Komik Lokal Bersinar! Berbagai Adaptasi Live Action dari Komik Lokal di JAFF Market 2025!
Kabar menggembirakan di JAFF Market 2025 yang berisikan beragam adaptasi live action dari karya komik lokal Indonesia!


Perjalanan panjang karya komik di Indonesia akhirnya mendapatkan hasil yang bersinar! Membawakan langsung dari JAFF Market 2025 yang baru saja diselenggarakan dari tanggal 29 November hingga 6 Desember 2025, akan ada 4 komik lokal Indonesia yang berhasil terpilih ke panggung yang lebih besar!
JAFF Market memiliki kepanjangan Jogja-NETPAC Asian Film Festival yang dibuat oleh Yayasan Sinema Yogyakarta untuk mempertemukan berbagai macam pasar dan pusat kolaborasi industri film terbesar di Indonesia. Acara ini digelar agar dipertemukannya pelaku film dengan kekayaan intelektual (IP) lokal sehingga membentuk sebuah kerja sama dan mendorong karya lokal.
JAFF Market 2025 merupakan acara yang ke 20, diadakan di tiga tempat utama yaitu pembukaan di Gedung GIK, Universitas Gadjah Mada. Lalu tempat kedua ada di Jogja Expo Center, tempat dimana kreator berkumpul, dan Empire XXI Cinema Yogyakarta yang merupakan tempat pemutaran film khas dari JAFF. JAFF Market tahun ini menghadirkan berbagai macam acara mulai dari talkshow, diskusi bareng, workshop, perkumpulan komunitas, pastinya nonton film bareng. Keramaian terus memadati tempat hingga 06 Desember terutama memadati Empire XXI Cinema Yogyakarta untuk orang-orang yang ingin menonton film-film seperti Light of Asia, dan Emerging.
Ketika Komik lokal kini menempuh jalan yang semakin luas dengan peresmian 4 judul yang dibawa ke panggung Industri perfilman. Kira-kira komik apa saja yang akan dibuatkan adaptasinya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2025?
Bandits of Batavia


Komik lokal ini memiliki genre aksi yang sangat menarik. Karya Bryan Valenza berjudul Bandits of Batavia akan hadir dalam format live-action. Adaptasi film Bandits of Batavia akan dinaungi oleh rumah produksi ternama asal Indonesia, IMAJINARI (Ngeri-Ngeri Sedap, Agak Laen). Adaptasi ini akan disutradarai langsung oleh Ernest Prakarsa.
” Dikembangkan oleh studio kreatif Beyondtopia, komik ini mengangkat cerita rakyat Betawi tentang Si Pitung dengan pendekatan modern. Berlatar Batavia tahun 1865, Bandits of Batavia menampilkan konflik antara Si Pitung dan geng bandit gaib bernama Ajian, yang memiliki lima kekuatan supernatural: keabadian, sihir, mistisisme, superposisi, dan kekuatan fisik murni. Semua kekuatan ini dianggap terlarang oleh penjajah Belanda.” (Corenews ID, 2025)
Si Buta Dari Gua Hantu: Mata Malaikat


Si Buta dari Gua Hantu akan kembali lagi nih ke layar lebar dengan judul Si Buta Dari Gua Hantu: Mata Malaikat. Komik Bumilangit Entertainment satu ini akan berkolaborasi dengan MAGMA entertainment untuk memproduksi adaptasi ini. Pada JAFF Market 2025, juga diumumkan bahwa dutradara dari film Si Buta Dari Gua Hantu: Mata Malaikat adalah Charles Gozali (Qodrat). Hebatnya, film ini sedang dalam tahap produksi dan akan dirilis di tahun 2027 mendatang!
“Si Buta dari Gua Hantu merupakan karakter pendekar silat legendaris ciptaan Ganes TH pada tahun 1967. Tokoh ini menjadi salah satu IP terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 180 volume komik yang telah dibaca lebih dari 20 juta pembaca. Popularitasnya pun terus berlanjut hingga kini, terbukti dari banyaknya adaptasi yang pernah dibuat, mulai dari 9 film layar lebar hingga 86 episode serial TV.” (IDN Times, 2025)
Elang Hitam


Karya Edwin Te menjadi salah satu komik yang akan terjun ke dunia Internasional dalam acara JAFF Market 2025. Komik miliknya yang dibuat dari 2013 kembali dalam format yang lebih segar dan akan maju adalah Elang Hitam. Komik ini akan dibawa kedalam acara Internasional Asian Contents & Film Market (ACFM) di tahun 2026.
Asian Contents & Film Market merupakan acara seperti JAFF Market namun dalam skala Internasional khusunya region asia yang mempertemukan kreator, investor, dan buyer. Disebutkan juga, acara ACFM ini setara dengan Marche du Film di Cannes.
Seorang pemuda yang dikenal dengan nama Elang Hitam tiba-tiba kehilangan ingatan miliknya namun dia tidak melupakan jadi dirinya sebagai seorang ksatria. Walaupun dengan kondisi ini, dia membela kebenaran dengan terjun kembali ke jalanan.
World Without Sleep


Satu lagi komik karya lokal yang akan dibawa kedalam acara Asian Contents & Film Market 2026 yaitu World Without Sleep. Karya Fedian Fesal sebagai penulis dan Dedy Koerniawan sebagai ilutrator artis dari komik ini. Pertama kali terbit di tahun 2024, komik ini memiliki satu lagi komik sequel dari yang pertama berjudul World Without Sleep 2.
Seluruh dunia tiba-tiba terserang penyakit baru bernama Ravidia Fatal Insomnia, yang menyebabkan gangguan tidur jangka panjang dan mengakibatkan ketidakmampuan untuk tidur. Kekacauan melanda dunia saat masyarakat mulai terurai. Beberapa penyintas berusaha melarikan diri, mencari perlindungan dari para penderita penyakit, yang menunjukkan gejala-gejala aneh dan tak terjelaskan. Bisakah mereka bertahan hidup di dunia yang telah berubah menjadi mimpi buruk menjadi nyata, atau akankah kegilaan itu juga menghabisi mereka? (Komiqus)
Wah… banyak komik lokal Indonesia yang bakalan sukses besar nih. Mulai dari adaptasi film live action bahkan diundang ke acara Internasional. Komik apa yang kalian tunggu kedatangan hasil baiknya? atau ada komik lokal lainnya yang kalian inginkan untuk menjadi film?
Sumber : Jago.lagi
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

