KATEGORI

Belum ada Produk di keranjang kamu, yuk cari produk incaran kamu di sini!

Anime “Low Cortisol”? Berikut 10 Rekomendasi Anime Santai yang Cocok untuk Meredakan Stres

Belakangan ini, Titipers pasti sering dengar istilah “low cortisol” kan? Nah, istilah ini dipopulerkan oleh sebuah meme yang merujuk pada suatu hal yang memiliki tingkat stres yang rendah. Di dunia otaku sendiri, salah satu meme terkenal yang merujuk pada istilah ini yaitu dance meme dari salah satu karakter Uma musume, Agnes Tachyon yang dinyatakan sebagai “low cortisol uma”, atau uma yang punya tingkat stres rendah. Namun, apakah itu istilah “cortisol” ini beneran ada di dunia nyata?

Secara ilmiah, cortisol adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap stres. Hormon ini berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme, tekanan darah, hingga respons terhadap situasi yang menegangkan. Namun ketika kadar cortisol meningkat akibat stres atau tekanan yang berkepanjangan, seseorang dapat merasa lelah secara mental maupun emosional. Oleh karena itu, dalam konteks meme internet, istilah “low cortisol” kemudian dipakai secara metaforis untuk menggambarkan sesuatu yang tidak memicu stres—termasuk jenis hiburan yang terasa ringan dan menenangkan.

Sebagai konteks dalam artikel ini, anime “low cortisol” yang MinTip maksud adalah anime dengan genre slice of life dan subgenre iyashikei. Anime dengan pendekatan ini biasanya berfokus pada kehidupan sehari-hari yang sederhana, interaksi karakter yang hangat, serta suasana yang damai. Ceritanya jarang menghadirkan konflik besar atau drama yang intens, sehingga Titipers bisa menikmati alur yang mengalir pelan tanpa tekanan emosional yang berat. Karena itulah, anime low cortisol ini biasanya memiliki pacing yang santai, visual yang menenangkan, dan cerita yang lebih menekankan pada momen kecil dalam kehidupan.

Nah, pada artikel ini, MinTip akan membagikan 10 rekomendasi anime “low cortisol” atau anime santai yang dapat Titipers tonton untuk menurunkan stress. Tertarik? Simak daftarnya di bawah ini!

10. Aria the Animation

Aria the Animation

Anime Aria the Animation membawa penonton ke kota Neo Venezia, sebuah kota indah di planet Aqua, yang merupakan nama baru dari Mars yang telah berhasil dikolonisasi manusia pada abad ke-24. Meskipun berada di dunia futuristik, kota ini justru mempertahankan nuansa klasik yang menenangkan, dengan kanal-kanal air yang luas dan gondola sebagai alat transportasi utama. Neo Venezia sendiri merupakan replika dari kota Venesia di Bumi, sehingga suasananya dipenuhi arsitektur romantis, air yang tenang, dan kehidupan kota yang berjalan perlahan.

Cerita berfokus pada seorang gadis ceria bernama Akari Mizunashi yang datang dari Manhome (Bumi) untuk menjadi seorang Undine, sebutan bagi pemandu wisata gondola di kota tersebut. Ia bekerja di sebuah perusahaan kecil bernama Aria Company dan menjalani hari-hari sebagai pemandu yang masih dalam tahap pelatihan. Sepanjang perjalanan ceritanya, Akari bertemu dengan sesama Undine, wisatawan, serta penduduk Neo Venezia, sambil perlahan mempelajari berbagai pelajaran hidup yang sederhana namun bermakna.

Sebagai salah satu contoh klasik anime iyashikei, Aria the Animation sering dianggap sebagai tontonan “low cortisol’ karena hampir tidak memiliki konflik dramatis atau ketegangan yang berat. Sebaliknya, anime ini lebih menekankan pengalaman sehari-hari yang tenang, yang dimulai dari menyusuri kanal dengan gondola, menikmati pemandangan kota air yang indah, hingga percakapan santai antar karakter. Atmosfer yang lembut seperti ini membuat anime low cortisol seperti Aria the Animation terasa sangat cocok ditonton saat ingin bersantai atau sekadar melepas penat setelah aktivitas yang melelahkan.

Selain itu, visual kota Neo Venezia yang hangat serta musik latar yang menenangkan semakin memperkuat nuansa low cortisol yang ditawarkan oleh anime ini. Banyak episode bahkan berfokus pada momen kecil yang tampak sederhana, seperti menikmati matahari terbenam di kanal atau mengobrol dengan penduduk kota. Pendekatan cerita seperti ini membuat Aria the Animation terasa hampir seperti sebuah perjalanan santai yang perlahan mengajak penonton menghargai keindahan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

9. Super Cub

Super Cub Anime

Anime Super Cub menceritakan kehidupan seorang siswi SMA pendiam bernama Koguma yang menjalani hari-harinya tanpa banyak hal berarti dalam hidupnya. Ia tidak memiliki orang tua, hobi, teman dekat, ataupun tujuan yang jelas. Suatu hari, dalam perjalanan pulang sekolah, Koguma mampir ke sebuah toko kendaraan dengan harapan dapat membeli sebuah motor kecil untuk mempermudah mobilitasnya. Namun, karena keterbatasan uang, ia hampir saja mengurungkan niat tersebut hingga pemilik toko menawarkan sebuah motor bekas seharga sepuluh ribu yen, yaitu sebuah Honda Super Cub yang sederhana namun legendaris.

Keputusan untuk membeli motor tersebut perlahan mengubah kehidupan Koguma yang sebelumnya terasa monoton. Dengan Super Cub miliknya, ia mulai menjelajahi kota kecil tempat tinggalnya, melakukan perjalanan-perjalanan kecil yang sederhana namun penuh makna. Dari pengalaman itu pula ia mulai bertemu orang-orang baru dan membangun persahabatan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Perjalanan kecil bersama motornya secara perlahan membuka jalan bagi Koguma menuju kehidupan yang lebih berwarna.

Sebagai anime bertema kehidupan sehari-hari yang sangat tenang, Super Cub sering dianggap sebagai contoh anime “low cortisol” yang ideal. Ceritanya bergerak dengan tempo yang sangat pelan, tanpa konflik dramatis atau ketegangan besar. Sebaliknya, anime ini lebih menekankan pengalaman sederhana seperti berkendara di jalan pedesaan, menikmati perubahan musim, atau merasakan kebebasan kecil saat menjelajah dengan motor. Pendekatan seperti ini membuat Super Cub menjadi tontonan low cortisol yang terasa sangat menenangkan.

Bagi Titipers yang menyukai dunia otomotif (terutama sepeda motor), Super Cub juga menawarkan pengalaman yang unik sebagai anime “low cortisol”. Banyak adegan yang memperlihatkan detail berkendara, perjalanan santai di jalanan sepi, hingga rasa kebebasan yang muncul saat menjelajah dengan motor. Kombinasi antara suasana pedesaan yang damai, musik yang lembut, dan perjalanan sederhana ini membuat Super Cub menjadi anime yang sangat cocok ditonton ketika ingin bersantai dan meredakan stres.

8. Flying Witch

Flying Witch

Anime Flying Witch mengikuti kisah seorang penyihir muda bernama Makoto Kowata yang memulai perjalanan penting dalam hidupnya. Dalam tradisi para penyihir, ketika seorang praktisi berusia 15 tahun, ia harus meninggalkan rumah dan hidup mandiri untuk mempelajari sihir. Makoto pun meninggalkan rumah orang tuanya di Yokohama dan pergi ke wilayah Aomori, daerah yang dikenal memiliki alam yang kaya dan cocok untuk para penyihir berlatih. Ia datang bersama Chito, kucing hitam yang menjadi familiar-nya, dan tinggal bersama sepupu keduanya, Kei Kuramoto serta adik perempuannya, Chinatsu.

Meski Makoto menjalani kehidupan seperti remaja pada umumnya dengan bersekolah di SMA, kesehariannya tetap dipenuhi berbagai hal unik yang berkaitan dengan dunia sihir. Ia sesekali bertemu dengan sosok-sosok aneh seperti peramal berbentuk anjing antropomorfik, atau menjalani latihan sihir yang tidak biasa dari kakaknya, Akane Kowata. Namun alih-alih menghadirkan konflik besar, cerita dalam Flying Witch lebih menampilkan kehidupan sehari-hari Makoto yang damai bersama keluarga dan teman-temannya.

Pendekatan cerita seperti ini membuat Flying Witch sering disebut sebagai salah satu anime “low cortisol” yang sangat nyaman untuk ditonton. Walaupun memiliki unsur fantasi berupa sihir dan makhluk unik, anime ini tetap menjaga suasana yang santai dan hangat. Banyak episode yang hanya berfokus pada aktivitas sederhana seperti berkebun, berjalan-jalan di desa, atau mencoba makanan baru bersama teman. Ritme cerita yang pelan inilah yang membuat Flying Witch terasa sangat cocok sebagai tontonan low cortisol.

Selain itu, latar pedesaan Aomori yang hijau dan tenang juga memperkuat atmosfer low cortisol yang dimiliki anime ini. Pemandangan alam yang luas, interaksi karakter yang ringan, serta humor yang lembut menciptakan pengalaman menonton yang menenangkan. Dengan kombinasi elemen slice of life dan fantasi yang ringan, Flying Witch menjadi anime “low cortisol” yang ideal bagi penonton yang ingin menikmati cerita santai tanpa tekanan emosional yang berat.

7. K-On!

K-On!

Anime K-On! dimulai dengan awal tahun ajaran baru di SMA, saat para siswa mulai mempertimbangkan klub apa yang ingin mereka ikuti. Seorang siswi ceroboh namun ceria bernama Yui Hirasawa secara tidak sengaja mendaftar ke klub musik ringan setelah salah memahami bahwa klub tersebut hanya memainkan alat musik sederhana seperti kastanyet. Padahal, klub tersebut sebenarnya adalah band sekolah yang memainkan musik sungguhan. Karena tidak bisa memainkan alat musik sama sekali, Yui awalnya berniat datang hanya untuk meminta maaf dan mengundurkan diri.

Di sisi lain, klub musik ringan hampir dibubarkan karena kekurangan anggota. Para anggota yang tersisa, seperti Ritsu Tainaka dan Mio Akiyama, yang berusaha keras membujuk Yui agar tetap bergabung, bahkan dengan iming-iming makanan dan suasana klub yang santai. Setelah mereka memainkan sebuah lagu untuknya, Yui akhirnya tersentuh dan memutuskan untuk bergabung, meskipun ia masih harus belajar bermain gitar dari nol.

Sejak saat itu, cerita K-On! lebih banyak berfokus pada keseharian anggota klub musik ringan yang dipenuhi momen santai. Alih-alih latihan serius sepanjang waktu, mereka sering menghabiskan waktu dengan minum teh, menikmati kue, mengobrol, atau sekadar bersantai di ruang klub. Pendekatan cerita yang ringan seperti ini membuat K-On! sering disebut sebagai anime “low cortisol” karena hampir tidak menghadirkan konflik dramatis atau ketegangan emosional yang berat.

Atmosfer hangat dari persahabatan para karakter juga menjadi salah satu alasan mengapa K-On! sangat cocok disebut sebagai tontonan low cortisol. Interaksi yang penuh humor, kegiatan sehari-hari yang sederhana, serta musik yang ceria menciptakan pengalaman menonton yang terasa nyaman dan menyenangkan. Dengan ritme cerita yang santai dan fokus pada momen kecil yang menyenangkan, K-On! menjadi salah satu anime “low cortisol” yang ideal untuk ditonton ketika ingin bersantai dan melepas stres.

6. Sweetness and Lightning

Sweetness and Lightning

Anime Sweetness and Lightning mengikuti kisah seorang guru bernama Kouhei Inuzuka yang berusaha membesarkan putrinya sendirian setelah kepergian istrinya. Ia sangat menyayangi putrinya, Tsumugi Inuzuka, namun kesibukan pekerjaannya serta kurangnya kemampuan memasak membuatnya sering mengandalkan makanan siap saji dari minimarket. Meskipun praktis, Kouhei merasa bersalah karena tidak dapat menyajikan makanan hangat dan bergizi bagi anaknya.

Suatu hari, salah satu muridnya bernama Kotori Iida mengundang Kouhei dan Tsumugi untuk makan di restoran milik keluarganya. Namun ketika mereka datang, ternyata restoran tersebut sering tutup karena ibu Kotori sedang bekerja di tempat lain, membuat Kotori sering makan sendirian. Dari situ muncul ide sederhana: mereka bertiga mulai berkumpul di restoran tersebut untuk memasak dan menikmati makanan rumahan bersama.

Cerita dalam Sweetness and Lightning berkembang dari kegiatan memasak sederhana yang dilakukan bersama. Setiap episode biasanya berfokus pada proses membuat satu hidangan rumahan, mulai dari mempersiapkan bahan hingga menikmati hasil masakan bersama-sama. Pendekatan cerita yang hangat ini membuat anime ini terasa seperti tontonan low cortisol yang menenangkan, karena konflik yang muncul cenderung kecil dan lebih berfokus pada hubungan keluarga serta kebahagiaan dalam hal-hal sederhana.

Atmosfer yang lembut serta interaksi hangat antara karakter juga memperkuat nuansa low cortisol dalam anime ini. Banyak momen yang menampilkan kegembiraan Tsumugi saat mencoba makanan baru atau usaha Kouhei yang terus belajar memasak demi putrinya. Melalui cerita yang sederhana namun menyentuh, Sweetness and Lightning menghadirkan pengalaman menonton low cortisol yang hangat, sekaligus mengingatkan penonton akan pentingnya keluarga dan kebersamaan di meja makan.

5. The Helpful Fox Senko-san

Senko-san - Sewayaki Kitsune no Senko san

Anime The Helpful Fox Senko-san berfokus pada kehidupan seorang pekerja kantoran bernama Kuroto Nakano yang terus-menerus dilanda kelelahan akibat pekerjaannya. Seperti banyak pekerja lainnya, Kuroto menjalani rutinitas yang melelahkan setiap hari dan harus menanggung semua tekanan itu sendirian karena hidup seorang diri. Tanpa ia sadari, stres yang ia rasakan perlahan berubah menjadi “kegelapan” yang menumpuk dalam dirinya, sesuatu yang dalam cerita ini digambarkan sebagai energi negatif yang dapat menghancurkan kehidupan seseorang jika dibiarkan.

Melihat kondisi tersebut, seorang dewi rubah bernama Senko turun tangan untuk membantu. Senko yang telah hidup selama lebih dari delapan ratus tahun memutuskan untuk tinggal bersama Kuroto dan merawatnya. Ia melakukan berbagai hal sederhana untuk membantu Kuroto melepas penat, mulai dari memasakkan makanan hangat, membersihkan rumah, hingga sekadar menemaninya beristirahat setelah pulang kerja.

Premis cerita yang berfokus pada proses meredakan kelelahan inilah yang membuat The Helpful Fox Senko-san sering dianggap sebagai anime “low cortisol”. Alih-alih menghadirkan konflik besar, anime ini lebih menonjolkan momen santai yang bertujuan memberikan rasa nyaman kepada karakter utamanya. Banyak adegan yang secara sengaja dibuat sangat menenangkan, seperti makan malam bersama, bersantai di rumah, atau berbincang ringan setelah hari kerja yang panjang.

Pendekatan tersebut menjadikan The Helpful Fox Senko-san sebagai salah satu anime low cortisol yang sangat mudah dinikmati. Atmosfer hangat, humor ringan, serta interaksi manis antara Senko dan Kuroto menciptakan pengalaman menonton yang terasa seperti “istirahat” bagi penonton. Karena itulah, anime ini direkomendasikan sebagai tontonan low cortisol yang cocok ditonton ketika ingin bersantai dan meredakan stres setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Barakamon

TITIP JEPANG - TITIPJEPANG - LOW CORTISOL - LOW CORTISOL MEME - LOW CORTISOL ANIME - BARAKAMON

Anime Barakamon mengikuti kisah seorang kaligrafer muda berbakat bernama Seishuu Handa. Ia dikenal sebagai seniman yang menjanjikan, ia muda, berbakat, dan memiliki reputasi yang baik. Namun, sifatnya yang perfeksionis sekaligus sedikit narsis membuatnya kesulitan menerima kritik. Ketika seorang kurator senior menyebut karya kaligrafinya sebagai sesuatu yang “tidak orisinal,” Handa kehilangan kendali emosinya dan melakukan tindakan yang berujung pada konsekuensi serius.

Sebagai bentuk hukuman sekaligus kesempatan untuk introspeksi diri, ayahnya mengirim Handa ke Kepulauan Goto, sebuah wilayah pedesaan yang jauh dari kehidupan kota Tokyo yang nyaman. Di tempat baru ini, ia berharap dapat menemukan kembali inspirasi untuk mengembangkan gaya kaligrafi yang lebih autentik. Namun kehidupan di desa ternyata tidak sepi seperti yang ia bayangkan. Seishuu harus menghadapi berbagai warga desa yang eksentrik, terutama seorang gadis kecil yang penuh energi bernama Naru Kotoishi yang sering tiba-tiba muncul di rumahnya.

Alih-alih menjadi cerita drama yang berat, Barakamon justru berkembang menjadi anime low cortisol yang hangat dan penuh humor. Interaksi Handa dengan penduduk desa yang unik, mulai dari anak-anak yang riuh hingga orang tua yang ramah, yang menciptakan banyak momen ringan yang menghibur. Konflik yang muncul pun lebih bersifat komedi dan keseharian, sehingga anime ini tetap mempertahankan nuansa dari anime “low cortisol” yang nyaman untuk diikuti.

Selain menghadirkan humor yang menyegarkan, Barakamon juga menyajikan perjalanan karakter yang terasa alami dan menenangkan. Kehidupan desa yang sederhana, kebersamaan dengan masyarakat lokal, serta proses Handa menemukan kembali jati dirinya membuat anime ini terasa sangat cocok disebut sebagai tontonan low cortisol. Dengan suasana pedesaan yang damai dan cerita yang penuh kehangatan, Barakamon menjadi salah satu anime “low cortisol” yang ideal untuk ditonton saat ingin bersantai dan melepas stres.

3. Tanaka-kun Is Always Listless

TITIP JEPANG - TITIPJEPANG - LOW CORTISOL - LOW CORTISOL MEME - LOW CORTISOL ANIME - TANAKA KUN WA ITSUMO KEDARUGE

Anime Tanaka-kun Is Always Listless berfokus pada kehidupan seorang siswa SMA bernama Tanaka yang menjalani hidup dengan satu prinsip sederhana: tetap santai dan tidak melakukan hal yang melelahkan. Tanaka dikenal sebagai siswa yang sangat pemalas, sering terlihat mengantuk, dan bahkan mampu tertidur hampir di mana saja. Baginya, hari yang ideal adalah hari yang berjalan tanpa kejadian apa pun, sehingga ia dapat menikmati ketenangan tanpa harus mengeluarkan banyak energi.

Dalam kesehariannya, Tanaka sering ditemani oleh sahabatnya yang setia, Oota. Oota kerap membantu Tanaka dalam berbagai hal yang terlalu merepotkan baginya, mulai dari membawanya ke kelas hingga membantu mengatasi situasi-situasi kecil yang muncul di sekolah. Meskipun Tanaka selalu berusaha menjalani hari yang damai dan tanpa gangguan, berbagai kejadian kecil bersama teman-temannya justru membuat kehidupannya sedikit lebih berwarna.

Dengan premis cerita yang sangat sederhana, Tanaka-kun Is Always Listless menjadi salah satu anime yang dapat disebut sebagai tontonan low cortisol. Konflik yang muncul biasanya sangat ringan dan lebih bersifat komedi sehari-hari, seperti kesalahpahaman kecil di sekolah atau interaksi santai antar teman. Ritme cerita yang pelan serta fokus pada momen kecil inilah yang membuat anime ini terasa sangat nyaman untuk ditonton.

Selain itu, gaya humor yang lembut dan karakter-karakter yang unik juga memperkuat nuansa low cortisol dalam anime ini. Banyak adegan yang menampilkan percakapan santai, situasi absurd yang ringan, serta ekspresi Tanaka yang selalu terlihat tenang meskipun berada di tengah berbagai kejadian kecil. Kombinasi antara pacing yang santai dan komedi ringan menjadikan Tanaka-kun Is Always Listless sebagai anime “low cortisol” yang cocok dinikmati ketika ingin bersantai dan meredakan stres.

2. Non Non Biyori

TITIP JEPANG - TITIPJEPANG - LOW CORTISOL - LOW CORTISOL MEME - LOW CORTISOL ANIME - NON NON BIYORI

Anime Non Non Biyori mengikuti kisah seorang gadis bernama Hotaru Ichijou yang kehidupannya berubah drastis setelah pindah dari Tokyo ke sebuah desa terpencil bernama Asahigaoka. Berbeda dengan kehidupan kota yang ramai, desa ini sangat kecil hingga sekolahnya hanya memiliki lima murid dari berbagai tingkat kelas yang belajar bersama di satu ruang kelas. Fasilitas modern pun sangat terbatas, bahkan bus hanya datang setiap beberapa jam sekali dan toko serba ada hampir tidak ditemukan di sekitar desa.

Meskipun awalnya terasa asing, Hotaru perlahan mulai menikmati kehidupan desa yang sederhana bersama teman-teman barunya. Ia bertemu dengan berbagai karakter unik, termasuk gadis kecil yang penuh rasa ingin tahu bernama Renge Miyauchi yang sering menunjukkan pemikiran tak terduga meski masih duduk di sekolah dasar. Selain itu ada pula tiga bersaudara keluarga Koshigaya: Suguru yang pendiam, Komari yang mudah panik, serta Natsumi yang usil dan penuh energi. Bersama mereka, hari-hari di desa yang awalnya terasa biasa berubah menjadi pengalaman yang hangat dan menyenangkan.

Sebagai salah satu anime slice of life yang sangat populer, Non Non Biyori sering dianggap sebagai contoh sempurna dari anime “low cortisol”. Ceritanya tidak berfokus pada konflik besar, melainkan pada aktivitas sehari-hari yang sederhana seperti bermain di ladang, menjelajah alam, atau menghabiskan waktu bersama teman. Pendekatan ini membuat anime ini memiliki tempo cerita yang santai, sehingga sangat cocok disebut sebagai tontonan low cortisol.

Selain itu, latar pedesaan yang tenang menjadi daya tarik utama yang memperkuat nuansa low cortisol dalam Non Non Biyori. Pemandangan alam yang luas, perubahan musim yang terasa jelas, serta interaksi karakter yang hangat menciptakan atmosfer yang sangat menenangkan. Dengan kombinasi humor ringan dan momen keseharian yang hangat, Non Non Biyori menjadi anime low cortisol yang ideal bagi penonton yang ingin bersantai dan meredakan stres.

1. Laid-Back Camp

TITIP JEPANG - TITIPJEPANG - LOW CORTISOL - LOW CORTISOL MEME - LOW CORTISOL ANIME - LAID BACK CAMP - YURU CAMP

Anime Laid-Back Camp mengikuti kisah seorang siswi SMA bernama Rin Shima yang memiliki hobi unik: berkemah sendirian di berbagai tempat dengan pemandangan alam yang indah, terutama di sekitar Mount Fuji. Bagi Rin, liburan yang sempurna bukanlah perjalanan mewah atau aktivitas ramai bersama banyak orang, melainkan menikmati ketenangan alam sambil mendirikan tenda, menyalakan api unggun, dan menghabiskan malam yang damai di alam terbuka.

Suatu hari, perjalanan berkemah Rin yang biasanya sunyi berubah ketika ia bertemu dengan seorang gadis ceria bernama Nadeshiko Kagamihara. Nadeshiko sebenarnya datang untuk melihat pemandangan Gunung Fuji, tetapi kelelahan membuatnya tertidur di tengah perjalanan dan akhirnya tersesat. Tanpa pilihan lain, ia meminta bantuan Rin yang kebetulan sedang berkemah di dekat sana. Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan makan ramen hangat di dekat api unggun sambil berbincang santai, menciptakan awal dari sebuah persahabatan yang menyenangkan.

Sebagai anime yang berfokus pada kegiatan berkemah dan menikmati alam, Laid-Back Camp sering dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari anime low cortisol. Ceritanya bergerak dengan tempo yang sangat santai, menampilkan berbagai aktivitas sederhana seperti mendirikan tenda, memasak makanan sederhana di alam, atau menikmati pemandangan pegunungan saat matahari terbit. Pendekatan seperti ini membuat anime “low cortisol” seperti Laid-Back Camp terasa sangat menenangkan untuk ditonton.

Selain itu, visual alam yang indah serta musik latar yang lembut semakin memperkuat atmosfer low cortisol dalam anime ini. Banyak adegan yang secara sengaja memperlihatkan ketenangan alam Jepang, mulai dari danau yang sunyi hingga perkemahan yang hangat di malam hari. Dengan fokus pada pengalaman sederhana yang menyenangkan, Laid-Back Camp menjadi anime low cortisol yang sempurna untuk ditonton saat ingin bersantai, menikmati suasana damai, dan melepas stres setelah aktivitas sehari-hari.

Nah, sekian daftar dari 10 anime “low cortisol” yang cocok ditonton untuk meredakan stres Titipers. Sebenarnya masih banyak anime yang bertema healing ini, jadi jika Titipers punya daftar lainnya, bisa disampaikan melalui komentar di bawah yah!

Sumber: My Anime List, Cleve Land Clinic

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang