KATEGORI

Belum ada Produk di keranjang kamu, yuk cari produk incaran kamu di sini!

Genre Baru di Industri JAV, “AI Masking” Tuai Pro dan Kontra

AI Masking membawa wajah-wajah sempurna ke dunia JAV, tapi justru membuat banyak penggemar merasa kehilangan sentuhan nyata.
Genre Baru di Industri JAV, “AI Masking” Tuai Pro dan Kontra

Sebuah tren baru tengah mencuri perhatian dalam industri film dewasa Jepang. Teknologi yang dikenal sebagai AI masking mulai digunakan dalam beberapa produksi film JAV, memungkinkan produsen mengganti atau menyamarkan wajah aktris menggunakan kecerdasan buatan (AI). Hasilnya adalah tampilan baru yang lebih halus, ideal, atau bahkan anonim. Tujuan penggunaannya beragam, mulai dari memperindah visual hingga melindungi identitas asli para pemeran.

Namun, kehadiran teknologi ini menimbulkan perdebatan di kalangan penonton. Sebagian merasa bahwa AI masking justru membuat wajah aktris terlihat terlalu perfeksionis, seolah kehilangan keunikan yang menjadi daya tarik utama di industri ini. Di media sosial, seorang pengguna berinisial RT menuliskan kritik tajam terhadap tren ini, menyebut bahwa penggunaan AI hanya memperburuk kesan “muka plastik” yang sudah jadi keluhan lama di industri ini.

“Udah JAV sekarang tuh 90% mukanya plastik banget, sekarang ditambah genre AI masking… Apalah coba. Sekarang banyak yang bermodal AI seolah bikin tren low budget.”

Salah satu contoh paling mencolok dari tren ini adalah sosok Kuribayashi Ai, artis JAV “buatan” yang diperkenalkan dalam serial Science Beauty garapan studio Das!. Karakter ini memiliki ciri khas rambut pirang pendek, mata biru terang, serta wajah yang oleh banyak penggemar disebut sangat menyerupai Android 18, karakter ikonik dari serial Dragon Ball.

Menariknya, nama “Ai” dalam Kuribayashi Ai dianggap sebagai permainan kata dari “AI” alias Artificial Intelligence, menegaskan bahwa karakter ini bukanlah aktris konvensional. Kuribayashi Ai adalah karakter kelima dalam seri Science Beauty, yang memang secara terbuka mengusung konsep AIAV (Artificial Intelligence Adult Video). Serial ini dirancang untuk memenuhi fantasi penonton akan “wanita impian” dengan tampilan visual sempurna, tanpa harus melibatkan identitas nyata sepenuhnya.

Meski identitas Kuribayashi Ai tidak diumumkan secara resmi, sejumlah penonton menduga bahwa wajah di baliknya adalah Hyoudou Riria, artis JAV kelahiran 1999. Spekulasi ini muncul karena kemiripan fisik yang mencolok, terutama dari bentuk wajah, gaya rambut, hingga proporsi tubuh. Namun, dengan bantuan AI, karakter Kuribayashi tampak jauh lebih “dipoles”, menimbulkan kesan seperti tokoh anime yang hidup di dunia nyata.

Di tengah kontroversi ini, beberapa pihak membela keberadaan AI masking sebagai bentuk perlindungan bagi aktris. Dengan wajah yang berbeda dari aslinya di dalam film, para pemeran bisa menjalani kehidupan pribadi mereka tanpa takut dikenali di tempat umum. Dalam sebuah komentar yang beredar, seorang penggemar menulis:

“Hal ini terjadi agar aktris memiliki keamanan ketika sedang keluar rumah. Wajah yang berbeda di dunia nyata jadi keuntungan tersendiri.”

Teknologi AI masking mungkin masih tergolong baru di industri JAV, namun dampaknya sudah mulai terasa. Antara kebutuhan privasi, efisiensi produksi, dan selera penonton, genre ini masih terus mencari bentuk idealnya. Yang jelas, perdebatan soal wajah asli dan wajah hasil AI belum akan mereda dalam waktu dekat.

Sumber: facebook/keluh kesah kehidupan menjadi wibu
gambar diambil dari FANZA

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^ 

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

This entry was posted in R18+ and tagged , .