10 Ranking Movie Anime Terbaik dalam Satu Dekade Ini!
Dalam lima tahun terakhir, popularitas anime tidak hanya melonjak lewat serial televisi, tetapi juga merambah layar lebar dengan kekuatan yang luar biasa. Memasuki era 2020-an, dekade ini terasa seperti panggung emas bagi film-film anime yang tampil semakin ambisius, matang, dan berani bereksperimen. Rilisan anime di bioskop kini mampu menarik penonton dari berbagai belahan dunia, menciptakan pengalaman sinematik yang imersif dan emosional. Kabar baiknya, para penggemar tidak pernah kekurangan pilihan karena selalu ada judul baru yang layak dinantikan dan dibicarakan. Tak berlebihan jika banyak orang mulai menyebut periode ini sebagai masa kejayaan baru bagi movie anime terbaik yang benar-benar dirancang untuk dinikmati di layar lebar.
Dari adegan aksi berskala besar yang memacu adrenalin hingga kisah drama yang tenang namun menyentuh hati, lima tahun terakhir menghadirkan ragam film anime dengan kualitas yang mengesankan. Sebagian di antaranya merupakan kelanjutan dari waralaba populer yang sudah memiliki basis penggemar kuat, sementara sisanya hadir sebagai cerita orisinal dengan ide segar dan pendekatan visual yang unik. Meski berbeda latar dan genre, semua film ini memiliki satu kesamaan: kualitas cerita, animasi, dan emosi yang ditawarkan terasa istimewa dan berkesan. Itulah sebabnya banyak dari judul-judul ini dianggap sebagai representasi paling menonjol dari industri anime modern, sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai movie anime terbaik di era 2020-an.
10. The First Slam Dunk


The First Slam Dunk sejatinya bukan nama asing bagi penggemar anime. Film ini merupakan adaptasi dari pertandingan penentuan dalam Slam Dunk, salah satu judul paling legendaris sepanjang sejarah anime dan manga era 90-an. Kisahnya bukan sekadar tentang olahraga basket, tetapi juga merangkum nilai persahabatan, kerja keras, dan proses pendewasaan karakter yang terasa begitu manusiawi. Dengan fondasi cerita yang sudah kuat sejak puluhan tahun lalu, film ini hadir membawa kembali semangat klasik tersebut ke layar lebar, sekaligus membuktikan bahwa cerita lama pun masih relevan dan layak diperhitungkan sebagai movie anime terbaik di era modern.
Menariknya, The First Slam Dunk tidak hanya mengandalkan nostalgia semata untuk memikat penonton lama. Film ini terasa dibuat dengan cinta yang besar terhadap karya aslinya, namun tetap berani melangkah lebih jauh dengan pendekatan visual yang segar. Perpaduan animasi 2D dan 3D dieksekusi secara apik, menghasilkan dinamika pertandingan yang intens dan emosional tanpa menghilangkan ruh Slam Dunk itu sendiri. Kesuksesannya di box office, yang bahkan hingga menjadi salah satu film anime terlaris sepanjang masa, menjadi bukti nyata bahwa warisan Slam Dunk masih hidup dan dicintai hingga kini, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu movie anime terbaik yang wajib ditonton.
9. 100 Meters


Setiap tahun, industri anime terus dibanjiri oleh berbagai judul bertema olahraga, baik dalam bentuk serial maupun film layar lebar. Namun, hanya sedikit yang mampu menggali sisi psikologis atlet dengan pendekatan sedalam dan seemosional 100 Meters. Film yang rilis pada 2025 ini sayangnya sempat luput dari perhatian banyak penggemar, meski kualitasnya pantas diperbincangkan lebih luas. Alih-alih sekadar menampilkan semangat kompetisi, 100 Meters menghadirkan sudut pandang yang lebih reflektif tentang ambisi, tekanan, dan harga yang harus dibayar demi mengejar kemenangan. Pendekatan inilah yang membuatnya layak diperhitungkan sebagai salah satu movie anime terbaik yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan anime olahraga.
Di permukaan, 100 Meters tampak seperti kisah sederhana tentang dua pelari yang saling bersaing untuk menjadi yang tercepat. Namun seiring cerita berjalan, film ini perlahan mengupas motivasi terdalam para karakternya, mempertanyakan apa sebenarnya yang mendorong seorang atlet untuk terus melampaui batas dirinya. Kekuatan narasinya semakin diperkuat oleh presentasi visual yang memukau, termasuk penggunaan teknik rotoscoping yang jarang ditemui dalam anime. Teknik ini membuat setiap gerakan terasa nyata dan intens, seolah penonton ikut berlari bersama para karakter dalam perjuangan mereka. Kombinasi cerita yang kuat dan visual yang imersif menjadikan 100 Meters sebuah pengalaman sinematik yang pantas masuk daftar movie anime terbaik bagi penikmat kisah olahraga yang sarat makna.
8. Demon Slayer: Infinity Castle


Sulit untuk menyangkal posisi Demon Slayer sebagai waralaba shonen generasi baru yang paling populer saat ini. Adaptasi anime garapan Ufotable berhasil mengangkat cerita aslinya menjadi tontonan yang luar biasa memikat. Dengan kualitas animasi yang revolusioner, Ufotable menyulap setiap pertarungan menjadi pengalaman visual yang intens dan penuh gaya, membuat Demon Slayer melampaui ekspektasi banyak orang. Perpaduan cerita yang emosional dan presentasi teknis kelas atas inilah yang membuat seri ini terus dibicarakan dan pantas masuk jajaran movie anime terbaik di era modern.
Kehebatan Ufotable terasa semakin maksimal ketika Demon Slayer hadir di layar lebar. Demon Slayer: Infinity Castle, sebagai film pertama dari trilogi penutup, tampil sebagai pertunjukan animasi yang benar-benar memanjakan mata. Adegan aksi yang eksplosif, detail visual yang nyaris tanpa cela, serta atmosfer tegang yang konsisten menjadikannya pengalaman sinematik yang sulit dilupakan. Film ini bukan sekadar kelanjutan cerita, melainkan perayaan penuh gaya dari kekuatan visual anime itu sendiri. Tak heran jika Infinity Castle disebut sebagai tontonan wajib di bioskop dan diakui sebagai salah satu movie anime terbaik yang harus dialami langsung oleh setiap penggemar anime.
7. Haikyuu!! The Dumpster Battle


Selama lebih dari satu dekade, Haikyuu!! telah memantapkan dirinya sebagai salah satu franchise shonen olahraga paling berpengaruh dalam dunia anime. Serial ini dicintai penggemar karena pengembangan karakternya yang konsisten, pendekatan yang realistis terhadap dunia olahraga, serta kemampuannya menyentuh emosi penonton dari berbagai latar belakang. Setelah manga Haikyuu!! resmi berakhir, adaptasi animenya pun perlahan menuju puncak cerita. Haikyuu!! The Dumpster Battle hadir sebagai film pertama dari dua bagian penutup, menjadi momen penting yang menandai awal klimaks perjalanan panjang tersebut. Kehadirannya jelas tidak sekadar melanjutkan cerita, tetapi juga mempertegas posisi Haikyuu!! sebagai salah satu movie anime terbaik yang lahir dari seri olahraga legendaris.
Jika dinilai sebagai karya yang berdiri sendiri, Haikyuu!! The Dumpster Battle mungkin terasa kurang mengejutkan selain dari kualitas visualnya yang memanjakan mata. Namun, kekuatan film ini justru terletak pada konteksnya dalam narasi panjang yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Pertemuan Karasuno dan Nekoma di panggung Nasional bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan puncak emosi dari rivalitas yang sudah lama dinantikan oleh penggemar. Setiap reli dan setiap poin terasa sarat makna, menghadirkan rasa lega dan haru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Lebih dari sekadar jembatan menuju akhir cerita, film ini menjadi pengalaman emosional yang memperkaya warisan Haikyuu!! dan mengukuhkannya sebagai salah satu movie anime terbaik di era modern.
6. Suzume no Tojimari


Makoto Shinkai dikenal luas sebagai sutradara visioner di balik Your Name dan Weathering with You, dua film yang dipuji karena atmosfer melankolis, visual yang memukau, serta emosi yang disampaikan dengan sangat halus. Ciri khas tersebut kembali terasa kuat dalam Suzume no Tojimari (2022), sebuah film fantasi coming-of-age yang langsung mencuri perhatian sejak perilisannya. Bagi para penggemar, Suzume seolah merangkum semua elemen yang selama ini menjadi identitas Shinkai: lanskap indah, perasaan kehilangan yang sunyi, dan perjalanan emosional karakter yang perlahan namun menghantam. Kombinasi ini membuat Suzume layak disebut sebagai salah satu movie anime terbaik yang lahir dari tangan sutradara paling berpengaruh di era modern.
Seiring waktu, film-film Makoto Shinkai memang terasa semakin ambisius, baik dari segi skala cerita maupun kedalaman temanya. Suzume sering dianggap sebagai puncak dari trilogi bencana yang ia bangun, dengan narasi besar tentang upaya melindungi Jepang dari ancaman kehancuran. Meski begitu, kekuatan film ini justru terletak pada keseimbangan antara cerita berskala epik dan kisah personal yang jauh lebih rapuh. Di balik petualangan fantastisnya, Suzume menyuguhkan refleksi mendalam tentang duka, penerimaan, dan proses bertumbuh secara emosional. Sentuhan inilah yang membuat film ini terasa sangat membekas, sekaligus menegaskan posisinya sebagai movie anime terbaik yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati penontonnya.
5. Evangelion: 3.0 + 1.0


Sebagai salah satu judul mecha paling berpengaruh sepanjang masa, Neon Genesis Evangelion telah menjadi bagian penting dari sejarah anime sejak era 90-an. Proyek Rebuild of Evangelion sendiri menempuh perjalanan panjang yang tidak singkat, membutuhkan hampir 15 tahun untuk menuntaskan keempat filmnya. Sepanjang perjalanannya, seri ini kerap memicu perdebatan karena pendekatan konseptualnya yang berani dan terkadang terasa memecah pendapat penggemar. Meski begitu, Rebuild of Evangelion menawarkan interpretasi baru terhadap kisah legendaris ini, sekaligus memberikan kesempatan langka untuk benar-benar menutup perjalanan Shinji Ikari. Dalam konteks tersebut, film-film ini pantas dipandang sebagai bagian penting dari evolusi anime modern dan layak masuk pembahasan movie anime terbaik.
Sebagai penutup dari tetralogi tersebut, Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time hadir dengan beban ekspektasi yang luar biasa besar. Film ini tidak hanya mengakui warisan monumental Evangelion, tetapi juga berani membawa ceritanya ke arah yang berbeda, memberikan ruang bagi para karakter, dan tentu saja para penggemar, untuk memperoleh penutup yang selama ini terasa tertunda. Pengalaman menonton Thrice Upon a Time bagi penggemar setia Evangelion terasa begitu personal dan emosional, seolah menjadi perjalanan reflektif atas puluhan tahun kebingungan, trauma, dan pencarian makna. Sebagai klimaks dari sebuah karya ikonik, film ini tampil sebagai penutup yang pantas dan mengesankan, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu movie anime terbaik dengan dampak emosional yang sulit ditandingi.
4. Look Back


Tatsuki Fujimoto, kreator di balik popularitas Chainsaw Man, kembali membuktikan kualitas karyanya lewat adaptasi anime Look Back. Setelah serangkaian adaptasi yang selalu menuai pujian, film ini hadir sebagai interpretasi lain yang tak kalah istimewa dari dunia yang ia ciptakan. Berbeda dari karya-karyanya yang penuh ledakan dan absurditas ekstrem, Look Back memilih ruang lingkup cerita yang jauh lebih personal. Film ini mengikuti perjalanan dua sahabat yang berjuang mengejar mimpi menjadi mangaka profesional, dengan fokus pada hubungan, ambisi, dan ketakutan yang terasa sangat dekat dengan realitas. Kesederhanaan inilah yang justru membuatnya menonjol sebagai salah satu movie anime terbaik dengan pendekatan emosional yang tulus.
Meski tampil lebih intim, Look Back tetap menyimpan ciri khas Fujimoto yang unik dan terkadang terasa ganjil, namun tidak pernah berlebihan. Film ini berdiri sebagai refleksi jujur tentang proses berkarya, yaitu tentang kelelahan, keajaiban, serta rasa sakit yang kerap menyertai penciptaan sebuah karya seni, apa pun bentuknya. Dengan durasi yang relatif singkat, Look Back mampu meninggalkan dampak emosional yang mendalam, membuat penonton merenungkan kembali nilai dari kreativitas dan kerja keras di baliknya. Usai menontonnya, sulit untuk tidak merasa terharu dan bersyukur kepada para seniman yang terus menciptakan karya bermakna, menjadikan film ini salah satu movie anime terbaik yang membekas lama setelah kredit penutup bergulir.
3. Chainsaw Man: Reze Arc


Sebagai salah satu judul shonen terbaik dari generasi terbaru, Chainsaw Man akhirnya kembali ke layar lebar pada 2025 dengan antusiasme yang luar biasa besar. Chainsaw Man: Reze Arc hadir sebagai tontonan penuh adrenalin yang tidak hanya mengandalkan kekerasan dan kegilaan semata, tetapi juga menyimpan kedalaman cerita yang mengejutkan. Film ini menjadi bukti nyata bahwa popularitas besar Chainsaw Man bukan sekadar hype sesaat, melainkan hasil dari narasi yang berani, emosional, dan berbeda dari shonen kebanyakan. Dengan kualitas produksinya yang impresif, film ini dengan mudah menempatkan dirinya dalam jajaran movie anime terbaik yang wajib diperhitungkan.
Pada intinya, Chainsaw Man: Reze Arc adalah kisah cinta yang dibalut dengan tragedi dan kekerasan brutal. Adegan-adegan aksinya tampil eksplosif dan kreatif, terus mendorong batas imajinasi visual tanpa kehilangan arah. Namun, kekuatan terbesar film ini justru muncul dalam momen-momen hening yang penuh kehangatan dan kerentanan emosional. Kontras antara kelembutan dan kehancuran tersebut membuat penonton semakin menyadari betapa kompleks dan bernuansa dunia Chainsaw Man. Perpaduan inilah yang menjadikan film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membekas, sekaligus mengukuhkannya sebagai salah satu movie anime terbaik dari shonen generasi baru.
2. Gintama: The Very Final


Menutup sebuah seri sebesar Gintama, sebuah seri komedi legendaris yang telah menemani penggemarnya selama hampir dua dekade, bukanlah tugas yang mudah. Dengan skala cerita yang luas, humor yang khas, serta ikatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun, ekspektasi terhadap ending-nya pun melambung tinggi. Namun, seperti keseluruhan perjalanan Gintama yang nyaris tanpa cela, film penutupnya Gintama: The Very Final justru berhasil melampaui harapan. Film ini terasa sebagai perayaan terakhir yang penuh rasa hormat terhadap warisan panjang seri tersebut, sekaligus menegaskan mengapa Gintama layak dikenang sebagai salah satu movie anime terbaik yang lahir dari adaptasi serial panjang.
Sebagai penutup dari arc Silver Soul, Gintama: The Very Final merangkum seluruh elemen yang selama ini dicintai penggemar dalam satu sajian utuh. Momen emosional yang menyentuh, adegan aksi yang memacu adrenalin, hingga komedi absurd khas Gintama berpadu dengan sangat seimbang. Film ini mampu membuat penonton tertawa dan terharu dalam waktu yang hampir bersamaan, menciptakan pengalaman menonton yang benar-benar memuaskan. Untuk sebuah seri yang telah berjalan begitu lama, sulit membayangkan penutup yang lebih pantas dan berkesan dari ini. Tak berlebihan jika Gintama: The Very Final dianggap sebagai salah satu movie anime terbaik sekaligus penutup sempurna bagi kisah yang telah menemani banyak penggemar selama bertahun-tahun.
1. The Boy and the Heron


Selama puluhan tahun, Studio Ghibli telah menjadi wajah dari industri anime, menghadirkan film-film fantasi yang mampu menembus batas antara penggemar anime dan penikmat film animasi secara umum. Karya-karyanya tidak hanya dikenal karena keindahan visual, tetapi juga karena kedalaman emosi dan kualitas sinema kelas dunia. Ketika Hayao Miyazaki, seorang pendiri sekaligus sosok paling berpengaruh di balik Studio Ghibli, mengumumkan pensiun pada 2013, banyak yang mengira era keemasannya telah berakhir. Namun, kembalinya Miyazaki pada 2023 melalui The Boy and the Heron justru menjadi momen bersejarah, dengan film ini digadang-gadang sebagai salah satu karya paling berpengaruh di dekade ini. Kehadirannya langsung menempatkan The Boy and the Heron dalam pembahasan movie anime terbaik dengan dampak artistik yang luar biasa.
Berbeda dari film-film fantasi Miyazaki sebelumnya, The Boy and the Heron tampil lebih gelap, personal, dan reflektif. Film ini terasa seperti cermin perjalanan panjang sang sutradara, penuh renungan tentang kehidupan, kehilangan, dan makna keberlanjutan. Meski sarat dengan introspeksi, cerita magis khas Studio Ghibli tetap mengalir dengan indah, dipadukan dengan visual yang dieksekusi secara menakjubkan. Perpaduan antara kedalaman tema dan keajaiban penceritaan inilah yang membuat film ini terasa begitu istimewa. Sebagai karya yang merepresentasikan puncak kedewasaan kreatif Miyazaki, The Boy and the Heron pantas disebut sebagai salah satu movie anime terbaik yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah anime modern.
Sekian daftar dari 10 movie anime terbaik selama satu dekade terakhir menurut MinTip. Bagaimana? Apakah film favorit Titipers ada pada daftar di atas? Berikan pendapat di kolom komentar yah!
Sumber: CBR, My Anime List, IMDb
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang
