Review Film King Kong vs Godzilla (1962) – Pertarungan Monster yang Menggemaskan

Ketika King Kong dan Godzilla tidak sengaja bertemu…

Sebelum menyaksikan film terbaru dalam seri Monsterverse, Godzilla x King Kong: The New Empire, tidak ada salahnya jika kita membahas film pendahulunya, King Kong vs GodzillaFilm yang menjadikan awal pertemuan Godzilla dengan King Kong.

BACA JUGA: Warner Bros Rilis Poster Terbaru Godzilla x Kong, Tayang 2024

Kembali disutradarai oleh Ishirō Honda, dan efek suara oleh Eiji Tsuburaya. Film ini dirilis pertama kali di Jepang pada 11 Agustus 1962.

King Kong vs Godzilla berhasil meraih keuntungan sebesar ¥352 juta pada penayangan teatrikalnya di Jepang dan meraih keuntungan sebesar $2,7 juta pada penayangan teatrikalnya di Amerika Serikat, menjadikannya film Jepang terlaris kedua dalam sejarah setelah dirilis. Film ini diyakini sebagai alasan yang mendorong Toho untuk melanjutkan seri Godzilla.

Sinopsis King Kong vs Godzilla

Pak Tako, kepala Pacific Pharmaceutical frustasi dengan acara televisi yang disponsori oleh perusahaannya dan menginginkan sesuatu yang lain untuk meningkatkan rating-nya. Hingga kemudian dia mendengar tentang keberadaan monster raksasa di Pulau kecil Faro.

Pak Tako lantas mengutus Osamu Sakurai dan Kinsaburo Furue, untuk menemukan dan membawa kembali monster tersebut.

Sementara itu, kapal selam nuklir Amerika yang terjebak di gunung es, malah membangunkan Godzilla dari tidur panjangnya. Godzilla menghancurkan kapal selam dan berjalan menuju Jepang, menyerang pangkalan militer saat melakukan perjalanan ke selatan.

Kembali ke Pulau Faro, seekor Gurita Raksasa merangkak ke darat dan menyerang penduduk lokasl. Monster Faro yang misterius, yang ternyata adalah King Kong, datang dan mengalahkan gurita tersebut. King Kong melihat sekumpulan gentong berisi jus Farolaction dan segera meminumnya diiringi nyanyian dan tarian dari penduduk Faro yang menyebabkan dia tertidur.

Menggunakan kesempatan ini, Sakurai dan Furue kemudian menempatkan Kong di atas rakit besar dan membawanya kembali ke Jepang. Bersamaan dengan Godzilla yang juga telah tiba di Jepang. King Kong bangun dari tidurnya dan terjadilah pertempuran di antara keduanya. Tinggal menunggu hasil terakhir dari pertarungan ini, siapa yang menang diantara keduanya?

BACA JUGA: 5 Daftar Film Godzilla Versi Amerika Serikat

BACA JUGA: 31 Daftar Film Godzilla Versi Jepang

Bukannya tidak bagus, tapi…

blog-review film king kong vs godzilla-1
sumber gambar: cinemags

Ini sungguh di luar ekspektasi saya, jujur saya menantikan alur cerita yang serius seperti dua film sebelumnya. Namun, saya justru tertawa terbahak-bahak setelah menonton film ini. Alur ceritanya sangat jelas meskipun nampak berbelit-belit. Mereka tidak sengaja membangunkan Godzilla kembali –yang memang belum mati di film sebelumnya– dan menampilkan Kaiju baru, King Kong, makhluk primata yang punya pulau sendiri. Dan membuat mereka berdua bertempur setelah tidak berhasil menangani salah satunya.

Film King Kong vs Godzilla ini bukannya tidak bagus, hanya saja terlalu banyak adegan komedi di film Godzilla kali ini. Contohnya saja, ada beberapa adegan saat Godzilla mengalami kesusahan bangun akibat serangan Kong, ia berkali-kali nampak terpleset saat mencoba kembali berdiri. Coba bayangkan, sosok Godzilla yang tadinya super gagah dan seram menjadi imut-imut seperti ini.

Lalu ada juga adegan ketika Kong mabuk setelah meminum jus Farolaction dan segera tertidur setelah mendengarkan genderang upacara. Entah bagaimana banyak adegan yang berada dipersimpangan jalan antara absurb dan logis seperti ini.

Bicara soal kostum

blog-review film king kong vs godzilla-2
sumber gambar: becoming godzilla

Terjadi ketimpangan yang lumayan jauh antara kostum Godzilla dan Kong. Visual Godzilla sedikit berbeda dari film sebelumnya, namun masih tampak gagah dan tidak konyol. Kostum Godzilla kali ini mengalami beberapa perubahan, seperti telinga kecilnya yang hilang, memiliki tiga jari di setiap kakinya dan bukan empat, sirip punggung yang lebih besar, dan juga tubuh yang lebih besar.

Di sisi lain, King Kong, gorilla raksasa yang berasal dari sebuah pulau misterius di kawasan kepulauan yang kini dikenal sebagai wilayah Indonesia. Dipuja bak dewa oleh penduduk lokalnya. Sayangnya, kostum-nya kali ini membuatnya nampak ugly. Ia tidak segagah seharusnya, visual mukanya nampak seperti sedang mabuk.

BACA JUGA: 10 Kostum Godzilla versi TOHO, Yang Mana Yang Paling Menarik?

Berakar pada konsep film King Kong vs Frankenstain

Sebagaimana kita tahu, Willis O’Brien, animator stop motion King Kong yang asli, berniat untuk comeback pada tahun 1960-an dengan membawakan cerita King Kong melawan Frankenstein dengan versi yang sama besarnya dengan Kong. O’Brien membawa proyek tersebut ke RKO untuk mendapatkan izin penggunaan karakter King Kong. Ketika diyakini bahwa Universal memiliki hak atas Frankenstain, cerita tersebut beralih nama menjadi King Kong vs Ginko. Namun, entah bagaimana film ini tidak jadi dibuat. Setidaknya kita jadi melihat sisi Godzilla yang menyenangkan ini dari Toho.

BACA JUGA: 9 Daftar Kaiju Terkuat dalam Godzilla Universe

Dimaksudkan untuk menarik penggemar golongan anak-anak

Rupanya kejenakaan yang ada di banyak adegan film King Kong vs Godzilla ini memiliki tujuan bukan asal bikin. Pendekatan ini dilakukan oleh Tsuburaya untuk menarik minat golongan anak-anak dan memperluas audiens genre tersebut. Inilah yang menjadi alasan bagaimana sebuah pertarungan antar monster menjadi sangat menarik dari sisi pandang yang lain.

Penonton akan disuguhi adegan ketika Kong dan Godzilla melakukan tendangan voli menggunakan batu raksasa dan gerakan maju mundur. Kalian akan melihat mereka bertarung selayaknya anak-anak sedang bermain dengan sesamanya.

Sebuah sindiran bagi industri pertelevisian Jepang

Ishirō Honda menginginkan tema film-nya menjadi sindiran bagi industri pertelevisian di Jepang. Ini semua karena ada sebuah saat, jaringan TV dan berbagai sponsornya mulai memproduksi program dan aksi publisitas yang keterlaluan untuk menarik perhatian penonton menyebabkan dua penonton lanjut usia dilaporkan meninggal di rumah saat menonton pertandingan gulat yang penuh kekerasan di TV.

Berbagai perang rating antar jaringan dan program menyebabkan perdebatan luas mengenai bagaimana acara TV dapat mempengaruhi budaya Jepang dan menciptakan orang-orang yang idiot.

“Orang-orang mempermasalahkan rating, tapi pandangan saya terhadap acara TV adalah bahwa acara tersebut tidak menganggap serius pemirsanya… jadi saya memutuskan untuk menunjukkannya melalui film saya.” – Ichirō Honda

Overall, film ini aman untuk ditonton oleh anak-anak karena kejenakaannya. Jadi, bagi Titipers yang ingin menonton film ini tolong buang jauh-jauh ekspektasi anda mengenai Godzilla yang serius. Ini sungguh film yang menghibur dan beda dengan film-film Godzilla yang lain. IMDb memberikan skor 6,3/10 dan RottenTomatoes memberikan skor 52% dari 21 orang.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

sumber: wikipedia

Jangan lupa ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *