangat besar. Makhluk ini dipercaya terbentuk dari kumpulan tulang manusia yang meninggal akibat perang atau kelaparan. Karena meninggal secara tragis, roh mereka dipercaya menyatu dan berubah menjadi makhluk raksasa yang penuh amarah.
Gashadokuro biasanya muncul pada malam hari dan menyerang manusia yang lewat sendirian. Dalam beberapa cerita, makhluk ini hampir tidak bisa dihancurkan karena terbentuk dari kebencian dan penderitaan banyak orang.
3. Kuchisake-onna, Wanita Bermulut Robek
Kuchisake-onna merupakan salah satu legenda urban Jepang yang sangat terkenal. Ia biasanya digambarkan sebagai wanita yang memakai masker dan mendekati orang di tempat sepi. Ia kemudian akan bertanya apakah dirinya cantik.
Masalahnya, jawaban apa pun bisa berbahaya. Jika menjawab tidak, korban bisa langsung diserang. Jika menjawab iya, ia akan membuka maskernya dan memperlihatkan mulut yang robek, lalu mengajukan pertanyaan yang sama lagi. Cerita ini sangat populer di Jepang sejak era modern dan sering diceritakan di kalangan pelajar.
4. Yamauba, Penyihir Gunung Pemakan Manusia
Yamauba sering digambarkan sebagai nenek tua yang tinggal di daerah pegunungan terpencil. Ia biasanya menyamar sebagai wanita lemah atau orang tua yang membutuhkan bantuan untuk menarik simpati korban.
Namun dalam banyak cerita, Yamauba sebenarnya berbahaya dan bisa memakan manusia. Beberapa legenda menyebut yokai ini berasal dari cerita kelam masa lalu, ketika orang tua yang tidak bisa bekerja ditinggalkan di gunung saat masa kelaparan.
5. Aka Manto, Hantu Misterius di Toilet Sekolah
Aka Manto merupakan salah satu yokai yang berasal dari cerita urban modern Jepang. Makhluk ini dipercaya muncul di toilet umum atau toilet sekolah. Ia akan menanyakan pilihan warna kertas toilet kepada korban.
Apa pun pilihan korban, hasilnya biasanya buruk. Karena itu, cerita Aka Manto sering menjadi cerita horor yang menakuti pelajar di Jepang, terutama sebagai kisah yang diceritakan dari mulut ke mulut.
6. Jubokko, Pohon yang Hidup dari Darah
Jubokko terlihat seperti pohon biasa, tetapi sebenarnya adalah yokai yang hidup dari darah manusia. Makhluk ini dipercaya muncul di area bekas pertempuran karena pohon menyerap darah korban perang.
Setelah berubah menjadi yokai, Jubokko dipercaya bisa mengisap darah manusia yang mendekatinya. Cerita ini sering dianggap sebagai simbol bahwa kekerasan manusia bisa meninggalkan dampak bahkan pada alam.
7. Obariyon, Yokai Penumpang Punggung
Obariyon digambarkan sebagai makhluk kecil yang tiba-tiba melompat ke punggung manusia. Awalnya terasa ringan, tetapi lama-kelamaan beratnya akan bertambah hingga korban tidak mampu bergerak.
Menariknya, dalam beberapa cerita, jika seseorang berhasil membawa Obariyon sampai tujuan, makhluk tersebut bisa berubah menjadi emas. Karena itu, Obariyon sering dianggap sebagai simbol beban hidup yang bisa berubah menjadi keberuntungan jika mampu dihadapi.
8. Kappa, Makhluk Air yang Tidak Selalu Jahat
Kappa adalah yokai yang hidup di sungai dan danau. Bentuknya sering digambarkan seperti gabungan manusia dan kura-kura. Berbeda dengan yokai lain, Kappa tidak selalu jahat.
Dalam beberapa cerita, Kappa bisa membantu manusia atau mengajarkan ilmu pengobatan. Namun dalam cerita lain, Kappa juga bisa berbahaya, terutama bagi manusia yang masuk ke wilayah air mereka.
9. Nuribotoke, Roh Misterius dari Altar
Nuribotoke digambarkan sebagai makhluk menyerupai patung Buddha kecil dengan kulit hitam dan mata menonjol. Yokai ini dipercaya muncul di altar rumah yang tidak dirawat atau dilupakan.
Biasanya Nuribotoke tidak menyerang langsung, tetapi menimbulkan rasa takut atau kehadiran yang mengganggu. Cerita ini sering dikaitkan dengan pentingnya merawat altar dan menghormati leluhur.
10. Ningyo, Makhluk Laut Pembawa Kutukan
Ningyo sering disamakan dengan putri duyung, tetapi bentuknya lebih menyeramkan. Makhluk ini biasanya digambarkan sebagai ikan dengan wajah manusia.
Legenda menyebut menangkap atau melukai Ningyo bisa membawa bencana. Namun di sisi lain, memakan daging Ningyo dipercaya bisa membuat seseorang hidup sangat lama. Cerita ini sering dikaitkan dengan tema keabadian dan konsekuensi dari keserakahan manusia.
Yokai sebagai Bagian dari Budaya Jepang
Bagi masyarakat Jepang, yokai bukan hanya cerita horor. Banyak yokai mencerminkan ketakutan manusia terhadap alam, perang, penyakit, dan kematian. Karena itu, yokai sering dianggap sebagai simbol dari pengalaman sejarah dan kondisi sosial masyarakat pada masanya.
Hingga sekarang, yokai tetap hidup dalam budaya populer dan terus dikenalkan kepada generasi baru melalui berbagai media hiburan.
Itu dia 10 yokai Jepang yang dikenal karena cerita menyeramkan dan misterinya. Meski terdengar seperti kisah horor, keberadaan yokai sebenarnya juga mencerminkan ketakutan, kepercayaan, dan pengalaman masyarakat Jepang pada masa lalu. Sampai sekarang, cerita tentang yokai masih terus hidup, baik dalam cerita rakyat maupun budaya populer seperti film, anime, dan manga.
Siapa yang masih ingat dengan “Kenichi the Mightiest Disciple”? Tahun ini manga satu ini kedatangan sekuel dari sang author
Manga Kenichi the Mightiest Disciple resmi mendapatkan sekuel melalui akun Twitter/X milik original author-nya, Shun Matsusena. Matsusena-sensei mengumumkan berita ini pada tanggal 29 Januari 2026, bahwa akan dibuatkan sekuel dari manga Kenichi the Mightiest Disciple. Sekuel manga ini akan diterbitkan di platform Shogakukan Sunday Webry pada 25 Maret 2026 dengan judul baru Shijō Saikyō no Deshi Kenichi 2 Tatsujin-hen (KenIchi the Mightiest Disciple 2 Masters Arc).
Shun Matsusena bahkan membuat visual untuk KenIchi the Mightiest Disciple 2 Masters Arc yang akan segera dirilis bulan Maret mendatang.
Beberapa tahun terakhir Matsusena-sensei telah mengerjakan berbagai macam Manga baru seperti Sora e.., Kichijōji Shōnen!, dan Kimi wa 008. Semua judul tersebut telah dia akhiri, dan memulai lembar baru untuk sekuel manga dari Kenichi the Mightiest Disciple.
Fate/Grand Order Arcade telah menemani penggemar Fate selama 7 tahun dan tahun ini menjadi akhir dari game arcade satu ini
Sejak tahun 2018 Game Arcade Fate/Grand Order telah memberikan banyak kenangan, bahkan bagi pemain game mobile Fate/Grand Order yang ikut merasakan karakter-karakter orisinal dari game arcade tersebut. Tepat pada 30 Maret 2026, Game arcade Fate/Grand Order akan resmi ditutup, dan semua mode game ini akan ditutup di seluruh Jepang.
Waktu penutupan game ini efektif di tanggal 30 Maret 2026, dan kemungkinan game arcadenya akan dimatikan lebih awal sebelum tanggal efektifnya.
Sebelum tutup, Game arcade Fate/Grand Order akan mengadakan kolaborasi dengan game arcade dari SEGA dan kalian bisa nikmati sebelum gamenya ini tutup.
Walaupun negara lain tidak sempat main, game arcade ini telah memberikan sedikit kenangan cemburu buat para penggemar game mobile nya di negara lain. Apakah ini pertanda game mobile Fate/Grand Order akan segera tutup juga?
Blue Lock mengumumkan secara resmi adaptasi live actionnya dan ini dia para pemeran kita!
Siap-siap menjadi Egoist sejati! Film adaptasi live action dari manga karya Muneyuki Kaneshiro dan Yūsuke Nomura berjudul “Blue Lock” resmi rilis tahun ini. Melalui akun twiter/ X @BLUELOCK_MOVIE, Film Live Action Blue Lock akan tayang perdana di Jepang pada musim panas, bisa dibilang bersamaan dengan Piala Dunia 2026 di bulan Juni.
Kita diperlihatkan visual yang menunjukkan mata ikonik dari setiap karakter di manga Blue Lock, dan pada visual yang sama kita bisa melihat 12 karakter yang akan menjadi kunci dalam Live Action Blue Lock nanti.
Berikut adalah pemeran empat pillar dari tim Z yang akan muncul dalam Live Action Blue Lock – Fumiya Takahashi sebagai sang protagonist Yoichi Isagi – Kyohei Takahashi sebagai Hyoma Chigiri – Kaito Sakurai sebagai Meguru Bachira – Kōta Nomura sebagai Rensuke Kunigami
Setiap harinya akan diumumkan para pemeran karakter-karakter di Live Action Blue Lock, dan kalian bisa terus pantengin akun Twitter/ X milik mereka ini. Bakalan sekeren apa adaptasi Live Action satu ini?!
Kamen Rider Kabuto telah menyentuh umur ke 20, dan ini dia sedikit video teaser yang diberikan!
29 Januari 2026 merupakan hari perayaan penayangan 20 tahun Kamen Rider Kabuto dan pada hari ini juga TOEI memberikan logo resmi untuk merayakan serial ini. Kalian bisa melihat Logo resmi 20 Tahun Kamen Rider Kabuto.
TOEI juga membagikan sedikit video untuk merayakan ulang tahun ini,
“Nenek dulu berkata, ‘Evolusiku lebih cepat dari cahaya.’“
Kamen Rider Zeztz mengumumkan pemeran Code Number selain tujuh sama 4, dan ada kemunculan Papillon Ohger jadi Rider?!
24 Januari 2025, kita kedatangan banyak pemeran yang akan segera hadir akhir minggu ini. Menjelang pertengahan cerita, Misteri di Kamen Rider Zeztz semakin terlihat dengan kemunculan code number lain di musim ini. Konflik yang ditimbulkan juga semakin memanas diberbagai kubu, kira-kira ada siapa aja nih yang muncul?
Pertama ada Code Number 6 yang akan diperankan langsung oleh Yuzuki Hirakawa alias Pappilon Ohger. Yuzuki Hirakawa akan memerankan Kureha Miyamoto yang dapat berubah menjadi Lord Six atau bisa dibilang Code Number 6.
Selanjutnya ada Code Number 5 atau Lord Five yang akan diperankan oleh Shin Koyanagi. Shin Koyoanagi pernah memerankan salah satu karakter antagonis di Super Sentai sebagai Sonoroku di serial Avataro Sentai Donbrothers.
Berikut wujud (dari paling kiri) para lords, ada Lord Three, Lord Five, dan Lord 6.
Lord Three sendiri sudah muncul di episode ke 17 sebagai agen CODE yang merupakan komandan sementara setelah Zero menghilang beberapa waktu ini. Pemeran dari Three adalah Yuki Tamaki.
Apa yang akan terjadi diantara para code number ini? Misteri apa yang akan muncul di serial Kamen Rider Zeztz?!
Number One Sentai Gozyuger akan membuat cerita original untuk Gozyu Polar dengan judul “Number One Sentai Gozyuger: Polar Beginning”
Number One Sentai Gozyuger: Polar Beginning akan segera tayang di Tokusatsu TOEI Fan Club (TTFC) dan kalau dilihat dari judul termasuk visualnya, kita akan melihat perjalanan Mashiro Kumade atau Gozyu Polar sebagai Gozyu Wolf ketika dia berhasil menyelamatkan dunia sebelumnya. Bisa dibilang ini adalah sebuah prekuel.
Tentu saja Kaiki Kimura akan kembali sebagai Mashiro Kumade. Sedangkan untuk tanggal perilisannya di TTFC belum dijadwalkan.
Menjelang di akhir cerita, apakah kita bisa menguak masa lalu Mashiro Kumade ketika memenangkan pertarungan menjadi nomor satu di dunia? Apakah ada hubungannya dengan final boss di serial Number One Sentai Gozyuger?
Kamen Rider telah memilih pemenang film yang akan tayang tahun ini dan dia adalah Kamen Rider Agito: Psychic War
Akhirnya telah terpilih satu film yang sudah dinantikan untuk menyambut perayaan 55 tahun waralaba Kamen Rider, dan yang terpilih adalah Kamen Rider Heisei generasi kedua yaitu Agito, dengan judul Kamen Rider Agito: Psychic War.
Kamen Rider Agito: Psychic War akan tayang di bioskop Jepang pada 29 April 2026. Film ini akan membawakan cerita baru kedalamnya, dengan sedikit teaser “Humanity Awakening”. Pada visual yang ada pada gambar utama artikel ini, kita dapat melihat helm dari Kamen Rider Gills yang rusak, apakah ada hubungannya dengan dia?
Kalian dapat melihat teaser dari Kamen Rider Agito: Psychic War disini,
Berikut adalah sinopsis singkat dari TOEI untuk film Kamen Rider Agito: Psychic War,
Setengah membeku sampai mati, setengah terbakar sampai mati Dua kematian yang saling bertentangan terukir pada satu tubuh. Suatu “kejahatan yang mustahil” yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya dan di luar pemahaman. Unit Bersenjata Khusus untuk Makhluk Hidup Tak Dikenal dari Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo, yang dikenal sebagai Unit G, mulai bertindak untuk menyelesaikan kasus tersebut. Namun, orang yang seharusnya berada di garis depan, Hikawa Makoto, sama sekali tidak terlihat. “Yang paling kau butuhkan adalah… Hikawa Makoto.” Takdir mulai bergerak. Dan kemudian, secara diam-diam, sebuah “evolusi baru” akan segera dimulai.
Dragon Ball siap kembali ke dunia anime nih… dengan segudang projek untuk menyenangkan hati para penggemar!
Dragon Ball telah menyentuh umur ke 40 tahun dan melalui acara Dragon Ball Genkidamatsuri pada 25 Januari 2026 di Makuhari Messe, bakalan ada berbagai macam projek yang dinantikan untuk waralaba Dragon Ball. Salah satu projeknya adalah anime Dragon Ball Super yang akan melanjutkan perjalanan Goku yang memiliki judul Dragon Ball Super: The Galactic Patrol.
Perjalanan Baru Dimulai
Kita Mulai dari asal muasal informasi anime Dragon Ball Super: The Galactic Patrol. Melalui video dibawah kalian dapat menyaksikan ilustrasi keren Akira Toriyama dari manga miliknya, Dragon Ball. Setiap panel memberikan perjalanan awal Goku hingga dia tumbuh dewasa, lalu di akhir video terdapat cuplikan visual untuk anime terbaru Dragon Ball Super: The Galactic Patrol.
Pada video ini, Hans Zimmer bertugas memberikan musik dan yang mengarahkan keseluruhan video ini adalah Naoki Miyahara.
Dragon Ball Super: The Galactic Patrol akan menceritakan perjalanan Goku dalam arc Galactic Patrol Prisoner dari manga Dragon Ball Super yang dilanjutkan oleh Toyotaro. Saat ini belum ada kejelasan mengenai tanggal tayang dari anime satu ini.
Tokoh utama, Son Goku, dan Vegeta, bekerja sama dengan anggota Patroli Galaksi, para penjaga perdamaian galaksi, untuk memulai pertempuran SUPER besar melawan musuh baru, “Pemakan Planet” Moro!
Projek Game ‘Age 1000’
Game baru untuk menyambut 40 tahun waralaba Dragon Ball dengan projek berjudul ‘Age 1000.’ Game ini akan memiliki desain karakter original yang tidak pernah kalian lihat dari Akira Toriyama. game ini juga melibatkan Akira Toriyama sebelum dirinya meninggal beberapa waktu lalu.
Projek game ini telah memakan waktu 6 hingga 7 tahun untuk dikembangkan dan akan dirilis secara global pada tahun 2027. Kalian bisa melihat cuplikan projek game terbaru satu ini dibawah,
informasi mengenai game satu ini akan dipublikasikan di acara Dragon Ball Games Battle Hour 2026 yang berlokasi di Los Angels pada 18 hingga 19 April 2026.
Karakter Unik Bergabung
Selanjutnya masih di dunia game Dragon Ball, game fighting Dragon Ball dengan style bertarung ala anime yaitu Dragon Ball Sparking! Zero, bakalan kedatangan berbagai karakter baru… bisa dibilang cukup unik karena memiliki screen time sedikit di anime-nya.
Karakter-karakter ini akan muncul kedalam DLC yang akan segera datang, dan karakter-karakter tersebut ada Super Android 17, King Piccolo, dan Super Saiyan Bardock. Kalian bisa melihat aksi mereka dalam teaser dibawah ini,
Kalian nggak bakalan bosen di game ini karena bakalan kedatang mode game yang akan segera datang yaitu mission 100 yang sudah dirilis sejak 26 Januari 2026, dan beberapa bulan lagi akan ada survival mode juga.
Kembalinya Spotlight Untuk Super Saiyan
Sebelum Dragon Ball Super: The Galactic Patrol tayang, kita akan melihat kembali kemunculan awal Super Saiyan God dalam format anime yang akan tayang musim semi tahun ini dengan judul “Dragon Ball Super Beerus.”
Anime yang satu ini akan membawakan sebuah “peningkatan” dari pertarungan antara Goku dan Beerus. Termasuk juga cerita, dan membawakan potongan-potongan gambar yang lebih segar.
Kemunculan Super Saiyan God pertama kali tayang dalam format film dan kalian bisa menantikan anime ini tayang tahun ini.
Beberapa tahun telah berlalu sejak pertempuran sengit melawan Majin Buu, dan Bumi akhirnya mendapatkan kembali kedamaian sesaat. Pada saat yang sama, Beerus, Dewa Penghancur, terbangun dari tidurnya yang panjang dan nyenyak. Bahkan Kai dan Supreme Kai, yang menyadari kekuatan Beerus yang luar biasa untuk menghancurkan seluruh planet, menyaksikan kebangkitannya dengan ketakutan yang besar… Sementara itu, Beerus mendengar desas-desus tentang seorang Saiyan yang mengalahkan Frieza—dan tiba-tiba muncul di hadapan Goku. Menjadi sasaran Beerus, makhluk terkuat di alam semesta, Bumi berada dalam bahaya besar. Maka dimulailah pertempuran kosmik yang mengguncang Bumi antara Dewa Penghancur dan Goku serta sekutunya—konflik yang akan mengguncang seluruh alam semesta.
Setelah diserang dengan sesaknya cinta di versi anime-nya, sekarang kita akan membahas mengenai film live action dari 5 cm Per Second
Film anime 5 cm Per Second karya Makoto Shinkai memberatkan hati bagi para penontonnya karena cerita yang begitu dalam, sekaligus merefleksikan kenyataan. Kini, film tersebut dikembalikan lagi ke dalam versi live action yang baru saja tayang di bioskop Indonesia.
Tepat pada tanggal 30 Januari 2026, film live action 5 cm Per Second tayang di bioskop Indonesia, dan yang menurut mimin menampilkan beragam berbagai macam hal baru ke dalam cerita versi satu ini.
Mari kita ulas mengenai film live action 5 cm Per Second
Kehidupan Hampa
Cerita live action 5 cm Per Second membawakan kembali cerita dari seorang pemuda bernama Takaki Tono dalam menjalani hidup nya. Seorang pemuda yang menjalani kehidupan kantoran seperti biasa mulai merasa jenuh dengan keadaannya, sebuah harapan untuk menjalani hidup sebaik mungkin sekaligus mendapatkan akhir yang selalu diharapkan.
Kenangan yang selalu dibawa Takaki selama masa kecilnya membuat seluruh pertemuan dengan semua orang terasa sangat-sangat singkat sekaligus menutup dirinya terhadap orang lain. Terutama kenangan singkat yang tidak dia lupakan ketika menduduki bangku sekolah dasar bersama Shinohara Akari. Kenangan yang diliputi dengan sebuah perasaan senang, rindu, dan mendapatkan sesuatu yang baru semua dialami kedua siswa ini hingga pada akhirnya semua itu hilang dalam sekejap mata.
Selama beberapa tahun Takaki selalu memegang kenangan singkat itu, walaupun hal itu terjadi dia selalu berusaha untuk maju lalu menemukan keyakinan bahwa apa yang dia kerjakan akan membuahkan hasil dan mendapatkan penutup yang dia inginkan bersama kenangan itu.
Sebuah janji antara Takaki dan Akari di bawah pohon sakura untuk bertemu kembali pada 29 Maret 2009 ketika meteor yang dikabarkan membuat Bumi musnah, atau hal lain yang menunggu kehidupan hampa terus berjalan?
Sebuah Janji Untuk Hari Kiamat
Jujur dulu ini pertama kali mimin nonton 5 cm Per Second, mimin pertama kali melihat versi live actionnya dulu. Ketika mimin menonton versi live action, alur ceritanya dibuat maju mundur dan ceritanya dimulai ketika Takaki sudah dewasa. Kerja sebagai programmer ketika dewasa dan sangat serius dalam menjalani pekerjaannya hingga pada akhirnya kehampaan itu melanda. Kemudian cerita berjalan mundur ke belakang ketikan Takaki memegang kenangan indah yang dibuat dengan Akari di bangku sekolah dasar. Lalu Maju melihat keadaan Takaki hingga balik lagi ke masa SMA nya… Eh, ada cerita yang ketinggalan ketika dia SMP bertemu dengan Akari. Mimin rasa, dibuat alur seperti ini cukup membingungkan ditambah tanpa adanya narasi yang jelas dengan ekspresi yang bisa dibilang cukup dingin yang muncul tanpa melihat tatapan yang dibuat Takaki kepada semua orang yang dia temui sejak dia bertemu Akari.
Kenangan bersama Akari terlihat sangat jelas di setiap flashback yang diberikan. Percakapan singkat terhadap meteor yang mengakhiri Bumi menjadi kunci utama di dua tokoh ini, membuat kesan judulnya agak berubah. Tapi selang waktu berjalannya film, judul 5 cm Per Second terlihat sangat jelas dengan semakin jauhnya kedua orang ini ditambah setting waktu di era 2010-an ke bawah, dimana handphone baru saja memasuki era handphone lipat layaknya Sony Ericsson. Jadi hubungan antara Akari dan Takaki kian menjauh.
Walaupun kenangan terlihat jelas, ada sebuah perasaan tumbuh di hati mimin yang mengatakan kalau kenangan yang dibuat Akari dan Takaki juga kurang kuat di film live action ini, sampai-sampai mimin membuat perasaan “apakah benar hal itu bisa benar-benar membuat hal yang sangat berdampak ketika sampai dewasa?”. Memang benar cinta monyet, tapi kurang terasa karena kenangannya hanya berjalan beberapa waktu saja dan perlu diingat bahwa semua film akan membawa kita kepada kenyataan pahit bahwa semua hal tidak akan berjalan semulus itu. Janji yang dibuat hanya dalam kurun waktu kurang dari satu hari terkesan sangat sepele ketika beranjak dewasa, dan Takaki adalah korbannya.
Ketika mimin nonton versi film anime-nya, semua terlihat sangat jelas… alur yang dibuat sangat berbeda dengan versi live action dan terkesan rapi dengan jeda dan narasi dari karakternya sendiri. Takaki memberikan penjelasan atau narasi kepada keadaan dirinya ditambah anggapan setiap karakter yang berbeda untuk Takaki termasuk diri mereka sendiri adalah hal yang membuat mimin paham terhadap jalannya cerita plus perasaan masing-masing. Berbeda dari versi live action, yang terlihat seperti seorang anak laki-laki yang hidup biasa saja tanpa memandang orang lain membuat tidak tahu sampai akhir cerita bahwa sebenarnya Takaki menunggu seseorang. Versi live action lebih memperlihatkan karakter lain dengan kata-kata yang diucapkan yang memiliki hubungan dengan Takaki seperti Risa Mizuno dan Sumida Kanae.
Hari Kiamat Tak Kunjung Datang
Dibalik semua kenangan dan harapan itu, Takaki berharap ada yang menemaninya kembali di bawah pohon sakura di tengah musim dingin. Semua scene ikonik direplika ulang dalam versi live action dengan sedikit bumbu yang membuat interaksi karakter Takaki dengan orang lain terlihat sangat jelas, namun seperti yang mimin katakan sebelumnya bahwa karakter Takaki disini cukup dingin jadi karena kurang menunjukkan dirinya sendiri dengan perkataan dan hanya dijelaskan melalui pertanyaan yang diberikan karakter lain. Hal bagus dan sedikit penurunan menurut mimin di sifat karakter dibandingkan versi anime yang bisa dibilang cukup ekspresif kepada orang lain dan ini ditunjukkan cukup jelas di anime.
Rasakan kenyataan pahit di sebuah film itu menurut mimin sangatlah tidak enak, mengingat sebuah film adalah tempat untuk menghibur diri. Ini sama sekali bukan berarti hal buruk, melainkan membawakan nuansa film yang baru buat kalian penggemar dunia perfilman.
Mimin merasa senang dan tak senang bahwa komet yang dikabarkan ternyata tidak jatuh ke Bumi untuk mengakhiri cerita, sisi senangnya adalah ditunjukkan bahwa Takaki berubah menjadi lebih baik sebagai pria dewasa, namun sisi tak senangnya adalah dia tidak mendapatkan apa yang pantas untuk dirinya dan sebaiknya kiamat benar-benar tiba di cerita live action 5 cm Per Second.
Lagu ikonik dari anime 5 cm Per Second, “One More Time, One More Chance” dari Masayoshi Yamazaki kembali.
Sisi yang mimin suka adalah development yang diberikan Takaki di akhir cerita yang menunjukkan sosok pria dewasa yang sesungguhnya untuk menghadapi semua hal, dan ini membuat mimin kagum. Begitulah review live action 5 cm Per Second.
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Dunia artis Jepang semakin dilirik karena kecantikannya… kira-kira siapakah kandidat aktris tercantik Tahun 2026 versi Titip Jepang?
Tahun 2026 semakin banyak artis Jepang yang tampil di berbagai drama hingga film. Mereka tampil karena kemampuan dalam berakting yang sangat baik. Diantara aktris Jepang, banyak yang muncul dengan pesona yang membuat penonton kagum terutama karena kecantikannya. Entah dari paras wajahnya, keanggunan-nya, bahkan hingga senyumannya.
Karena sebelumnya sudah memberikan daftar aktor tertampan tahun 2026, Kali ini mimin akan memberikan 10 artis Jepang tercantik tahun 2026. Ini dia kandidat tercantik kita tahun ini!
1. Suzu Hirose
Wanita berusia 27 tahun ini merupakan model sekaligus aktris dengan berbagai penghargaan seperti 39th Japan Academy Film Prize dan Japan Academy Film Prize selama perjalanan berkarir di dunia hiburan Jepang, ini dia Suzu Hirose. Suzu Hirose memulai perjalanannya sebagai model di Seventeen magazine, lalu terjun sebagai aktris di tahun 2014 sebelum memainkan karakter Asano Suzu di “Our Little Sister” pada tahun 2015, memiliki kecantikan orang Jepang yang sangat natural. Terutama senyum yang dipancarkan pada setiap sesi foto. Senyumnya sangat ditampilkan ketika memerankan kaori di live action Your Lie in April.
Suzu Hirose tercatat akan membintangi satu film berjudul Nanji, Hoshi no Gotoku dan satu drama Jepang di tahun ini.
2. Kasumi Arimura
Kasumi Arimura muncul pertama kali dalam serial Hagane no Onna, kemudian mendapatkan ketenaran dalam drama Jepang di tahun 2013 berjudul Ama-chan. Pada 2013 Kasumi Arimura dipilih sebagai ambassador dari kota Itami dan memenangkan penghargaan karena film Flying Colors yang dia bintangi.
Tahun lalu, dia membintangi dua film sebagai pemeran utama Black Showman dan Petals and Memories. Kasumi Arimura adalah salah satu aktris yang memiliki banyak bakat di bidang ini.
3. Maika Yamamoto
Aktris ini memiliki peran ikonik dalam anime live action sebagai karakter Kaede Kayano dari Assassination Classroom, Maika Yamamoto. Tidak hanya itu, dia juga muncul sebagai Touka dalam live action Tokyo Ghoul juga. Tidak diragukan lagi kecantikannya karena tampil sebagai waifu nih hehe… Maika Yamamoto juga multi talenta, tidak hanya menjadi seorang aktris, melainkan menjadi TV personality, dan fashion model. Tahun lalu dia hanya menjadi salah satu supporting role dari serial drama Jepang berjudul A Calm Sea and Beautiful Days with You.
4. Haruka Ayase
Kandidat satu ini jelas masuk dalam list aktris tercantik karena merupakan salah satu model diantara para aktris wanita Jepang ditamabah dirinya adalah seorang penyanyi, ini dia Haruka Ayase. Dirinya memiliki banyak nama di dunia Industri Jepang karena kehebatannya dalam dunia akting. Jika kalian penasaran dengan lagunya, Haruka Ayase sempat menduduki peringkat atas Oricon di tahun 2006 dengan lagu pertamanya “Period.”
Tahun lalu dia memerankan Yamaguchi Narumi dari drama I Want to Die Alone dan bintang tamu di Unbound. Tahun ini dia akan membintangi satu buah film berjudul Sheep in the Box sebagai Komoto Otone.
5. Satomi Ishihara
Memulai karir di Industri Hiburan Jepang di usia 17 tahun dan telah memenangkan berbagai penghargaan sebagai pendatang baru di the 16th Nikkan Sports Movie Grand-Prix, Satomi Ishihara. Karirnya kian meroket sejak berada di dunia ini dimulai pada tahun 2004 dalam drama berjudul Be-Bop High School. Kecantikannya Satomi Ishihara bahkan dilirik hingga menjadi bintang iklan besar seperti Toyota, dan Canon di tahun yang sama. Walaupun tahun lalu dia tidak membintangi acara apapun, dia menjadi salah satu kandidat tercantik aktris Jepang tahun ini.
6. Keiko Kitagawa
Istri dari Aktor terkenal DAIGO ini masih menempati daftar tahun ini karena kecantikannya yang masih melekat di hati para penggemar terutama di film The Fast and the Furious: Tokyo Drift, ini dia Keiko Kitagawa. Aktris satu ini sempat menjadi seorang model di tahun sejak tahun 2003 hingga 2006, dan berfokus di dunia perfilman Jepang. Aktris satu ini pernah memerankan Hino Rei atau Sailor Mars di live action Pretty Guardian Sailor Moon di tahun 2003 lalu lho…
Keiko Kitagawa masih aktif dalam mengikuti drama dan film Jepang, dan Night Flower merupakan judul film terbarunya yang tayang di tahun 2025. Pada tahun yang sama dia juga membintangi dua serial drama Jepang berjudul Since I Took You Away dan The Ghost Writer’s Wife.
7. Yui Aragaki
Mulai dari menjadi idol, penyanyi, model, seiyuu, sekaligus aktris di dunia Jepang dan masih terus berkarya, dia adalah Yui Aragaki. Istri dari Hoshino Gen ini memiliki lagu berjudul Akai Ito dan Heavenly Days. Kalau kalian penasaran dengan perannya di dunia Seiyuu, Yui Aragaki memerankan karakter Yoshino dari serial Digimon Savers dimulai dari tahun 2006. Tahun ini Yui Aragaki akan membintangi satu film berjudul Kyojo: Reunion.
8. Erika Toda
Aktris cantik dengan penghargaan yang sangat banyak di dunia perfilman Jepang, Erika Toda. Aktris satu ini memulai karirnya sebagai Gravure Idol dan debut di dunia perfilman Jepang di tahun 2006. Erika Toda sempat memerankan karakter dari adaptasi live action dari manga LIAR GAME. Drama yang paling banyak memberikan dirinya penghargaan adalah Ryusei no Kizuna sebagai karakter pendukung terbaik di 2nd Tokyo Drama Awards, 59th Television Drama Academy Awards, dan 12th Nikkan Sports Drama Grand Prix. Tahun ini dia akan terus berkarya di dunia drama Jepang berjudul Jigoku ni Ochiru wayo di Netflix dan Reboot di TBS.
9. Hata Mei
Aktris muda yang debut di tahun 2011 ini memiliki kecantikan yang nggak kalah dari para aktris-aktris yang lebih dulu datang sebelumnya, kita sambut Hata Mei. Hata Mei memiliki keimutan dan kecantikan yang bisa dibilang sangat meluluhkan hati mimin. Hata Mei banyak sekali memerankan peran di dunia drama dan film Jepang selama tahun 2025. Dia juga sempat muncul sebagai antagonis bernama Mua di film Kamen Rider Zero-One: REAL×TIME.
10. Seina Nakata
Seina Nakata merupakan aktris pendatang baru yang memiliki kecantikan natural wanita Jepang yang memikat hati para penggemar. Dirinya aktif dalam dunia ini sejak tahun 2015, dan salah satunya adalah film yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia, adaptasi live action “5 Centimeters per Second” sebagai Kaneko Asami. Seina Nakata akan tampil di drama terbaru Jepang berjudul Kaze, Kaoru yang tayang tahun ini.