6 Film Hayao Miyazaki yang Kurang Dikenal

Titip Jepang-Film Hayao Miyazaki

Mempersembahkan serial detektif auteur, cerita pendek eksperimental, dan banyak lagi

 

Hayao Miyazaki dan Studio Ghibli merupakan paket komplit yang tidak bisa dihindari. Karya animasi Hayao Miyazaki menghiasi industri perfilman di Jepang, beberapa dari karyanya berhasil mendapatkan penghargaan bahkan diadaptasi menjadi drama panggung di Kabuki Tokyo hingga bioskop-bioskop di Amerika. Animator legendaris ini bukan hanya memperhatikan isi cerita saja, melainkan pemilihan musik, setting cerita yang dikemas dengan properti yanng sangat memukau.

Stage Play Spirited Away akan Hadir di Bioskop-Bioskop Amerika

Beberapa film ikonik karya Miyazaki yang masih menempati rating tertinggi hingga saat ini, termasuk Spirited Away, Kiki’s Delivery Service, dan Howl’s Moving Castle. Tidak perlu diragukan lagi ceritanya, karena kisah magis dari film Spirited Away menampilkan semua komponen dalam film dapat berbicara sendiri.

Sebagai salah satu pendiri animasi Jepang Studio Ghibli, filmografi Miyazaki memiliki ciri khas dan menunjukkan ketertarikan pada tokoh anak-anak terhadap fantasi, di samping itu terselip karakter protagonis yang kompleks dan dewasa. Meskipun  tokoh peran dalam film-nya didominasi oleh anak-anak, tapi karya Miyazaki juga bisa dinikmati penonton dari segala usia dan lapisan masyarakat.

Berikut ini daftar 6 film Hayao Miyazaki yang kurang dikenal. Beberapa di antaranya judul film-nya hampir mirip dengan judul-judul yang terkenal dan film favorit. Mari kita ungkap perbedaan sisi dari suara auteur.

1. Mei and Kittenbus (2002)

Titip Jepang-Film Hayao Miyazaki

Sekuel dari film “My Neighbor Totoro”, film pendek berdurasi 13 menit ini bercerita tentang petualangan Mei dan sebuah bis berwujud kucing di suatu malam untuk bertemu dengan Totoro. Animasi bersetting setelah 2 bulan kembalinya Ibunya Mei Kusakabe dari rumah sakit.

Setelah itu, Mei menemukan sebuah pusaran angin misterius yang mengandung unsur sihir. Ia menemukan sebuah bis berbentuk kucing kecil yang akan menghantarkannya ke dalam perjalanan menakjubkan. Mei kemudian menaiki bis itu dan menghampiri teman lamanya, Totoro.

2. Sherlock Hound (1984)

Titip Jepang-Film Hayao Miyazaki

Dalam serial anime 26 episode yang disutradarai oleh Miyazaki ini, Sherlock dan Watson adalah anjing antropomorfik di London dari abad ke-19. Setiap episode menceritakan kasus baru yang berbeda, biasanya diabadikan oleh dalang kriminal acara tersebut, Profesor Moriarty.

Sebuah kolaborasi pertama antara Miyazaki dan penulis Sunao Katabuchi. Anime ini benar-benar Lighter and Softer interpretasi dari Sherlock Holmes, namun ada momen-momen yang sangat mengagumkan (terutama di episode-episode yang dibuat oleh Miyazaki). Jika Titipers menyukai anime dengan lebih banyak kepolosan dan rasa petualangan daripada pertarungan, seperti yang ada di Studio Ghibli, kalian akan menyukai film satu ini.

Serial ini tidak terkait dengan novel anak-anak karya Karen Wallace, atau novel karya Brenda Sivers, yang memiliki premis serupa. Selain itu, seri ini, terlepas dari namanya, tidak diadaptasi dari The Hound of the Baskervilles.

Baca Juga:

Daftar Lengkap Judul Film Anime Studio Ghibli

3. On Your Mark (1995)

Titip Jepang-Film Hayao Miyazaki

Video musik pendek, yang dibuat oleh Miyazaki yang mengguncang segalanya, menghasilkan perpaduan eksperimen untuk gaya, teknik, dan genre. Menceritakan di masa pasca-apokaliptik, penggerebekan polisi menghancurkan markas sekte agama yang megah. Setelah mengevaluasi korban, dua petugas menemukan seorang gadis bersayap terbaring tak sadarkan diri dengan rantai dan berusaha menyadarkannya. Namun, dia baru saja bangun sebelum sekelompok spesialis yang mengenakan pakaian pelindung buru-buru membawanya pergi.

Kecewa melihat makhluk seperti malaikat itu kembali dikurung, polisi memutuskan untuk membebaskannya dan mulai membuat persiapan yang diperlukan. Terlepas dari kebutuhan untuk menyusup ke fasilitas penelitian terbatas, tidak ada yang menghentikan keduanya untuk segera terjun ke dalam misi penyelamatan yang mematikan.

Berasal dari maraknya media cyberpunk (Akira, Blade Runner, Gunbuster), kita disuguhi pemandangan kota yang cukup menyedihkan ditambah para penjahat pemerintah di udara, jauh berbeda dari citranya yang biasanya rimbun dan cottagecore.

4. The Castil of Cagliostro (1979)

The Castle of Cagliostro (ルパン三世 カリオストロの城) Lupin the Third: Castle of Cagliostro adalah sebuah film animasi Jepang tahun 1979 yang disutradari oleh Hayao Miyazaki. Film ini merupakan film kedua yang menampilkan pencuri ulung Arsene Lupin III dari seri manga Monket Punch, Lupin III.

The Castle of Cagliostro menampilkan pencuri Arsene Lupin III yang awalnya dikisahkan merampok sebuah kasino namun menemukan bahwa uang yang dicurinya palsu. Lupin pergi ke sebuah negara kecil bernama Cagliostro, yang diisukan sebagai sumber dari uang tersebut, dan berusaha untuk menyelamatkan seorang perempuan bernama Clarisse dari anak buah Count Cagliostro. Lupin memanggil kawannya, Jigen dan Goemon. Ia mengirimkan kartu namanya kepada Count agar Inspektur Zenigata, orang yang ditugaskan untuk menangkap Lupin, pergi ke istana. Setelah terjebak di dalam ruang tahanan dalam istana, Lupin dan Zenigata sepakat untuk kabur dan menggagalkan operasi uang palsu Count serta menyelamatkan Clarisse dari perjodohannya dengan Count.

5. Lupin the Third Part I (1971), Part II (1977)

Titip Jepang-Film Hayao Miyazaki

The Castle of Cagliostro dianggap sebagai debut penyutradaraan Miyazaki, tugas pertamanya di Toei Animation. Lupin the 3rd: Part I and II tampaknya sangat jauh berbeda dari cerita yang sebelumnya, dengan ciri khas animasi Miyazaki saat ini. Dibandingkan dengan The Castle of Cagliostro, Lupin di seri ini adalah adaptasi dari manga. Film Lupin di sini lebih sedikit menceritakan tentang kepahlawanan dan lebih menonjolkan cerita dewasa.

Ditinjau dari adegannya Lupin dia tidak segan memukul wanita beriringan dengan fantasi kenakalannya. Dengan gaya visual yang lebih sederhana, penampilan wajahnya yang terlihat seperti Scooby Doo!,

Baca Juga: 

Film How Do You Live? Studio Ghibli Rilis Tanpa Trailer dan Promosi

6. The Great Adventure of Horus, Prince of the Sun (Isao Takahata, 1968)

The Great Adventure of Horus, Prince of the Sun tidak disutradarai oleh Hayao Miyazaki, produksinya merupakan tonggak penting bagi permulaan Studio Ghibli. Drama fantasi periode ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang ditakdirkan untuk menjadi ‘Pangeran Matahari’. Isao Takahata debut sebagai sutradara, di mana Miyazaki menyediakan animasi, desain adegan, dan papan cerita.

Bersama dengan produser Toshio Suzuki, yang mendirikan Studio Ghibli pada tahun 1985. Tidak diragukan lagi, daya pikat Horus berasal dari penggambaran Takahata tentang paria sosial dan kekerasan dalam film anak-anak, tetapi hal itu jelas terekspresikan melalui kontribusi visual Miyazaki. Meskipun seseorang tidak pernah dapat sepenuhnya menebak sejauh mana kontribusi ini, sudah umum bagi animator utama Jepang untuk menikmati banyak kebebasan berkreasi. Di seluruh urutan pertempuran yang rumit dan momen lembut yang tabah, momen emosional terbaik “Petualangan Hebat Horus” datang dari  keheningan dan gerakan, di mana keyframe animator sangat penting. Tidak mengherankan lagi ide cemerlang Miyazaki dan Takahata.

Baca Juga: 

11 Film Hayao Miyazaki: Animator Legendaris dari Jepang

Itu dia film Hayao Miyazaki yang kurang dikenal, adakah film di atas yang sudah kalian tonton? Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Sumber: asianmoviepulse

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan