Manga Chainsaw Man Tamat!? Apakah Terlalu Diburu-Buru atau Memang Berakhir Begitu Saja?


Pada catatan editor bab 231 dari manga Chainsaw Man, dituliskan kalau bab 232 akan menjadi bab di mana Chainsaw Man tamat. Hal ini tentu menjadi topik perbincangan di dunia maya, pasalnya pengumuman ini dirasa terlalu mendadak. Mayoritas merasa penyelesain serinya tidak cukup dibuat dalam 1 bab saja.
Namun, apakah benar tamatnya Chainsaw Man ini terlalu diburu-buru? Apakah Chainsaw Man benar-benar akan tamat di bab 232? Nah ini beberapa fakta & opini penulis tentang akan tamatnya Chainsaw Man. Disklaimer, tentu saja tulisan ini akan mengandung spoiler, jadi dipersilahkan untuk membaca manganya terlebih dahulu atau melanjutkan membaca ini dengan resiko ditanggung sendiri.
Fakta: Pengumuman Sudah Dipublikasikan oleh Pihak Penerbit
Kembali ke atas, Chainsaw Man tamat di bab 232 ini sudah dikonfirmasi langsung oleh pihak penerbit. Dari catatan editor di akhir bab rilisan Jump+ (bahasa Jepang), bahkan rilisan MANGA Plus & VIZ sempat mengunggah halaman terakhir dari bab 231 dengan catatan akhir ‘Final Chapter Coming 3/24!‘. Namun, besoknya diganti menjadi ‘To be continued‘ atau bersambung.
Walau sempat adanya kebingungan & adanya sedikit harapan seri ini masih akan bersambung, penerbit VIZ kembali mempertegas kondisi ini. Pada 21 Maret 2026, akun X Shonen Jump (dari penerbit VIZ) memposting kalau bab 232 akan menjadi ‘series finale‘, atau kalau diterjemahkan artinya ini akan menjadi penutup terakhir dari seluruh seri.
Fakta Lainnya: Akhir dari Seri Chainsaw Man Part 2 Sudah Disinggung oleh Editor & Pengarangnya Langsung
Sebelum pengumuman mengejutkan di bab 231, sebenarnya editor seri pernah membahas soal klimaks yang sudah dekat. Tatsuki Fujimoto bahkan pernah menyinggung langsung bagaimana cerita ini akan berakhir. Pada 4 Februari 2026, Shihei Lin memposting foto fisik jilid 23 Chainsaw Man dengan caption kalau “cerita Chainsaw Man akhirnya mencapai titik cerita krusial“.


Sementara itu, Tatsuki Fujimoto melalui wawancaranya di majalah Da Vinci (2021), setelah Chainsaw Man part 1 selesai, mengatakan kalau pembaca bisa mengharapkan cerita part 2 akan terasa seperti film The Big Lebowski. “Kamu tahu film The Big Lebowski? Saat saya selesai menontonnya, saya berpikir, ‘Apa sebenarnya itu tadi?’ Tidak ada yang benar-benar terselesaikan, semuanya terasa tidak bermakna. Tapi tokoh utamanya tetap berkembang dan ceritanya tetap berjalan. Saya menyukai perasaan absurd seperti itu.” katanya saat ditanya tentang apa yang bisa diharapkan dari part 2. Dia menambahkan kalau dia ingin pembaca Chainsaw Man juga mendapatkan kesan seperti itu setelah membaca cerita ini.
Analisis: Mari Kita Bedah Bab 231 Chainsaw Man
Mari kita bedah atau fokus ke bab 231 yang menjadi bab terakhir sebelum bab 232 yang membuat Chainsaw Man tamat. Pada bab berjudul “Goodbye, Pochita”, jelas bab ini menjadi perpisahan Denji dengan Pochita. Pochita menyebutkan kalau selama ini Denji tidak pernah merasa puas, merasa selalu ada yang kurang padahal sudah mencapai salah satu tujuannya. Dari situ Pochita mengambil kesimpulan kalau dia harus hilang dari hidup Denji, Pochita merasa Denji lebih bahagia dulu saat hidupnya penuh “penderitaan” namun punya mimpi untuk terus melanjutkan hidup.


Dengan begitu, Pochita memutuskan untuk memakan dirinya sendiri. Di mana di dunia Chainsaw Man, semua devil yang dimakan oleh Chainsaw Man eksistensinya akan hilang, seakan tidak pernah ada dalam kehidupan. Setelah menghilang, kita diajak kembali ke gubuk Denji pernah tinggal saat masih berburu devil & menebang kayu hanya untuk melanjutkan hidup. Akan jadi apa dunia tersebut tanpa keberadaan Chainsaw Man kemungkinan besar akan menjadi topik utama bab selanjutnya.
Opini: Pendapat Penulis Tentang Semua “Kekacauan” Ini
Jujur, penulis tidak kaget kalau karya ini keluar dari kepala seorang Tatsuki Fujimoto. Lebih membuat penulis kaget malah respon dari para pembacanya. Penulis tidak mau mengutip atau menyertakan postingan-postingan terkait, tapi kalau kamu mengikuti trennya di sosial media (terutama X), kamu pasti tahu seperti apa reaksi negatifnya. Mungkin penulis akan menyinggung salah satu topik yang membuat mual yaitu bagaimana “fans” meminta Tatsuki Fujimoto harus meninggal atau mengakhiri hidupnya karena ini. Menurut penulis ini bukan hal yang sepatutnya diwajarkan meski konteksnya dalam bentuk candaan sekalipun.
Kembali ke pendapat soal tamatnya Chainsaw Man. Menurut penulis tamatnya ini memang sesuai keinginan dari Tatsuki Fujimoto. Walau tidak tahu persisnya apakah diburu-buru atau sesuai jadwal awal. Pasalnya memang ada beberapa plot poin yang dirasa “terlupakan” begitu saja, tapi ceritanya tetap berjalan. Soal karakter pun menurut penulis karakter Asa/Yoru sudah mencapai puncaknya di bab 229. Di mana akhirnya Asa mendapatkan validasi yang selama ini dia cari lewat Yoru. Bab 231 juga mempunyai kesan yang sama, di mana karakter Denji & Pochita mendapatkan momen puncak mereka.


Penulis juga masih ingin menambahkan opininya. Penulis merasa Tatsuki Fujimoto tahu kalau part 2 Chainsaw Man ini tidak akan diterima dengan baik oleh beberapa pembaca. Lebih tepatnya, bahkan dia sudah membuat sebuah “disklaimer” di karya oneshot yang berjudul, ‘Just Listen to The Song’. Manga yang dikarang oleh dia & digambar oleh Oto Toda, mantan asistennya. Manga pendek 18 halaman ini bisa kamu baca di MANGA Plus dengan berlangganan layanan Deluxe mereka. Penulis tidak akan menceritakan apa isinya, tapi penulis menggangap kalau ini memang sebuah pesan yang ditunjukkan untuk para pembacanya. Bacalah maka kamu mungkin akan mengerti juga. Jika kamu sudah pernah membaca, coba dibaca lagi, karena artinya menurut penulis lebih relevan di keadaan saat ini.
Kesimpulan: ‘Tatsuki Fujimoto Sebenarnya Ngapain Sih?!’


Jadi kesimpulannya? Penulis merasa memang tidak ada yang aneh dengan Chainsaw Man yang tamat di bab 232. Menurut penulis malah aneh misal Chainsaw Man masih akan berlanjut lagi ke part 3. Poin paling jelas tentu tentang absennya sosok Chainsaw Man di seri yang bernama Chainsaw Man. Tapi di awal part 2 pun Chainsaw Man pernah absen kan? Namun tidak seperti ini, karena kali ini dia sendiri yang menghilangkan eksistensinya. Penulis melihat ini sebagai romantisasi sang pengarang sendirilah yang menghapus Chainsaw Man, seakan dia tidak pernah menulisnya.
Kembali ke tujuan awal Tatsuki Fujimoto saat membuat part 2, Tatsuki Fujimoto mengatakan film The Big Lebowski menjadi role model bagaimana dia ingin mendapatkan kesan yang sama dari film tersebut. The Big Lebowski sebenarnya memang film paling cocok untuk menggambarkan Chainsaw Man. Ceritanya absurd, banyak komedi nyeleneh, bahkan karakternya orang aneh semua. Akhir dari film ini pun penulis merasa terlalu anti-klimaks, tapi penulis suka pesannya. “The Dude abides”. Kamu sekali seumur hidup harus nonton film satu ini untuk mengerti maksudnya.
“Jadi kamu mau “santai” seperti The Dude, yang tetap bertahan dan menikmati hal-hal kecil, apa jungkir balik tidak jelas terus menurus tanpa hasil pasti?” Mungkin itu yang ingin Tatsuki Fujimoto sampaikan lewat situasi ini menurut penulis pribadi. Tapi untuk sekarang, mari kita tunggu bersama akhir dari cerita ini.
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang
