Mengenal 2 Istri Soekarno Asal Jepang

Titip Jepang - 2 istri Soekarno asal Jepang

Presiden pertama negara Indonesia, Soekarno, sudah cukup dikenal memiliki banyak istri. Tercatat, ada sembilan istri Soekarno yang disebarkan. Bahkan beberapa di antaranya ada yang berasal dari Jepang. Namun, ada pula istri Soekarno yang tidak tercatat.

Termasuk istri yang tidak tercatat, ada dua istri Soekarno yang berasal dari Jepang. Mereka adalah Sakiko Kanase (Saliku Maesaroh) dan Naoko Nemoto (Ratna Sari Dewi). Berikut adalah informasi dari dua istri Soekarno asal Jepang tersebut:

 1. Sakiko Kanase 

Sakiko Kanase merupakan salah satu istri Soekarno yang tidak tercatat secara resmi. Bahkan kisah hidupnya cukup tragis usai menikah dengan Bung Besar. Sakiko mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Pertemuan pertama Bung Karno dengan Sakiko Kanase terjadi saat Bung Besar melakukan kunjungan ke Jepang, tepatnya di Kyoto. Saat itu Soekarno terpesona dengan kecantikan wajah Sakiko. Beliau pun menikahi Sakiko Kanase pada tahun 1958 di Hotel Daiichi, Kota Ginza, Jepang.

Sakiko Kanase kemudian memeluk agama Islam dan mengubah nama menjadi Saliku Maesaroh. Dia menjadi istri ke-5 Soekarno saat itu dan pergi ke kediaman Presiden di Jakarta.

 2. Naoko Nemoto 

Naoko Nemoto merupakan satu-satunya istri Soekarno yang masih hidup hingga sekarang (Februari 2024). Pertemuan pertamanya dengan Bung Karno terjadi pada tahun 1959 saat ia berusia 19 tahun di Hotel Imperial.

Dia pun kemudian dinikahi Soekarno pada tahun 1962. Namanya pun diubah menjadi Ratna Sari Dewi. Dari pernikahannya dengan Soekarno, dia dikaruniai seorang anak bernama Kartika Dewi Soekarno.

Setelah meninggalnya Soekarno pada tahn 1970 dia pun berpindah tempat tinggal seperti di Eropa termasuk Swiss, Prancis, dan Amerika Serikat. Sejak tahun 2008, dia tinggal di Jepang.

 KISAH DI BALIK PERTEMUAN SOEKARNO DENGAN ISTRI JEPANG: PERSAINGAN BISNIS 

Sakiko Kanase dan Naoko Nemoto ditengarai berjumpa Soekarno dalam rangka memperlancar bisnis dari perusahaan Jepang. Yakni perusahaan Kinoshita Grup dan Tonichi Trading Company.

Sakiko Kanase diperkenalkan Soekarno sebagai model dan guru private oleh Kinoshita Group. Sementara itu, Tonichi Trading Company memperkenalkan Naoko Nemoto setahun kemudian kepada Soekarno. Pada saat pertemuan Soekarno dan Naoko itu, Soekarno telah menikah dengan Sakiko.

Setelah pertemuan tersebut, Soekarno jadi sering bertukar surat dengan Naoko selama setahun penuh. Soekarno mengaku telah jatuh cinta kepada Naoko. Namun, hal tersebut membuat Sakiko merasa cemburu karena merasa tercampakkan dan terbuang.

Saat Naoko berkunjung ke Indonesia, dia menemani Soekarno pergi ke Bali. Pada saat itu, tepatnya 30 September 1959 Sakiko memutuskan untuk bunuh diri. Dia memotong urat nadinya sendiri di dalam kamar mandi.

Soekarno pun bersedih atas kematian salah satu istrinya tersebut. Dan meminta dilakukan pemakaman yang layak tanpa tersorot awak media. Sakiko dimakamkan di Blok P, Jakarta Selatan. Namun kabarnya, keluarga memutuskan untuk memindahkan jasadnya ke Jepang pada tahun 1970.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *