Review The First Slam Dunk: Berasa Nonton Basket Beneran!

Titip Jepang - Review The First Slam Dunk

Anime The First Slam Dunk baru saja tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 22 Februari kemarin. Sudah bisa disaksikan baik di CGV, Cinepolis maupun XXI! Odex selaku distributor membawakan film ini ke Indonesia setelah sebelumnya mengadakan Fan’s Screening tanggal 18 silam yang cukup sukses. Kali ini, penulis berkesempatan untuk menonton di hari pertama. Seperti apa sih film yang disutradarai oleh sang mangaka sendiri, Takehiko Inoue? Simak review The First Slam Dunk berikut ini dari Titip Jepang.

BACA JUGA: The First Slam Dunk Tayang di Indonesia! Inilah Tanggalnya

 SINOPSIS THE FIRST SLAM DUNK 

Film anime ini berpusat pada Ryota Miyagi, seorang point guard dari tim basket SMA SHohoku. Dia memiliki seorang kakak bernama Sota yang usianya tiga tahun lebih tua dan memberi pengaruh besar untuknya dalam bermain basket. Ryota dan anggota timnya Hanamichi Sakuragi, Takenori Akagi, Hisashi Mitsu dan Kaede Rukawa menatang sang juara bertahan kejuaraan basket inter-high, SMK Sannoh.Slam Dunk adalah komik basket karya Takehiko Inoue yang bisa dibilang merupakan komik sport terbaik yang menjadi rujukan komik sport generasi selanjutnya. Adaptasi animenya juga mendapatkan pujian dan sukses secara komersil, yang sayangnya tidak mengadaptasi komiknya sampai tamat, menyisakan dua pertandingan. The First Slam Dunk memberikan kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu fans untuk menonton pertandingan terakhirnya, melawan sang juara bertahan, SMK Sannoh. Terpaut 26 tahun, bagaimana cara Takehiko Inoue menarik kembali fans lama dan menggaet fans baru?TITIP JEPANG - REVIEW THE FIRST SLAM DUNK

 PERGESERAN SUDUT PANDANG TOKOH UTAMA 

Tokoh utama dalam komik Slam Dunk adalah Hanamichi Sakuragi, begitu pula dengan adaptasi serial TV anime-nya dulu. Keputusan memindahkan fokus cerita kepada Ryota Miyagi adalah keputusan yang sangat brilian. Pertama, karena akan memberi sudut pandang baru buat penggemar baru yang kurang familiar dengan Slam Dunk, tanpa harus tahu latar belakang Sakuragi. Menjadikan Sakuragi sebagai tokoh utama hanya akan memberi banyak pertanyaan tentang latar belakangnya yang tidak mungkin bisa dimampatkan dalam satu film saja. Kedua, Ryota Miyagi adalah karakter yang tidak terlalu banyak diekspos masa lalunya di komik maupun anime-nya dulu, nyaris semua tokoh utama mendapatkan eksposur drama yang kuat, minus Ryota. Hal ini membuat penggemar lama mendapatkan hal baru alih-alih hanya adaptasi pertandingan saja. Masa lalu Ryota dikupas habis, hampir setengah film dipenuhi flashback-flashback Ryota yang sangat menarik, baik flashback Ryota sendiri dan juga ketika dia bertemu anggota timnya yang lain yang secara tidak langsung memberikan pengenalan ulang pada karakter-karakter utamanya. Yang ketiga, memang di pertandingan melawan Sannoh, peran Ryota sebagai point guard sangat penting di cerit aslinya. Jadi, terasa pas apabila fokusnya adalalah karakter underdog yang tidak diperhitungkan melawan sang raja lapangan, Sannoh.

 EVOLUSI TAKEHIKO INOUE SEBAGAI MANGAKA 

Slam Dunk adalah komik yang sangat entertaining sebagai sebuah kisah olahraga. Tapi ya itu, hanya itu saja, cuma sebatas seru. Karya-karya Takehiko Inoue berikutnya lah yang membuatnya diakui sebagai mangaka papan atas, Vagabond dan Real yang memberi bobot lebih pada masalah-masalah humanisme dan psikologi. The First Slam Dunk, dengan memberikan peran besar kepada Ryota Miyagi menjelma menjadi bukan sekedar film soal olahraga, tapi lebih dari itu. Film ini memberi ruang besar untuk mengeksplorasi karakter Ryota, membedah karakternya yang ternyata kompleks, soal rendah diri, kehilangan dan bangkit kembali. Takehiko Inoue secara luar biasa mengawinkan olahraga dengan humanisme yang ditulisnya di Real dengan balutan ala Slam Dunk yang entertaining.

 ANIMASI APIK SEAKAN NONTON PERTANDINGAN BASKET BENERAN 

Awalnya banyak yang skeptis dengan pilihan animasi 3DCG yang menggunakan cell-shading, dikhawatirkan mengurangi kenikmatan menonton dan pergerakannya akan kaku. Tapi seakan menampar suara-suara sumbang ini, The First Slam Dunk malah memberikan suguhan animasi luar biasa yang seakan-akan kita malah menonton pertandingan basket beneran. Pergerakan karakternya cepat, operan-operan terlihat smooth, tidak ada close up dan narasi-narasi berlebihan di suatu adegan. Film ini seakan mengajari bagamana cara menyuguhkan pertandingan sungguhan dalam bentuk anime. Semua serba cepat, tangkas dan tepat guna. Dramatisasi hanya diberikan di adegan-adegan tertentu dengan maksimal. Adegan perebutan angka pamungkas sukses membuat penonton menahan napas, harap-harap cemas akankah berhasil atau tidak. Anime atau komik sport yang bagus adalah yang berhasil membuat penonton merasa haru, tegang dan frustasi di saat yang sama, persis saat kita menonton pertandingan olahraga di dunia nyata. Film ini berhasil melakukan itu.

 REVIEW THE FIRST SLAM DUNK – SKIP IT OR WATCH IT? 

Tentu saja tonton! Segera tonton di bioskop kalau memungkinkan, karena cinematic experience dan magis dari film ini luar biasa. Sebagaimana One Piece Film Red adalah film yang memberikan kita rasa nonton konser, The First Slam Dunk memberikan kita rasa nonton pertandingan basket. Kedua film tersebut sukses besar secara komersial bukan karena kebetulan dan nostalgia saja, tapi memang cinematic experience-nya yang luar biasa!

BACA JUGA: Film The First Slam Dunk Raih 5 Miliar

BACA JUGA: [Review Anime] One Piece Film Red – Idol Bertemu Bajak Laut?

Yak, itulah review The First Slam Dunk dari Titip Jepang. Buat Titipers yang ingin koleksi komiknya, Elex Media Komputindo bersama Toko Buku Bina Usaha sudah menerbitkan ulang dengan format spesial dengan boxset. Bisa dicek di sini buat yang ingin tahu lebih lanjut dan ingin koleksi.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^
.

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan