COVID-19 Omicron Meningkat! Jepang Perpanjang Keadaan Kuasi Darurat Hingga 6 Maret Di 13 Prefektur

Titip Jepang-Covid-19

Berita COVID-19 semakin meluas hingga pemerintah Jepang memperpanjang keadaaan kuasi darurat di 13 prefektur hingga 6 Maret mendatang, karena jumlah kasus semakin meningkat. Awalnya akan berakhir pada hari Minggu. Namun Jepang memperluas keadaaan kuasi darurat ini ke prefektur Kochi pada hari Sabtu. Prefektur Kochi juga meminta perpanjangan karena sistem medisnya yang sedang mengalami tekanan. 

Pemerintah Jepang sendiri sedang berkonsultasi dengan ahli terkait kebijakan tersebut pada hari Kamis, sebelum mengambil keputusan resmi.

Penetapan keadaan kuasi darurat akan diterapkan di prefektur Tokyo, Saitama, Chiba, Kanagawa, Gunma, Kagawa, Aichi, Gifu, Mie, Niigata, Nagasaki, Kumamoto, dan Miyazaki. Sesuai permintaan para gubernur tersebut, Pemerintah Nasional telah mengabulkan untuk memperpanjang keadaan kuasi darurat di tengah maraknya COVID-19 dari 21 Januari hingga 13 Februari.

Pemerintah Jepang juga memperluas keadaan darurat semu ke delapan belas prefektur lainnya termasuk Osaka, Kyoto, dan Hokkaido yang tengah mengalami peningkatan COVID-19 varian Omicron baru. Keadaan kuasi darurat akan mulai dari 27 Januari hingga 20 Februari. Jepang mengumumkan keadaan kuasi darurat di prefektur Okinawa, Yamaguchi, dan Hiroshima awal tahun ini, yang dijadwalkan pada 9-31 Januari.

Gubernur Yoshimura Hirofumi menyatakan bahwa tindakan intensif tersebut akan membantu memperlambat gelombang infeksi, serta mengurangi tekanan pada sistem medis.

Jepang melaporkan 71.708 kasus COVID-19 pada hari Selasa. Di Tokyo, tingkat hunian tempat tidur rumah sakit di atas 20%, yang merupakan ambang batas yang memerlukan penerapan keadaan kuasi darurat.

Terkait hal tersebut, meski pemerintah masih memberlakukan larangan masuk asing baru hingga akhir Februari, Jepang berencana mengizinkan 87 mahasiswa asing masuk ke negara itu sebagai kasus khusus.

Pada keadaan kuasi darurat sebelumnya, yang memiliki peraturan yang sedikit lebih longgar dibandingkan keadaan darurat penuh; menginstruksikan untuk kedai-kedai makanan dan minuman agar menghentikan penjualan alkohol, membatasi jam buka dan membatasi jumlah pelanggan. Pemerintah juga menawarkan kompensasi keuangan agar bisnis bisa menaati panduan yang berlaku dan menerapkan langkah-langkah anti-virus tambahan.

Jepang sudah mengakhiri keadaan darurat penuh di 19 prefektur pada September tahun lalu. Keadaan darurat dimulai sejak Juli (meskipun Okinawa sudah berada dalam kondisi darurat selama empat bulan sebelumnya).

Yuk baca artikel lainnya di sini^^

Sumber: animenewsnetwork

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan