7 Film Karya Sutradara Hirokazu Kore-eda

Titip Jepang - daftar film hirokazu kore-eda

Hirokazu Kore-eda merupakan sosok sutradara film asal Jepang. Dia merupakan sutradara yang memiliki banyak prestasi. Banyak filmnya yang wara-wiri tampil di festival film Internasional seperti Cannes dan Venice. Di antara beberapa filmnya, ada yang berhasil meraih penghargaan di festival film Internasional. Ciri khas film Kore-eda adalah selalu membawakan tema keluarga terutama anak.

BACA JUGA: 3 Sutradara Film Jepang Yang Keren!

 1. Nobody Knows (2005) 

Film Nobody Knows ini menceritakan empat orang anak yang memiliki ibu yang sama namun dari ayah yang berbeda. Mereka awalnya hidup bahagia bersama ibu mereka. Namun semua berubah ketika mereka ditelantarkan oleh sang ibu dan mereka harus berjuang untuk bertahan hidup. Film ini sendiri terinspirasi dari kisah nyata tahun 1988.

Film ini menjadi perwakilan Jepang dalam ajang Academy Awards untuk kategori ‘Best International Feature’ juga masuk dalam nominasi Palme D’or dalam Festival Film Cannes. Film Nobody Knows ini sukses meraih penghargaan di ajang Blue Ribbon Awards kategori Best Film and Director.

 2. Like Father, Like Son (2013) 

Film Like Father, Like Son mengisahkan dua orang anak yang tertukar sejak lahir. Mereka dibesarkan di keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keita dibesarkan di keluarga arsitek kaya, namun rumahnya sepi karena ayahnya sibuk bekerja. Sementara itu Ryusei hidup di keluarga sederhana pemilik toko elektronik, kehidupan rumahnya cukup berwarna karena memiliki dua orang adik. Suatu ketika rumah sakit tempat mereka melahirkan memberikan kabar bahwa mereka tertukar saat lahir.

Film ini berhasil masuk dalam nominasi di Festival Film Cannes dan memenangkan penghargaan Jury Prize. Selain itu, film ini juga meraih penghargaa lain seperti Asia-Pacific Film Festival (Best Film and Director) dan Yokohama Film Festival (Best Screenplay).

 3. Our Little Sister (2015) 

Our Little Sister mengisahkan 3 perempuan bersaudara yang berusia 20-an tahun, mereka tinggal di rumah warisan neneknya. Ayah dan ibunya bercerai. Ayahnya menikah lagi dan ibunya pergi tanpa alasan jelas. Suatu ketika, mereka mendapatkan kabar bahwa ayahnya meninggal. Saat melayat ke pemakanam ayahnya, mereka bertemu dengan adik tirinya yang berusia 14 tahun. Mereka bertiga pun merawat adik tirinya tersebut. Film ini mengikuti perjalanan kehidupan 4 perempuan bersaudara.

Film ini berhasil meraih berbagai penghargaan. Di antaranya adalah Yokohama Film Festival (Best Director), Japan Academy Prize Award (Best Film and Director), San Sebastian Film Festival (Audience Award Best Film). Selain itu, film ini juga mampu masuk nominasi Palme d’Or di Festival Film Cannes.

 4. Shoplifters (2018) 

Film Shoplifters mengisahkan kehidupan keluarga miskin yang menyambungkan hidupnya dengan mengutil. Keluarga itu terdiri dari seorang ayah, ibu, anak perempuan, anak laki-laki dan nenek. Suatu ketika, ayah dan anak laki-laki tersebut bertemu dengan seorang anak bernama Yuri di tengah malam dingin. Awalnya mereka berniat untuk membiarkan Yuri tidur semalam. Ternyata Yuri merupakan korban kekerasan dari orang tuanya.

Film ini merupakan film tersukses Kore-eda. Banyak penghargaan diraih film ini di antaranya adalah Festival Film Cannes – Palme d’Or, San Sebastián International Film Festival – Donostia Award, Asia Pacific Screen Awards – Best Film (Shoplifters), Denver Film Festival – Best Film (Shoplifters), Filmfest München – Best International Film (Shoplifters), Films from the South – Audience Award (Shoplifters), Vancouver International Film Festival – Most Popular International Feature (Shoplifters), Asian Film Awards – Best Film (Shoplifters), Japan Academy Prize – Best Film, Best Director, and Best Screenplay (Shoplifters)

 5. The Truth (2019) 

Film pertama Kore-eda yang menggunakan bahasa non-Jepang. Film ini menggunakan Bahasa Perancis sebagai bahasa utama. Mengisahkan seorang aktris veteran bernama Fabienne yang menerbitkan sebuah buku berjudul The Truth (kebenaran) yang merupakan memoar pribadinya. Putrinya, Lumir, mengkritik buku itu karena banyak orang yang tidak disebutkan di buku tersebut, padahal mereka memiliki jasa pada karier sang ibu. Fabienne sendiri merupakan sosok ibu yang memiliki problematik, dia sering berselisih dengan putrinya dan memiliki sikap antipati terhadap orang lain.

Film ini tayang pada ajang Festival Film Venice.

 6. Broker (2022) 

Film kedua dari Kore-eda yang menggunakan bahasa non-Jepang. Kali ini, Kore-eda mengerjakan film berbahasa Korea yang berjudul Broker. Dalam film ini, mengisahkan Sang-hyeon, pemilik tempat laundry yang menjalani bisnis gelap bersama temannya. Sang-hyeon mencuri bayi dari sebuah kotak adopsi yang ada di gereja untuk kemudian menjualnya ke orang tua yang membutuhkan anak. Namun suatu hari, seorang ibu muda bernama Moon So-young mengetahui bayi miliknya yang ia telantarkan justru diculik Sang-hyeon. So-young kemudian memutuskan untuk ikut Sang-hyeon dalam perjalanan menjual anaknya agar mengetahui siapa orang yang akan mengadopsi sang bayi.

Film ini meraih banyak penghargaan di antaranya adalah Festival Film Venice – Robert Bresson Award, Asian Film Awards – Best Director. Selain itu, film ini masuk dalam nominasi Palme d’Or dalam Festival Film Cannes.

 7. Monster (2023) 

Mengisahkan seorang anak yang mulai bertingkah laku aneh, ibunya merasa ada yang tidak beres. Mengetahui bahwa ada seorang guru yang bertanggung jawab atas hal itu, dia mememprotes ke sekolah menuntut untuk mengetahui apa yang terjadi. Namun saat cerita terungkap dari sudut pandang ibu, guru, dan anak, kebenaran perlahan-lahan terungkap.’

Film Monster merupakan karya terbaru dari Kore-eda. Film ini telah tayang dalam Festival Film Cannes sebelum perilisan perdananya pada 2 Juni. Dalam festival itu, film ini memenangkan penghargaan Best Screenplay.

BACA JUGA: Film Monster Karya Hirokazu Kore-Eda Menangkan Best Screenplay Di Festival Film Cannes 2023

 BONUS 

 The Makanai: Cooking for the Maiko House 

Ini bukan film melainkan serial yang disutradarai oleh Kore-eda. Serial garapan Netflix ini merupakan adaptasi dari manga berjudul Maiko-san Chi no Makanai-san (Juru Masak Para Maiko) karya Aiko Koyama. Mengisahkan dua orang sahabat yang pindah ke Kyoto dan bekerja sebagai ‘maiko’ (geisha magang). Mereka berdua membuatkan makanan untuk para gadis di Maiko House (Rumah Maiko).

BACA JUGA: Juru Masak Para Maiko Mendapatkan Adaptasi Live-Action Dorama Di Netflix

Ya itulah dia beberapa film karya Kore-eda yang cukup terkenal.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan