[REVIEW KOMIK] BLUE LOCK, KOMIK BOLA ATAU BUKAN?

Pada tanggal 5 Januari 2021 Elex Media Komputindo menerbitkan komik Blue Lock. Entri terbaru dari Elex untuk komik dengan tema olahraga, khususnya sepak bola. Sinopsis resmi dari penerbit adalah sebagai berikut:

“Tahun 2018 timnas Jepang tereliminasi pada putaran per delapan final Piala Dunia. Akibat kegagalan ini, persatuan sepak bola Jepang mendirikan training camp ‘Blue Lock’, mengumpulkan 300 orang penyerang pelajar tingkat SMA supaya Jepang menjadi juara piala dunia. Jinpachi Ego, laki-laki yang menjabat sebagai pelatih, menegaskan, “yang dibutuhkan Jepang itu striker yang penuh keegoisan”. Penyerang yang tidak terkenal, Yoichi Isagi, dan teman-teman penyerang lainnya mengikuti training dimana mereka bersaing satu sama lain, training yang akan mengubah diri mereka menjadi egois!”

Blue Lock

 PENDEKATAN YANG TIDAK BIASA 

Komik ini punya pendekatan yang berbeda dari komik sepak bola pada umumnya. Alih-alih memfokuskan diri pada pertandingan demi pertandingan atau turnamen, dia malah fokus pada persaingan antar striker. Di awal cerita kita sudah melihat kenyataan tidak mengenakkan tentang dunia sepak bola Jepang. Tentang para petinggi sepak bola Jepang yang ternyata tidak terlalu peduli dengan perkembangan timnas atau ekosistem dunia sepak bola di negara itu. Mereka hanya peduli akan profit yang bisa mereka dapat dari “industri” ini. Terdengar tidak asing bukan?

Blue Lock

 INI BENERAN KOMIK OLAHRAGA? 

Pendekatan nyleneh ini yang akhirnya malah membuat kita penasaran, mau ke mana sih arah komik olahraga satu ini? Blue Lock mengambil pendekatan super radikal untuk komik dengan tema olahraga. Alih-alih melihat turnamen dan persaingan sportif antar tim, kita malah mendapatkan genre survival. Inti dari genre survival adalah bagaimana para karakter dalam suatu kisah berjuang agar bisa selamat dari berbagai rintangan-rintangan yang “mengancam nyawa”. Persis dengan tema besar komik ini, yaitu bagaimana 300 orang striker muda di Jepang berusaha agar bisa menjadi satu-satunya striker “jadi” di timnas. Para striker yang gagal di kamp ini nantinya tidak lagi memiliki kesempatan untuk bisa jadi striker timnas, dengan kata lain karir mereka “mati”. Dengan mengorbankan masa depan 300 striker muda, Jepang diharapkan memiliki striker tunggal yang tak terkalahkan. Cukup kejam, bukan?

Blue Lock

Penekanan di sisi bertahan hidup inilah yang membuat komik ini tidak terasa seperti komik olahraga sepak bola pada umumnya. Karena pertandingan yang disajikan juga tidak seperti sepak bola umumnya, tapi lebih ajang pamer skill striker. Jadi ekspektasi kita terkhianati dengan indah ketika membaca volume ini. Di sini kita tidak mendapatkan laga sportif, yang kita dapat adalah aksi saling serang dan pengkhianatan demi bertahan hidup ala genre survival. Mungkin cara penceritaan yang tidak biasa ini yang menjadikan komik ini populer dan akan mendapatkan adaptasi anime pada tahun 2022. Gambarnya juga cukup bagus dan sering menunjukkan nuansa intense sehingga kita sulit berpaling dan mengajak untuk terus membuka halaman berikutnya.

Blue Lock

READ IT OR SKIP IT?

Kesimpulannya, komik ini sangat layak koleksi bukan hanya untuk para penggemar komik bertema olahraga tapi juga mereka yang suka genre survival. Sebuah pendekatan yang tidak biasa untuk komik bola tapi tersaji dengan sangat bagus dan intense. A must read banget lah!

Blue Lock dibanderol dengan harga Rp. 45.000,- oleh Elex Media dan kalian bisa membelinya di toko-toko buku terdekat atau melalui toko online.

Hak cipta gambar milik PT Elex Media Komputindo

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang