[REVIEW ANIME] JUJUTSU KAISEN 0: CINTA ADALAH KUTUKAN

“Tidak ada kutukan yg lebih rumit dari cinta”

-Satoru Gojo-

Kalimat di atas begitu terngiang-ngiang di benak penulis ketika kemarin menonton Jujutsu Kaisen 0 di salah satu bioskop di Kota Jogja. Suasana hujan yang sendu turut menghiasi suasana hati penulis ketika mendengarkan kata-kata itu dari mulut Satoru Gojo. Kalimat itu benar-benar menggambarkan keseluruhan cerita cinta yang dibalut dengan aksi menakjubkan dari Yuta Okkotsu, sang karakter utama di film yang disutradarai oleh Sunghoo Park ini.

Bagi penulis pribadi, ini bukan sekedar perseturan antara Akademi Jujutsu dengan pihak Suguru Geto semata, namun ada perasaan emosial berkaitan dengan ikatan cinta antara Yuta Okkotsu dan Rika Orimoto, serta tidak lupa persahabatan antara Suguru Geto dan Satoru Gojo. Perasaan itu tergambar selama kurang lebih satu jam empat pulu lima menit.

Film ini sendiri merupakan prekuel dari serial Jujutsu Kaisen yang tentu sudah dikenal Titipers sekalian. Cerita sendiri berfokus kepada kehidupan Yuta di Akademi Jujutsu sembari mencoba mengendalikan kekuatan dari Rika melalui berbagai latihan dan misi yang dijalani. Tidak seperti Itadori yang kesulitan dalam mengendalikan kekuatan Sukuna, Yuta dalam cerita ini digambarkan sebagai sosok yang cukup berbakat dalam mengendalikan kemampuannya. Hingga suatu ketika Suguru Geto mulai mencoba mengusik kehidupan Yuta dan teman-temannya.

Grafis yang Memanjakan Mata

Kalau dinilai dari grafis, studio Mappa benar-benar melakukan pekerjaannya dengan baik. Beberapa scene pertarungan dapat tergambar dengan luar biasa baik, dengan menempatkan momen slow motion di waktu yang tepat. Film ini benar-benar menyajikan animasi pertarungan yang akan memanjakan mata penonton.

Adapun kualitas latar belakang dari animasinya juga sangat menjanjikan. Hal ini juga didukung dengan desain karakter yang juga tidak kalah baik. Perpaduan keduanya kemudian menjadikan film ini sangat layak untuk ditonton oleh pecinta anime.

Alur yang Gampang-gampang Susah Ditebak

Adapun dari segi cerita, film ini memiliki alur yang cukup baik dalam mengkoneksikan antara masa lalu Yuta Okkotsu dan kehidupannya saat ini. Hanya saja hampir seluruh jalan cerita sudah bisa ditebak, termasuk strategi yang akan digunakan Suguru Geto, serta tujuan utama sang tokoh antagonis. Alur cerita tergolong mainstream, menginat sering digunakan di banyak anime lain dengan genre yang sama.

Hanya saja, di akhir cerita ada sebuah scene yang cukup mengejutkan dan mungkin juga akan membuat Titipers meneteskan air mata. Scene ini juga akan sekaligus terkoneksi dengan awal cerita dengan mengonfirmasi salah satu pernyataan Yuta di adegan itu. Pernyataan Yuta yang mungkin akan diabaikan oleh banyak orang, justru menjadi kunci dari salah satu pertanyaan besar di cerita ini. Penasaran apa pernyataannya?? Silahkan tonton langsung filmnya.

Yuta Okotsu si Jenius

Pada bagian awal sudah disinggung bahwa Yuta berbeda dengan Itadori. Sosok Yuta merupakan karakter utama yang cenderung jenius, tidak seperti halnya beberapa karakter shonen yang berangkat dari 0, Yuta dari awal cerita telah tergolong mampu mengendalikan kekuatan tersembunyi yang ia miliki. Hal ini yang kemudian menjadikan alur cerita film ini terkesan cukup cepat.

Yuta sendiri bukanlah karakter utama yang terlalu overpower, terutama di awal cerita. Yuta awalnya digambarkan sebagai anak yang kurang percaya diri dalam menggunakan kekuatannya, namun seiring waktu karakternya berkembang sedemikian rupa menjadi si jenius yang bertekad kuat. Selain itu tidak seperti karakter utama shonen yang umumnya menggebu-gebu, tanpa perhitungan dan sering membuat kecerobohan, Yuta sedari awal tidak digambarkan sebagai karakter yang sering salah mengambil keputusan.

Gojo

Satoru Gojo yang Dipaksa “Menghilang”

Satu hal yang menjadi kelemahan fatal bagi franchise Jujutsu Kaisen adalah keberadaan karakter overpower Satoru Gojo. Karakter ini begitu kuat, sehingga seringkali dipaksa menghilang dari cerita. Pada kasus Jujutsu Kaisen 0, lagi-lagi Gojo disibukkan oleh kegiatan lain yang seharusnya dapat ia selesaikan dengan cepat. Gojo dalam cerita begitu mudah diperdaya oleh strategi dari Suguru Geto, sehingga ia lagi-lagi tidak dapat terlibat langsung di pertempuran utama.

Sepertinya para pecinta anime Jujutsu Kaisen harus menunggu lebih lama untuk menikmati pertempuran yang sepadan bagi Satoru Gojo. Gojo begitu kuat, bahkan untuk special grade. Sepertinya Gege Akutami masih kebingungan mencari karakter yang bisa menjadi menjadi lawan sepadan bagi Satoru Gojo.

Genre Action yang Lebih Romance dibanding Genre Romace

Film ini mungkin bukanlah film bergenre romance, namun seperti yang penulis paparkan sebelumnya, film ini benar-benar menggambarkan bagaimana bentuk sejati dari cinta. Cinta dalam bentuk yang sangat antimainstream, apalagi kalau bukan kutukan. Ya, cinta adalah kutukan. Setidaknya itulah yang dikatakan Gojo kepada Yuta.

Pada kasus Yuta dan Rika, cinta benar-benar merupakan kutukan yang sangat rumit. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Yuta untuk mencoba mematahkan kutukan tersebut. Cinta memang bisa menjadi kutukan, tapi kutukan tersebut tidak selalu dianggap sesuatu yang buruk.

Beberapa dari kita mungkin masih terjebak dalam kutukan tersebut. Ada juga yang pada akhirnya mampu mengatasinya, seperti halnya Yuta. Ada pula yang terus dihantui olehnya. Sedikit spoiler untuk para Titipers, ada kalanya dalam menyelesaikan masalah, kita harus berkaca kepada diri sendiri. Itulah setidaknya tips dari Yuta yang berhasil penulis temukan di cerita. Kalau menurut Titipers sendiri apakah cinta adalah kutukan??

Untuk menemukan jawaban lebih lanjut, Titipers bisa langsung berguru langsung dengan Yuta dengan mengunjungi bioskop terdekat dan segera menonton film Jujutsu Kaisen 0. Tidak lupa pula penulis mengingatkan Titipers agar selalu menaati protokol kesehatan selama menonton. Selamat menonton semua.

Ikuti terus berita terbaru dari kanal-kanal Titip Jepang! Yuk, baca artikel lainnya di sini^^

Jangan lupa Ikuti juga media sosial Titip Jepang:

Instagram: @titipjepang
Twitter: @titipjepang
Facebook: Titip Jepang