Setelah Hampir 6 Tahun, VTuber Yuzuki Roa Akhirnya Berhasil Menang Gugatan Pencemaran Nama Baik
Kabar baik datang dari salah satu talent VTuber senior NIJISANJI. Pada 13 Agustus 2026, ANYCOLOR Inc. selaku agensi yang menaungi NIJISANJI resmi mengumumkan bahwa Yuzuki Roa telah mencapai perdamaian hukum dengan pihak yang selama bertahun-tahun menuduhnya melakukan bullying terhadap talent lain. Pengumuman ini menandai titik terang dari kasus pencemaran nama baik yang membuat Roa harus vakum total dari dunia streaming sejak Oktober 2020.
Detail Kasus Yuzuki Roa








Kasus ini bermula pada pertengahan 2020, ketika beredar spekulasi di kalangan penggemar bahwa Yuzuki Roa melakukan tindakan bullying terhadap Kingyozaka Meiro, seorang talent junior NIJISANJI pada masa itu. Isu ini kemudian membesar setelah muncul video dari pihak eksternal yang secara terang-terangan menuduh Roa melakukan perundungan hingga memaksa Kingyozaka mengundurkan diri.
Yang membuat tuduhan ini terasa meyakinkan bagi publik saat itu adalah adanya informasi dalam video tersebut yang seolah hanya diketahui oleh orang dalam agensi. Akibatnya, gelombang hujatan pun mengarah deras ke Yuzuki Roa. Pada Oktober 2020, ANYCOLOR (yang saat itu masih bernama Ichikara) mengumumkan pemutusan kontrak dengan Kingyozaka Meiro, dengan alasan resmi berupa pelanggaran kerahasiaan informasi. Namun keputusan ini justru semakin memperkuat opini publik bahwa ada kaitan dengan isu bullying tersebut, meski agensi tidak pernah menyatakan demikian.
Sejak titik itu, Yuzuki Roa memilih menghentikan seluruh aktivitasnya. Praktis, selama hampir enam tahun, ia tidak pernah tampil di depan publik. Dan pada Desember 2021, Roa mengumumkan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut, dengan didampingi pengacara Kazuhito Ozawa. Proses hukum ini berjalan cukup panjang, hampir lima tahun, sebelum akhirnya kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai di pengadilan yang tertanggal 18 Mei 2026.
Pernyataan dari ANYCOLOR dan Kembalinya Yuzuki Roa


Menurut rilis resmi ANYCOLOR, dalam proses persidangan berhasil dipastikan bahwa tuduhan bullying maupun pelecehan terhadap talent lain yang dilakukan Roa, baik secara individu maupun bersama pihak lain termasuk agensi, memang tidak pernah terjadi. Pihak tergugat sendiri mengakui bahwa gambar dan informasi yang selama ini disebarluaskan sebagai “bukti” bullying berasal dari informasi palsu pihak ketiga, dan konten yang mereka sebarkan tidak sesuai fakta. Sebagai bagian dari kesepakatan damai, pihak tergugat pun setuju untuk menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Roa.
Dalam pernyataan resminya, ANYCOLOR menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada para penggemar yang telah lama merasa khawatir akan situasi ini. Agensi juga menegaskan komitmennya untuk memperketat langkah hukum, baik secara perdata maupun pidana, terhadap segala bentuk fitnah, tindakan mengganggu, maupun kebocoran informasi rahasia yang dapat merugikan talent mereka ke depannya. Publik juga diimbau untuk menyalurkan segala pertanyaan terkait kasus ini melalui kanal kontak resmi, bukan langsung kepada talent yang bersangkutan.
Yang menarik, tak lama setelah pengumuman resmi dari ANYCOLOR, akun X milik Yuzuki Roa turut memberikan pernyataan. Ia menyampaikan bahwa membuktikan sesuatu yang tidak pernah dilakukan memang bukan perkara mudah, sehingga proses ini memakan waktu yang sangat panjang. Roa juga mengungkapkan bahwa kini ia telah mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi di balik layar dan mengapa ia bisa mengalami situasi seperti ini. Ia memilih jalur perdamaian sebagai cara agar publik dapat mengetahui, setidaknya sebagian, dari apa yang sesungguhnya ia alami selama ini.
Pengacara Roa, Kazuhito Ozawa, turut mengunggah pernyataan resmi mewakili kliennya di akun X pribadinya, lengkap dengan dokumen putusan pengadilan yang menunjukkan poin-poin kesepakatan damai secara tertulis. Dalam pernyataannya, Ozawa menegaskan bahwa kasus pencemaran nama baik yang menimpa Roa sejak sekitar tahun 2020 kini telah menemui titik penyelesaian.
Siapa Itu Yuzuki Roa?


Yuzuki Roa sendiri adalah VTuber di bawah naungan NIJISANJI yang debut pada 17 Januari 2019. Karakternya digambarkan sebagai iblis kecil berusia 13 tahun yang datang dari dunia lain dengan niat jahil mengganggu manusia, namun karena wataknya yang sebenarnya baik hati, ia justru sering berakhir menolong orang tanpa sadar. Gaya bicaranya yang khas dengan logat unik dan akhiran “nanoda” membuatnya cepat digemari sejak awal debut. Roa juga sempat menjalani debut model 3D pada Maret 2020 dan berhasil mengumpulkan ratusan ribu subscriber sebelum akhirnya menghilang dari radar publik.
Kabar penyelesaian kasus ini disambut hangat oleh komunitas penggemar NIJISANJI yang selama bertahun-tahun menantikan kejelasan status Roa. Terlebih dengan kembalinya Roa aktif di media sosial setelah hampir tiga tahun tidak menyapa publik secara langsung, banyak yang berharap ini menjadi awal dari babak baru baginya, meski hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait kemungkinan Roa kembali aktif berkarya sebagai VTuber.
Yang jelas, kasus ini menjadi pengingat penting soal bagaimana tuduhan tanpa bukti kuat di dunia maya bisa berdampak besar terhadap kehidupan seseorang, bahkan hingga membuatnya kehilangan waktu bertahun-tahun hanya untuk membuktikan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ia lakukan.
Sumber: Akun X @yuzuki_roa, Akun X @ANYCOLOR_Inc, Pers Resmi ANYCOLOR
Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini ^^
Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang