Review Godzilla Raids Again (1955) – Cikal Bakal Pertarungan Antar Monster

blog-review godzilla raids again-0

Godzilla ditantang oleh monster baru.. Anguirus!

Godzilla Raids Again (ゴジラの逆襲 Gojira no Gyakushū, Gozilla’s Counterattack), sebuah film tokusatsu tahun 1955 yang disutradarai oleh Motoyoshi Oda dan ditulis oleh Shigeaki Hidaka dan Takeo Murata dengan efek khusus oleh Eiji Tsuburaya.

Film ini segera dibuat agar tidak kehilangan momentum kesuksesan film pertamanya. Apakah siasat ini berhasil?

Sinopsis Godzilla Raids Again

Pilot yang bekerja untuk Kaiyo Fishing, Inc. bernama Shoichi Tsukioka dan Koji Kobayashi menemukan Godzilla kedua tengah bertarung melawan Anguirus dan melaporkan temuan mereka kepada pihak berwenang Jepang.

Pasukan Japan Air Self-Defense Force (JASDF) ditugaskan untuk menemukan Godzilla, namun para ilmuwan mencatat bahwa hal itu mungkin sulit dilakukan karena kemungkinan Godzilla bersembunyi di gua-gua di dasar laut.

Kemudian, Godzilla terlihat menuju Selat Kii. Namun, ketika Godzilla mengubah arahnya menuju Teluk Osaka. JASDF berusaha mematikan lampu di kota dan berusaha memikat Godzilla dengan suar. Rencana yang mulanya berhasil ini, dikacaukan oleh ledakan yang terjadi akibat ulah para narapidana yang melarikan diri.

Ledakan tersebut kembali memikat Godzilla kembali ke Osaka dan Aguirus muncul karena tertarik oleh suar yang ditembakkan JASDF. Terjadilah pertempuran antara Godzilla dan Anguirus.

Kobayashi dan Tsukioka akan memainkan peran kunci dalam pertempuran yang menentukan untuk menyelamatkan Jepang dari murka Godzilla.

Memperkenalkan pertarungan antar monster

blog-review godzilla raids again-1
sumber gambar: wikipedia

Meskipun film Godzilla Raids Again ini termasuk sukses, film ini tetap mendapat banyak kritik yang menganggap sebagai sekuel yang terburu-buru. Namun, film ini menjadi terkenal karena memperkenalkan formula alur ceita yang baru untuk Godzilla.

Film ini menjadi yang pertama dalam franchise Godzilla yang memperkenalkan pertarungan antar monster, dalam hal ini Godzilla melawan Ankylosaurus raksasa yang kemudian dikenal sebagai Anguirus.

BACA JUGA: 9 Daftar Kaiju Terkuat dalam Godzilla Universe

Dari segi alur cerita

Alur ceritanya sebagian besar cukup bagus karena sudah diperjelas bahwa ini adalah Godzilla baru bukan Godzilla film sebelumnya yang bangkit dari kematian. Selain itu, dengan munculnya spesies monster baru menambahkan alur yang menarik.

Kekacauan yang tiba-tiba dari ulah para narapidana yang kabur memicu kemunculan Godzilla kembali. Tak hanya Godzilla, bahkan Anguirus juga datang untuk bertarung dengan Godzilla.

Ketengangan yang terjadi akibat pertempuran keduanya akhirnya mereda setelah Godzilla menang dan pergi dengan damai. Semua berjalan dengan baik dan tenang hingga Godzilla kembali muncul di kota lain, dan rencana pun dibuat untuk melenyapkan Godzilla. Cerita pun kembali tegang. Yah, mereka mengontrol ceritanya dengan baik, meskipun seharusnya bisa lebih baik lagi.

Dari segi musik dan efek suara

Jujur, auman Godzilla di awal pembukaan  itu sudah mengingatkan kengerian film Godzilla pertama. Dilanjutkan dengan musik pembukanya yang selaras berbau musik-musik militer zaman perang. Cocok sekali bukan?

Adegan di mana penduduk kota diminta mematikan semua lampunya untuk menghindari perhatian Godzilla di malam hari, sukses menyalakan atmosfer kengerian yang mengingatkan masyarakat akan Perang Dunia 2.Apalagi ditambah dengan efek suara pesawat-pesawat jet yang sliweran dan tank yang berpatroli diiringi musik latar yang menambah ketegangan.

BACA JUGA: 5 Daftar Film Godzilla versi Amerika Serikat

BACA JUGA: 31 Daftar Film Godzilla versi Jepang

Disarankan untuk menonton versi aslinya tanpa sulih suara dengan subtitle untuk pengalaman yang lebih seru. IMDb memberikan skor 6,7/10 sedangkan RottenTomatoes memberikan skor 64% dari 11 suara.

Ikuti terus berita-berita terbaru di kanal Titip Jepang. Yuk baca artikel lainnya lainnya di sini!

Jangan lupa ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *