Ghidorah, the Three-Headed Monster (1964) – Perlukah Umat Manusia Diselamatkan?

blog-review ghidorah 1964-0

King Ghidorah menyerang Bumi! Hanya Godzilla, Rodan, dan Motra yang bisa menghentikannya

Kali ini kita akan membahas film pertama kaiju berkekuatan medan listrik yang sangat besar melebihi kekuatan dari petir. Ghidorah, dalam franchise Godzilla. Monster berkepala tiga ini diperkenalkan pertama kali dalam film Ghidorah, the Three-Headed Monster yang disutradarai oleh Ishirō Honda.

Ghidorah, the Three-Headed Monster dirilis pertama kali di Jepang pada 20 Desember 1964 dan berhasil memperoleh pendapatan box office sebesar 375 juta yen di Jepang dan $1,3 juta di Amerika. Lalu seperti apakah film yang mendapatkan banyak ulasan positid dari kritikus Amerika ini?

Sinopsis Ghidorah, the Three-Headed Monster

blog-review ghidorah 1964-1
sumber gambar: IMDb

Di tengah hujan meteor, seorang petugas polisi dan saudara perempuan reporternya bertemu dengan seorang wanita misterius yang mengaku berasal Venus, yang mirip dengan seorang putri yang hilang. Sementara dia memperingatkan kehancuran bumi yang akan datang, dia harus menghindari sekelompok pembunuh yang dikirim untuk membunuhnya.

Saat semua ini terjadi, monster-monster di bumi mulai bergerak. Godzilla, Rodan dan Mothra, tiga kaiju yang bertikai, harus bergabung untuk memerangi ancaman baru terhadap planet ini, planet berkepala tiga yang menghancurkan King Ghidorah!

Monster raksasa dari legenda Jepang

Ghidorah pada dasarnya adalah Yamato no Orochi yang berasal dari cerita rakyat Jepang kuno, namun digambarkan oleh Honda sebagai makhluk dari luar angkasa.

Sang penulis skenario, Shinichi Sekizawa, memperkenalkan sosok alien seperti Ghidorah dikarenakan ia bosan dengan kiasan di mana monster dibangunkan oleh senjata nuklir atau disembah sebagi dewa oleh kelompok pribumi.

Karena ide inilah, kita mendapatkan alur cerita yang mengesankan di mana ada naga berkepala tiga dari luar angkasa, alien, lebih banyak monster, dan pertempuran besar yang jenaka.

Film ini memberikan nuansa misterius dengan adegan pembuka di mana karakternya menyinggung permasalahan mengenai UFO dan pola cuaca yang aneh saat itu.

BACA JUGA: 9 Daftar Kaiju Terkuat dalam Godzilla Universe

BACA JUGA: [Legenda Jepang] Yamata no Orochi – Naga Berkepala Delapan yang Kerap Muncul Di Anime Jepang

Segi visual dan efek

Faktanya, kostum Godzilla dan penyangga larva Mothra kembali di daur ulang dari produksi sebelumnya dengan beberapa modifikasi. Sementara kostum baru diproduksi untuk Rodan dan Ghidorah, di mana kostum Ghidorah menimbulkan berbagai kesulitan di lokasi syuting karena kabel-kabel yang terpasang pada kostum tersebut.

Jika Titipers cermati, mata Godzilla di film ini lebih terasa hidup karena mata kayu yang digunakan pada kostum sebelumnya telah digantikan dengan bola mata yang dapat dikendalikan dengan radio.

Konsep awal Ghidorah berbeda dengan sosok Ghidorah yang tampil di film ini, awalnya King Ghidorah digambarkan memiliki sayap berwarna pelangi dan tubuh berwarna ungu dengan ketiga kepalanya menyemburkan api dari mulutnya, alih-alih sinar gravitasi.

Eiji Tsuburaya dan  Teruyoshi Nakano juga berhasil menciptakan efek khusus yang sangat mengesankan untuk film ini, termasuk saat Ghidorah menetas dari telurnya dan banyak adegan lainnya.

BACA JUGA: 10 Kostum Godzilla versi Toho, Yang Mana Yang Paling Menarik?

Perkembangan karakter Godzilla

Film ini juga menjadi penanda peralihan karakter Godzilla dari tokoh antagonis menjadi lebih dermawan dibandingkan kesehariannya. Ditambah lagi, ia menggesar Godzilla asli sebagai metafora bom atom menjadi budaya pop. Sindiran yang sebelumnya mengarah kepada keserakahan perusahaan maupun perseorangan dan pemerintah yang tidak efektif juga otomatis menghilang. Hal ini ditandai dengan tidak adanya campur tangan pasukan tentara dalam pertempuran kali ini.

Ya, Godzilla telah berevolusi!

Pertarungan antar monster yang….

Jika Titipers pernah menonton film-film Godzilla sebelum ini, seperti Mothra vs Godzilla dan King Kong vs Godzilla. Kalian pasti sudah terbiasa menonton adegan pertarungan yang jenaka, dengan permainan voli batu dari Godzilla dan Rodan. Keduanya tidak seperti benar-benar bertarung hanya seperti dua anak laki-laki yang saling mengejek satu sama lain.

Ketika Mothra datang untuk mencoba menyatukan Godzilla dan Rodan untuk melindungi Bumi dari King Ghidorah, mereka sempat menolaknya, Tentu aneh melihat adegan di mana ketiga kaiju terlihat membahas manfaat membantu umat manusia. Ada kesuraman yang nampak dari percakapan ini, sebuah perdebatan apakah umat manusia layak diselamatkan setelah perlakuan mereka terhadap Bumi.

Mungkin, kekurangan dari film ini adalah bagian King Ghidorah sebagai karakter utama yang hanya muncul sebentar di akhir.

BACA JUGA: 5 Daftar Film Godzilla versi Amerika Serikat

BACA JUGA: 31 Daftar Film Godzilla Versi Jepang

Buat Titipers yang menginginkan film Godzilla yang serius dan mendebarkan ini mungkin bukan film yang cocok untuk kalian tonton. Tapi jika kalian berminat menonton sisi lain dari Godzilla kalian bisa menonton ini sebagai referensi. IMDb memberikan skor 6,5/10 dan RottenTomatoes memberikan skor 77% untuk film Ghidorah, the Three-Headed Monster ini.

Ikuti terus berita-berita terbaru di kanal Titip Jepang. Yuk baca artikel lainnya lainnya di sini!

sumber: wikipedia

Jangan lupa ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan