Review Film Mothra (1961) – Si Monster Cantik

Blog-review film mothra 1961-0

Kalian para penggemar Godzilla, pasti sudah mengenal tentang Mothra. Kaiju berwujud ngengat raksasa ini memang sering muncul di franchise Godzilla entah sebagai lawan maupun kawan yang kerap membantu Godzilla melawan musuh-musuhnya. Mothra sendiri sebenarnya memiliki fanchise nya sendiri.

BACA JUGA: 9 Daftar Kaiju Terkuat dalam Godzilla Universe

Film pertama-nya berjudul Mothra, dirilis pada 30 Juli 1961 di Jepang. Siapa sangka monster ngengat satu ini mencuri hati banyak penggemar, yang membuatnya kerap muncul di sejumlah film Godzilla.

Sinopsis Mothra

Penemuan orang-orang yang selamat dari kapal karam di Pulau Bayi yang mungkin tidak berpenghuni mengarahkan kepada ekpedisi ilmiah untuk menemukan penduduk lokal yang masih hidup dan shobijin. Shobijin adalah peri kembar dari dewa pulau, Mothra.

Setelah para peri diculik oleh pengusaha eksploitatif, Clark Nelson, Mothra pergi untuk menyelamatkan mereka.

Paket komplit

Skenario yang bagus dari Shinichi Sekizawa, efek yang keren dari Eiji Tsuburaya, penyutradaraan yang bagus dari Ishirō Honda dan musik latar yang indah serta makhluk raksasa nan cantik.

Film ini menawarkan segala yang biasanya muncul dalam film monster manapun, keterlibatan militer, pulau tak dikenal, penduduk lokal yang menyimpan rahasia, para ilmuwan, reporter, penghancuran kota, dan juga penjahat utama.

blog-review mothra 1961-shobojin
sumber gambar: wikizilla

Karakter-karakter manusianya juga sangat bagus. Ada peri kembar Mothra yang dimainkan oleh duo penyanyi Jepang, Peanuts. Lagu Mothra yang mereka nyanyikan sangat lembut dan mempesona.

Kerjasama tim yang terdiri dari seorang reporter, fotografer, dan ilmuwan) untuk membebaskan para peri dan mengembalikan mereka ke lingkungan asal mereka sebelum Mothra menyerang juga sangat solid dan kocak.

Bahkan, bagian pemanggilan Mothra oleh suku asli-nya pun dipikirkan dengan cermat dari nyanyian, tarian, dan musiknya.

Sosok Dewa Pelindung

Mothra adalah sosok kaiju yang tidak hanya bertujuan untuk menghancurkan namun juga lambang pelindung Bumi. Meskipun kehadirannya juga merupakan hasil radiasi nuklir.

Ia digambarkan sebagai sosok monster yang luar biasa anggun dan terkesan jinak, namun tetap berbahaya jika mengingat ukurannya yang besar, Montra membawa nuansa yang feminin dalam dunia perkaijuan

Siklus menarik yang hanya dimiliki Mothra adalah kematian dan kelahiran kembali. Ya, Mothra bisa mati, tapi ia juga bisa hidup kembali. Mothra menetas dari telur, kemudian melalui tahap larva awal hingga menjadi kepompong, dan kemudian berubah menjadi bentuk akhirnya, Sungguh hack yang menarik bukan?

blog-review mothra 1961-mothra

Desain kostum Mothra – baik dewasa maupun bentuk larva – sangat menarik di sini. Bentuk larvanya imut-imut sedangkan bentuk dewasanya berwarna-warni sangat indah. Sulit untuk membayangkan makhluk ini bertingkah dekstruktif layaknya Godzilla.

BACA JUGA: 5 Daftar Film Godzilla versi Amerika Serikat

BACA JUGA: 31 Daftar Film Godzilla versi Jepang

Secara keseluruhan film ini merupakan pengenalan yang bagus untuk Mothra, yang kemudian banyak mucul di film-film Godzilla. Dan sepertinya, banyak yang menyukai sosok kaiju satu ini. Leterboxd memberikan skor 3,5/5 dan RottenTomatoes memberikan skor 80% dari 15 suara.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang ya! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Sumber: wikipedia

Jangan lupa ikuti juga media sosial Titip Jepang:
Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *