Lima Pertanyaan tentang Doraemon yang Bakal Bikin Kamu Mikir

Sudah pasti tahu dong siapa itu Doraemon?? Kayaknya hampir semua orang saat ini familiar dengan robot asal abad 22 yang datang guna membantu Nobita agar bisa memperbaiki masa depannya yang suram. Penulis yakin serial anime jadul yang diangkat dari manga berjudul sama ini sudah mengisi masa kecil teman-teman semua dan memberikan kenangan yang indah. Selain karena ceritanya yang lucu, serial ini juga memiliki jalan cerita yang mudah dipahami oleh anak-anak. Tapi tentu bukan penulis Titip Jepang namanya, kalau nggak bisa bikin teman-teman mikir soal anime yang ringan ini. Yuk simak lima pertanyaan tentang doraemon yang dijamin bakal bikin Titipers jadi susah tidur:

1. Kenapa sih Sewashi mengirimkan Doraemon untuk Nobita?


Buat yang tidak tahu siapa itu Sewashi, dia ini tokoh yang jarang muncul, namun perannya sentral dalam serial Doraemon. Dialah cucu atau mungkin cicit Nobita di masa depan yang mengirimkan Doraemon agar dapat membantu Nobita menjalani hari-harinya.
Mungkin teman-teman bilang, kan sudah ada alasannya, kok masih dipertanyakan?? Eits tunggu dulu, coba kita telisik lebih lanjut. Sewashi sebenarnya adalah cucu yang lahir dari anak Nobita yang lahir dari hasil pernikahannya dengan adiknya Giant, Jaiko. Nah Sewashi membawa Doraemon tidak lain bertujuan untuk mengubah masa depan Nobita, yang salah satunya adalah agar tidak menikah dengan Jaiko, yang notabene neneknya sendiri. Kalau pakai teori efek butterfly tentu tindakan Sewashi ngirim Doraemon akan berakibat Sewashi tidak pernah eksis di muka bumi. Hal yang sama juga pernah hampir dilakukan Nobita ketika dia hampir membuat ayahnya menikah dengan orang lain. Yang menariknya, baik Nobita menikah dengan Jaiko atau Shizuka, Sewashi akan tetap lahir ke muka bumi.

2. Gimana sih caranya Doraemon ngupil?


Coba Titipers perhatikan tangan doraemon. Tangan doraemon bentuknya bulat tanpa ada jari di sana. Konon ketika dia memegang sumpit atau benda lain, beda tersebut akan merekat di tangannya tanpa harus digenggam. Yang jadi masalah bagaimana kalau dia mau ngupil?? Dengan bentuk tangan yang bulat tanpa jari, tentu tidak akan muat ke dalam lubang hidungnya. Ataukah mungkin Doraemon tidak difasilitasi dengan upil?? Hanya Fujiko F Fujio yang mungkin tahu masalah ini.

3. Kenapa orang di kota Nobita tinggal tidak menganggap Doraemon aneh??


Ini yang jujur saja membuat penulis kepikiran. Dari sejak awal Doraemon muncul, sikap masyarakat sekitar Nobita terkesan B aja ketika melihat robot berbentuk (katanya) kucing yang bisa berbicara. Hal ini tentu membingungkan. Jangankan berbicara tentang kantong ajaib dan alat-alatnya, seharusnya dengan melihat ada robot secanggih itu saja orang tentu sudah heran, terlebih jika melihat latar belakang cerita Doraemon yang jelas belum memasuki abad 21. Robot saja belum terlalu familiar di masa itu dan Doraemon muncul dengan kemampuan seperti manusia atau bahkan lebih. Tentu kalau di dunia nyata atau di serial lain, akan ada institusi tertentu yang berusaha menculik Doraemon untuk dijadikan bahan percobaan, namun kenyataannya itu tidak pernah terjadi di serial Doraemon.

4. Kenapa Patroli Waktu tidak pernah menangkap Doraemon dkk??


Lagi-lagi permasalahan mesin waktu. Jujur saja problem mesin waktu sangatlah kompleks. Kalau Titipers pernah nonton serial Dark tentu bakal paham kalau time travel bukan sesuatu yang main-main, yang bebas dilakukan seperti pada universenya Doraemon. Kalau dipikir-pikir sudah sering sekali Doraemon dan Nobita melakukan pelanggaran-pelanggaran berkaitan dengan perjalanan waktu, seperti yang paling simpel adalah memberitahukan kepada neneknya Nobita kalau dia dari masa depan. Kalau di serial lain, tentu hal ini merupakan sesuatu yang tabu dilakukan. Hal ini belum lagi diperparah dengan cerita awal Doraemon, di mana Sewashi berusaha mengubah masa depan Nobita. Tentu apa yang dilakukan Sewashi seharusnya merupakan pelanggaran berat dan harus ditindak tegas Patroli Waktu atau setidaknya mesin waktunya ditilang. Apakah mungkin Patroli Waktu pilih kasih dalam menindak para pelanggar atau memang aturan di universe Doraemon tidak seketat itu. Yang jelas penulis pikir, kalau mesin waktu benar ada, tentu bukan sesuatu yang bisa dipamerkan ke masyarakat seperti yang dilakukan oleh Nobita dan Doraemon.

5. Kenapa wajah Mama dan Papa Suneo sama?


Ini mungkin problem kebanyakan kartun atau anime, baik di Jepang maupun di seluruh dunia. Ada saja tokoh orang tua yang memiliki wajah yang sama satu sama lain (dengan pasangannya). Hanya saja untuk keluarga Honekawa, semakin tidak masuk akal, dikarenakan kucing peliharaannya juga memiliki wajah yang sama dengan Suneo. Mungkin kebersamaan merekalah yang membuat wajah dan mungkin sifat (pamernya) menjadi mirip satu sama lain. Benar kata orang kalau jodoh itu cerminan diri. Oh iya kalau ada waktu mungkin Titipers bisa bantu cariin cerminan dirinya penulis dong, hehe.

Sudah mulai pusing?? Kalau sudah, penulis stop dulu deh, takutnya Titipers beneran gak bisa tidur karena mikirin soal Doraemon.

Ternyata cerita Doraemon seharusnya tidak sesimpel yang dibuat oleh Fujiko F Fujio ya Titipers. Bersyukurlah dan berterima kasihlah kepada beliau yang tidak membuat cerita rumit sehingga masa kecil Titipers jadi tetap bahagia tanpa memikirkan masalah eksistensinya Sewashi.

 

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *